Bayi Aktif Tanpa Biang Keringat Berkat Lactacyd Baby

Assalamualaikum Sahabats ….

Mengamati perkembangan si kecil dari hari ke hari itu selalu menyenangkan ya sahabats. Baby K bulan ini usia akan masuk ke 11 bulan. Setiap harinya makin aktif dan nggak bisa diam. Nggak mau lagi duduk anteng, kalau nggak berdiri pasti minta dibantu untuk melangkah. Capek pasti, tapi melihat perkembangannya yang menakjubkan itu bikin hati bahagia dan capek pun hilang.

Baby K yang lagi aktif-aktifnya ini sukses membuat rumah jadi makin hidup (baca: berantakan). Bahkan kalau sudah mulai bosan main di dalam baby K nunjuk-nunjuk taman, minta di bawa main keluar. Kalau nggak diturutin bisa mutung terus nangis. Main di luar memang asyik si dek tapi kan panasnya kota Semarang ini sungguh aduhai. Kadang sampai menjelang ashar pun, panasnya masih menggigit kulit. Nyelekit kalo kata orang Perancis mah.

Nggak cuma mamanya nih yang bercucuran keringat kalo udah main di luar tapi juga baby K. Senyum dan tawa renyahnya membuat acara main di luar jadi asyik tapi keringat yang bercucuran di sekujur tubuh baby K bisa menyebabkan timbulnya biang keringat. Kalo si biang keringat ini udah muncul di leher ketiak, punggung, dada, dan area lipatan lainnya, wah bakalan panjang deh urusannya. Mulai dari rasa gatal yang akhirnya bikin nggak nyaman dan ujungnya rewel berkepanjangan. 🙁

Biang Keringat dan Gejalanya

Biang keringat memang sering ditemukan muncul pada kulit bayi. Biasanya sih penyebabnya karena cuaca yang lembab dan panas, pakaian yang ketat, dan aktivitas bayi yang tinggi. Selain itu bisa juga karena pori-pori kulit pada bayi tersumbat sehingga mengakibatkan keringat tidak bisa keluar. Bayi dan anak-anak ternyata memang lebih rentan terkena biang keringat karena pori-pori kulit mereka lebih kecil dan kelenjar saluran keringat pada bayi dan anak-anak juga belum sepenuhnya berkembang.

Biang keringat atau dalam istilah klinisnya dikenal dengan Miliaria biasanya muncul pada leher, wajah, punggung, dan pantat bayi. Ciri-ciri Miliaria ini adalah kulit bayi yang berubah kemerahan disertai rasa gatal. Rasa gatal inilah yang menyebabkan bayi jadi rewel kalau sudah terkena Miliaria.

si Biang keringat ini memang bukan penyakit yang berbahaya, tapi bukan berarti kita diamkan saja. Meskipun masih bayi, si kecil tetap bisa merasa nggak nyaman dan akhirnya jadi rewel berkepanjangan. Bayangin aja deh kulit yang kemerahan dan gatal, pasti deh kita iseng pengen menggaruknya. Padahal kalau dibiarin terus nih Miliaria ini bisa mengakibatkan infeksi. Duuhh .. jangan sampai deh ya. Sebenarnya mudah saja mengatasi biang keringat ini, cuma butuh ketelatenan aja kok. Semua ibu pasti bisa deh.

Lactacyd Baby

 

  1. Hindari Cuaca Panas dan Lembab

Susah banget lah ya, secara kita hidup di negara tropis yang memang udaranya cenderung lembab dan panas. Apalagi di Semarang, kalau pas musim kemarau gini, panasnya aduhai banget deh. Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah beraktifitas di dalam ruangan yang udaranya lebih sejuk. Lebih asyik lagi main di kamar yang ber AC aja deh, adem dan tenang pastinya hehehehe… Tapi kalau memang harus membawa baby K keluar rumah, seperti saat traveling aku pakaikan dia topi. Jangan lupa juga untuk menjaga asupan cairannya ya. Minum yang banyak supaya terhindar dari dehidrasi.

2. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Katanya sih pakaian yang dianjurkan untuk anak-anak adalah yang berbahan serat alami. Hindari pemakaian baju yang berbahan sintetis, seperti poliester dan nilon karena jenis kain ini bisa memerangkan hawa panas. Biasanya sehabis makan siang (sekitar jam 11an) aku mengganti popok baby K, sekalian ganti baju yang berbahan adem. Kadang kalau cuaca lagi panas terik cukup dipakaikan kaos dalam aja. Bayi mah tetep lucu lah meskipun cuma pakai kaos dan celana dalam. 🙂

3. Jangan Terlalu Sering Menggendong si Kecil

Ternyata menggendong bayi bisa menyebabkan biang keringat makin parah lho. Kok bisa ya? Jadi dalam artikel yang aku baca semalam ketika si anak berada dalam gendongan, dia harus menghadapi dua panas, panas dari cuaca dan panas dari tubuh si penggendong. Bukannya adem malah makin sumuk dan gatal deh si biang keringat. Jadi kalau memang harus menggendong, longgarkan sedikit gendongannya. Kalau si bayi sudah cukup kuat untuk duduk dan merangkak seperti baby K, biarkan saja dia bergerak bebas. Sedikit udara dari luar bisa membuat kulit jadi lebih nyaman.

Jaga Kulit si Kecil Agar Tetap Dingin

Kalau cuaca udah panas dan keringat bercucuran di sekujur tubuh langsung keringan dengan tissue basah atau kain basah yang dingin. Saat mandi jangan lupa gunakan #LactacydBaby. Sabun yang dibuat khusus untuk bayi dan anak-anak ini dapat menyeimbangkan pH kulit sehingga membuat kulit tetap segar, sehat, lembut, dan terhindar dari kuman. Kenapa sih memilih Lactacyd Baby dibandingkan dengan sabun bayi lainnya?

Lactacyd Baby

Lactacyd baby mengandung pH 3-4 sehingga mampu menyeimbangkan pH kulit bayi yang lembut. Sabun ini terbuat dari ekstrak susu yang mampu mempertahankan kelembutan kulit bayi. Selain itu, #LactacydBaby telah teruji secara dermatologis sehingga aman digunakan bayi setiap hari. Lactacyd baby mengandung Lactic Acid serta lactoserum dari ekstrak susu yang terbukti membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Nggak perlu minum obat macem-macem, biang keringat bakalan sembuh deh dengan Lactacyd Baby.

Menemukan Lactacyd baby juga nggak sulit kok, tinggal cuzz ke apotek atau baby shop terdekat aja. lactacyd baby memang merupakan brand internasional yang sudah sejak lama diyakini menjadi pelopor #babyskinekspert so tenang deh selama di rumah selalu nyetok Lactacyd baby.

Lactacyd baby
Foto from fanpage Lactqcyd Baby

Bagaimana sih cara menggunakan Lactacyd Baby?

Supaya hasilnya maksimal gunakan Lactacyd Baby secara rutin dan tepat. Caranya gampang banget kok. Setiap kali mandi encerkan 3 sendok penuh ke dalam ember mandi bayi, kemudian mandikan bayi seperti baisa. Gosook dengan lembut kulit bayi dengan air yang sudah dicampur dengan Lactacyd Baby, lalu bilas sampai bersih. Untuk anak-anak, Lactacyd Baby digunakan seperti memakai sabun pada umumnya. Caranya, basahi tubuh anak dengan air, usahkan Lactacyd Baby pada tubuh, biarkan beberapa menit sambil digosok perlaham, bilas hingga bersih.

Menurut dokter kulit yang pernah aku temui, Lactacyd Baby bisa juga lho digunakan orang dewasa untuk membersihkan wajah dan kulit kepala. Kita bisa jadikan sabun pembersih wajah yang rasanya ringan dan lembut banget. Cocok banget buat yang punya kulit wajah kering supaya kulit wajah jadi lembut seperti kulit bayi.

Sekarang nggak kuatir lagi deh sama biang keringat meskipun cuaca kota Semarang masih awet panasnya. Baby K bisa tetap bergerak aktif berkat tips mudah di atas. Plus ditambah dengan penggunaan Lactacyd Baby secara rutin, kulit baby K tetap lembut dan bebas biang keringat. 🙂

Be Sociable, Share!

6 Replies to “Bayi Aktif Tanpa Biang Keringat Berkat Lactacyd Baby”

  1. duh mak..anakmu kok lucu banget..

  2. Naqiya juga paake lactacyd baby kak, dan emaknya juga. Kalau jerawatan langsung kering jerawatnya

  3. Wuihh.. baby K tambah cakep ya mbak Muna, nggemesin banget 🙂

    Iya mbak biang keringat dan bayi tuh ibarat bayangan yang selalu menyertai ya, kita sebagai orang tua harus pinter-pinter cari solusi. Kasihan bayi kalau kena biang keringat pasti rewel dan gelisah. Lactacyd Baby recomended banget buat masalah ini 🙂

  4. Masya Allah, gemesin bener itu bayiiik..

  5. Aiiih…gemeees lihat Baby K yg cantiik… Sehat2 selalu y sayaang…

Leave a Reply