5 Kriteria Rumah Idamanku

Assalamualaikum Sahabats ….

Setiap manusia pasti punya impian akan rumah idaman. Kriteria dan design yang diimpikan pun beragam. Ada yang suka rumah besar dan mewah. Ada pula yang lebih suka model minimalis dan simple.

 

 

Jujur ketika duo arsitek cantik, mbak Archa Bella yang juga seorang dosen  dan mbak Dian Nafi sang penulis kondang memilih tema rumah impian aku rada baper dan agak bingung harus menulis apa.  Aku dulu sudah merasakan tinggal di rumah idamanku.

Rumah pertama yang kami beli setelah menikah ada di kota Sidoarjo. Rumah tipe 62/128 di sebuah perumahan yang strategis banget. Dekat dari bandara Juanda dan toll ke arah Surabaya dan Malang. Desain nya sederhana tapi aku suka banget. Pokoknya bisa dibilang rumah itu menggambarkan kami banget.

Qadarullah abang memutuskan resign dan mencoba buka usaha sendiri, dan kembalilah kami ke Semarang. Berat banget melepaa rumah Sidoarjo. Inget banget saat serah terima kunci sama pemilik baru aku mewek. Berat rasa meninggalkan rumah impian. Kalau bukan karena pengen birrul walidain, berbakti pada orangtua aku nggak mau pindah deh.

 

Rumah impian
Rumah Sidoarjo

 

Anyway beberapa bulan sebelum kepindahan kami, ada sebuah rumah dekat rumah mama yang mau dijual. Sebenernya aku nggak suka rumah itu. Posisinya ada di belakang rumah orang jadi kami nggak punya pemandangan selain tembok rumah orang. Ada banyak hal yang bikin aku nggak sreg tapi akhirnya aku beli juga karena dua hal. Rumah itu jaraknya hanya dua rumah dari rumah orangtua dan dekat masjid. Ya sudah lah karena niatnya memang pengen ngurua orangtua di hari senja mereka biamilah kami beli rumah yang sekarang kami tempati.

Bukan nggak bersyukur tapi seandainya Allah kasih kami rezeki, pengen deh punya rumah idaman yang sesuai dengan kriteriaku. Inget banget pas traveling ke Vancouver aku sempat mampir ke sebuah cafe yang design nya homey banget. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan berharap bisa punya rumah seperti itu.

5 hal yang harus ada dalam rumah impian ku adalah

1. Berdesign Ala Amerika

Aku penggemar berat model rumah ala-ala Amerika yang simpel tapi terkesan homy. Rumah dengan tembok kayu dan bercat serba putih dengan teras mungil di bagian depan. Ada sedikit taman kecil dengan aneka bunga warna-warni sebagai pemanis.

cafe yang pernah aku singgahi di Vancouver, Canada

 

2. Halaman Belakang yang Luas

Seperti layaknya rumah ala Amerika, ada halaman luas di bagian belakang rumah. Aku membayangkan anak-anak bisa berlarian dan main sepuasnya di sana. Sesekali kami bisa camping sambil barbeque-an saat weekend. Atau halaman belakang rumahku bisa jadi tempat ngumpul keluarga dan kopdar sama temen-temen blogger.

Rumah impian
Tropical garden di Sheraton Jogja

 

Kalau bangunan rumahnya bergaya Amerika, untuk halamannya aku pengen bergaya tropis. Aku pernah staycation di Sheraton Jogja dan kepincut banget sama tamannya yang bergaya tropis ala-ala Bali.

3. Private Library

Alhamdulillah sekarang meskipun kecil rumahku ada library nya yang menyatu sama ruang kerja. Di rumah impianku kelak aku pengen lantai 2 rumah kami akan jadi full library dengan jendela yang lebar supaya pencahayaannya bagus. Jendela ini akan menghadap ke halaman belakang yang ijo royo-royo. Jadi bisa baca buku sambil menikmati pemandangan yang menyejukkan. 🙂

Pic from: pinterest.com

4. Mushalla

Mushalla ada ruangan yang harus ada dalam rumah impian ku. Mushalla setidaknya bisa menampung 5-7 orang shalat berjamaah. Setiap harinya mushalla ini akan dihidupkan dengan shalat jamaah dan tilawah Quran. Menurut sebuah hadits rumah yang dirahmati Allah dan yang akan disinggahi oleh malaikat adalah rumah yang di dalamnya terdengar suara bacaan Alquran dan selalu menegakkan shalat berjamaah. Semoga rumahku kelak bisa jadi rumah seperti itu.

5. Wall of Fame

Di ruangan keluarga nanti akan ada satu tembok yang aku sebut sebagai wall of fame. Tembok ini akan aku pasangi foto-foto traveling kami dari mulai Nadia bayi sampai ada baby K sekarang. Foto-foto itu akan jasi pengingat keseruan perjalanan kami dan jadi penyemangat juga untuk terus bisa family backpacking.

Kelak saat anak-anak besar nanti dan sibuk dengan agenda masing-masing, mereka akan melihat wall of fame ini dan mengenang memori indah yang pernah kami lalui bersama. Mereka akan terus teringat dan akan selalu rindu untuk jalan bersama emak bapaknya ini, harapannya sih begitu hehhehe….

Semua foto di wall of fame ini akan jadi bukti nyata bahwa famiky backpacking itu seru dan akan selalu ada jalan untuk semua mimpi. Semoga bisa jadi inspirasi buat anak-anak kelak.

“A house is made of bricks and beams, but a house is made of hopes and dreams.”

Berawal dari impian dan harapan, semoga rumahimpianku akan jadi nyata suatu hari nanti. Kalau sahabats pengen punya rumah seperti apa??

Be Sociable, Share!

8 Replies to “5 Kriteria Rumah Idamanku”

  1. Impian kita kok sama ya mbk,sehati…semoga impiannya terijabah,aamiin

    1. Aamiin ya Allah

  2. Yang di Canada mantap t.. Kunbal y

  3. Hampir sama mbak, saya juga pengen punya rumah kecil dengan halaman belakang yang luas. Ada aneka tanaman buah di belakang rumah, plus kolam ikan.

  4. Di rumah baru ada mushalla aja, walau masih kecil. Tapi rumah dekat dua masjid besar dan mushalla cuma selemparan batu dari rumah. Salah satu keinginan juga, punya rumah dekat sama masjid 🙂
    Rumah impian sih pengennya yang halamannya luas, tapi belum kesampaian 😀

  5. Yg ttg library aku jg sama mba… Krn aku suka baca buku, jd koleksi buku2ku suka numpuk ga jelas.. Sampe skr udh niat mau bikin rak khusus ato library lah, kyk rumah ortuku di medan. Tp kepake mulu uangnya huahahaha :p. Pokoknya buatku rumah ga usah gede2. Yg kecil aja biar ga capek ngurusnya :p

  6. Beneran bikin baper nulis rumah idaman, karena udah pernah punya juga waktu di rumah lama, hikss

  7. Wah tampaknya seru ya rumahnya. Semoga terwujud, mbak muna 🙂

Leave a Reply