A Perfect Dinner @ Okane Steak House

A Perfect Dinner @ Okane Steak House

Assalamualaikum Sahabats …
Enggak tahu kenapa beberapa hari ini lagi ngidam banget pengen makan steak. Nggaya pwooll… padahal menu andalan setiap hari pecel lho. 😛 Tapi ya begitulah, rasanya udah lama bingiiitss nggak makan steak yang enak. Makan steak di caffe dengan rate pelajar emang murah sih tapi kali ini pengen menikmati steak yang sesungguhnya. Steak yang beneran daging, bukan yang tepungnya lebih tebel daripada dagingnya. 😛


Setelah mencoba mencari informasi kesana-kemari, akhirnya nemu juga deh sebuah caffe baru di kota Semarang yang ternyata punya menu andalan steak. Okane … begitulah judul caffenya. Sekilas menu yang kita bayangkan pasti Japanesse food ya, tapi ternyata bukan lho. Okane punya menu andalan berupa aneka macam steak yang terbuat dari daging impor yang halal pastinya ya. Eiitsss…. bukan berarti aku nggak cinta produk dalam negeri lho ya, tapi memang caffe ini hanya menjual daging impor dari beberapa negara. Ada juga Wagyu beef yang harga seporsinya bikin sakit hati. 😛

20140709_194817

Karena aku bukan pecinta berat steak juga yang sampe rela menghabiskan ratusan ribu hanya demi sepotong Wagyu beef (padahal emang nggak ada duit juga) maka makan malam kali ini mari kita mencoba sapi ala New Zaeland. Katanya sih daging sapi New Zaeland empuk dan enak banget. Hmmm…. penasaran euuyyy …….
Menu sudah dipilih, saatnya makan. 🙂

Biasanya aku dan abang selalu pilih menu yang berbeda supaya bisa saling mencicipi tapi berhubung malam itu Australian beef nya kosong jadilah pilihannya kami samakan aja. New Zealand tenderloin steak with mash potato sudah siap di meja, sedangkan untuk Nadia ada angel hair with meatball yang kayanya nggak kalah enak dengan steak kami. Oya ada juga segelas Milo dino yang bikin mata Nadia berbinar-binar. 🙂

Milo Dino .. es Milo di gelas yang segede Dino :P
Milo Dino .. es Milo di gelas yang segede Dino 😛

 

angel hair with meatball ... sedaaapp....
angel hair with meatball … sedaaapp….

Angel hair sebenernya mirip spagheti ya hanya teksturnya lebih lembut jadi lebih gampang makannya untuk anak-anak. Angel hairnya dipadu dengan saus bolognaise yang juga creamy tapi nggak eneg dan juaranya tuh si meatball itu sendiri. Meatball nya enyaaak banget. Campuran merica, bawang bombay dan beberapa rempah daun (kayanya sih daun Rosemary) biki meatball nya ini kaya rasa dan aroma rempahnya juga wangi banget. Meatball nya juga cukup besar jadi cukup mengenyangkan lah seporsi angel hair with meatball ini. rasanya juga juara banget, terbukti Nadia sukses ngabisin satu piring. 😉

Nah sekarang kita masuk ke inti acara malam ini ya. Yup … no other than steak. 🙂
Dulu aku pernah baca artikel yang ditulis oleh Chef Vincent di majalah Inti Sari. Menurut beliau, cara makan steak yang benar itu nggak boleh dicampurin apapun. Nggak saus tomat, sambel, bahkan tobasco sekalipun karena sepotong steak yang enak itu sudah punya rasa yang lengkap sehingga kita nggak perlu susah payah lagi menambahkan rasa. Justru kalau kita menambahkan ini dan itu, akan jadi penghinaan yang besar untuk chef yang membuatnya. Menambah rasa sama artinya kita menunjukkan kalau steak yang kita makan itu nggak enak. Jadi malam ini aku mau nyobain makan steak dengan cara yang benar. No additional flavor whatsoever. 🙂

sumpah ini uenyaaaaaakkk pwooolll
sumpah ini uenyaaaaaakkk pwooolll

 

Mari kita coba satu-persatu ya. Sayurannya crunchy dan seger banget. Mash potatonya juga lembut dan creamy banget. Mantab deh pokoknya. Bagaimana dengan steaknya??? Kami pesen yang well done ya guys, nggak sampe ati aja mau makan yang rare.

Meskipun well done bukan berarti dagingnya jadi alot. Begitu pisau steak menyentuh si daging, nggak perlu pakai tenaga daging steaknya sudah terpotong dengan sukses. Dan merebaklah aroma yang langsung bikin air liur menetes. Gigitan pertama dan semua rasa meledak dilidah. Daging yang lembut dengan sentuhan merica, cukup nendang tapi nggak berlebihan. Ada gurih, manis, dan herb butter nya itu serasa lumer di mulut. Daging seberat 200 gram ini benar-benar dibalut bumbu yang sempurna deh. Nggak kurang, nggak juga berlebihan, tapi pas banget. Duuhh… rasanya nggak bisa berhenti ngunyah deh ini. 😉

Subhanallah …. it was one of the best steak that I have ever tested in my whole life. 🙂
Memang sih seporsi steak New Zaeland ini lumayan mahal menurut aku, tapi worth it banget deh. Apalagi kalau memang kalian pecinta makanan enak terutama steak, harus banget nyobain. Lagian kita kan nggak sering-sering juga makannya. 😛 Sekali waktu boleh lah memanjakan diri dengan makanan enak jangan makan buah dan sayur mulu, capeeekk. 😛

#kemudianditimpukparafoodcombiner

Enjoy your life. Be nice to yourself. Eat everything that you like, but not too much ya. Dont forget to eat salad to make it balance. 😉

Jadi buat para penggemar steak di Semarang dan sekitarnya atau siapapun yang kebetulan lagi di Semarang, boleh yuk mampir ke Okane Resto yang ada di jl. Kawi, deket banget sama RS. Elisabeth.
Bonapetite 🙂

Okane Steak House
Jl. Kawi no. 25
Semarang

Be Sociable, Share!

21 thoughts on “A Perfect Dinner @ Okane Steak House

  1. Maaaaaaak aku jadi ngidam ngiler makan steak huhuhu… Tapi kok gak hot plate sih? Suka cepet dingin klo cuma piring biasa, maklum aku makannya kan diimit-imit biar lama habisnya soalnya mahal haha.

    Eh aku blom pernah baca tata cara makan steak tapi setuju, klo aku makan steak gak suka pake saus apapun dulu.

    1. itulah mak paling bete kalo nemu steak abal2 padahal aku doyan banget steak. makanya ini seneng banget nemu yg enyaaaakkk 🙂

  2. steak itu memang paling ajib mbak, btw saya udah lama gak nyeteak nih, seringnya hot plate mulu, itu aja saya udah seneng banget mbak, jadi inget temen yg ngerekomendasiin WS alias Warung steak di Malang, belum pernah nyoba sampe sekarang

  3. Wah enak, itu 200 g berapa harganya? Tebal bingiiitss.
    Hhhm daging wagyu itu lebih mahal dari daging impor ya *nggak ngerti soal daging2 gitu haha.
    Aku kemarin baru makan steak juga, nggak tau daging import apa bukan, baru buka jadi ada promo buy 1 get 1 , jadi deh rame2 nyobain sekeluarga mumpung promo 😀

  4. Namanya itu loh.. Okane.. Dalam Bahasa Jepang, artinya duit.. Filosofinya banyak orang ngeluarin duit di situ.. Hihihi 😛 Tapi kalok emang enak, rasanya ngga rugi ya, Mbak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *