From Daster To Ransel

From Daster To Ransel

lombok-2014-85
Me & my backpack, ready to have a new adventure ^^

Sewaktu kecil, aku punya kebisaaan unik. Aku suka sekali mengamati peta sambil membaca nama-nama negara yang tersebar di seantero dunia. Melihat kebiasaan unik itu, orangtua membelikan aku buku Altas dan ensiklopedi dunia. Menyusuri ribuan kota dan Pulau yang tersebar di Indonesia serta menjelajahi kota-kota dunia dengan jari-jemariku menjadi aktivitas favoritku. Kebiasaan itupun akhirnya memunculkan sebuah impian yang hingga saat ini masih tertancap kuat dalam hatiku. Mimpi mengelilingi negeri tercinta Indonesia dan dunia. πŸ™‚

Aku terlahir dengan kaki gatal yang selalu merindu alam bebas. Sayang sekali rasanya hanya berdiam diri di rumah sedangkan alam yang penuh keindahan menanti kita diluar sana. Beruntung sekali aku terlahir di bumi Indonesia yang memiliki keindahan tiada bandingnya. Beberapa kota bahkan salah satu Pulau terluar Indonesia yaitu, Pulau Datuk yang terletak di Kalimantan Barat sudah pernah kusinggahi. Semakin jauh kaki ini melangkah, semakin besar pula kerinduan untuk menjelajahinya.

Impian menjelajahi nusantara dan dunia sempat terhenti karena kesibukanku mengejar karier. Tak lama setelah menyelesaikan pendidikan S2 aku mengajar di sebuah Universitas swasta di kota Semarang. Kesibukan mengajar dan tergopoh-gopoh menjalani Long Distance Marriage selama lebih dari 6 tahun sempat menyurutkan langkahku hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dan menyusul suami ke kota Surabaya.

Terbiasa bekerja dan sibuk setiap harinya membuatku stress saat menghadapi kenyataan tentang statusku sebagai ibu rumah tangga. Dunia menjadi begitu sempit dan aku terkurung dalam rumah tanpa tahu harus melakukan apa. πŸ™ Kekosongan jiwa yang sempat kualami itu kuisi dengan menulis dan traveling bersama keluarga ke beberapa kota di Jawa Timur. Perlahan semangatku kembali muncul. Sehabis traveling bersama keluarga aku menulis semua pengalaman yang kami lalui di blog pribadi, beberapa diantaranya bahkan sempat terbit di situs Wego Indonesia dan salah satu inflight magazine di Singapore.

sumber gambar disini
sumber gambar disini

Saat traveling bersama keluarga aku menemukan sensasi rasa yang berbeda. Solo traveling memang terasa lebih asyik dan seksi. Kita bisa menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk menjelajah sebanyak mungkin tempat, tapi berbeda halnya saat traveling bersama keluarga. Mengajak anak traveling memang membutuhkan persiapan lebih dan itulah yang membuatku merasa lebih tertantang. Bagaimana menyusun itinerary yang tidak memberatkan si anak namun tetap dapat memuaskan keinginanku untuk dapat berpetualang. Dari kebiasaan traveling bersama anak itulah, lahir ide untuk memberi nama blog pribadiku, Momtraveler. πŸ™‚

Suatu hari saat sedang asyik browsing di dunia maya, aku berhasil mendapatkan tiket promo AirAsia ke Bali padahal saat itu sedang peak season karena libur lebaran. Rasanya seperti mendapat guyuran air es di siang hari yang terik. Satu minggu yang penuh kebahagiaan kami lalui di Bali berkat AirAsia. Sejak hari itu aku kian bersemangat berburu tiket promo AirAsia. Aku mengikuti semua social media AirAsia dan mendaftar sebagai member via email agar memudahkanku mendapatkan informasi mengenai tiket promo AirAsia.

Keberuntungan ini yang aku dapatkan ini menyadarkanku bahwa impianku masih sangat mungkin tercapai. Status sebagai ibu rumah tangga bukan menjadi halangan untukku menjelajah dunia. Aku memang tak punya uang berlebih apalagi kesempatan bepergian lewat biaya dinas, tapi bukan berarti impian traveling keliling dunia harus kandas kan? Dan disinilah AirAsia hadir menjembatani mimpiku yang hampir saja patah. πŸ™‚

Meskipun harus begadang hingga tengah malam bahkan libur masak saking semangatnya, berburu tiket promo AirAsia menjadi hobi baruku. πŸ˜‰ Jerih payah terbayar saat tiket promo ke Medan berhasil kami dapat tahun 2013 lalu. Siapa sangka kami akhirnya bisa menjejak ke Danau Toba, bahkan berlanjut hingga Banda Aceh dan Pulau Weh. Bangga sekali rasanya berdiri di titik km.0 Indonesia.

Thanks to AirAsia kami bisa traveling ke Bali :)
Thanks to AirAsia kami bisa traveling ke Bali πŸ™‚
Pulau Weh pun, terjejak sudah. Tentunya dengan bantuan AirAsia ;)
Pulau Weh pun, terjejak sudah. Tentunya dengan bantuan AirAsia πŸ˜‰

 

DSC_0780
berhasil menjejak di Danau Toba berkat AirAsia πŸ™‚

 

Di tahun yang sama kami kembali berhasil menggondol tiket promo menuju Belitung. Keindahan Pulang Sang Laskar Pelangi ini membuatku kian jatuh cinta pada Indonesia dan percya bahwa akan selalu ada jalan untuk mimpi-mimpiku. AirAsia berhasil mewujudkan mimpiku, bahkan dengan bonus kesempatan menjadi seorang travel blogger. πŸ˜‰

serunya liburan di Bumi laskar Pelangi
serunya liburan di Bumi laskar Pelangi

Apa mungkin ibu rumah tangga biasa menjadi seorang travel blogger? Hey … bukankah tidak ada kata mustahil selama kita mau berusaha? Aku adalah bukti nyata siapapun berhak memilikin dan mewujudkan impiannya. Siapa yang menyangka aku yang beberapa tahun lalu tenggelam dalam rutinitas pekerjaan kantor dan rumah tangga kini telah berhasil menelurkan beberapa buku antologi dan sebuah buku perjalanan solo? Justru dengan menyandang gelar ibu rumah tangga aku tak perlu bersusah payah mengatur jatah cuti tahunan yang hanya secuil itu. Aku punya banyak waktu luang dan siap traveling kapan saja hehehe. πŸ˜‰

Aku sadar betul kalau langkahku masih jauh dari para traveler lain yang sudah melanglang buana kesana kemari, tapi seperti kata Jason Mrazz; I won’t give up. πŸ˜› Akan selalu ada seribu satu cara untukku meraih impianku. Aku masih bisa mengejar ketertinggalanku dari Teguh Sudarisman, bahkan Trinity *eeaaaa πŸ˜› dan AirAsia ada disana untuk membantuku. πŸ˜‰

Β Aku percaya betul dengan slogan AirAsia yang berbunyi, β€œNow Everyone Can Fly,” karena aku sudah membuktikannya. Bersama AirAsia aku dan keluarga berhasil mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia yang tadinya terasa sulit terjangkau.

Cita-citaku saat ini adalah mengajak anakku backpacking keluar negeri. Selain mengoleksi kenangan indah, aku ingin mengajarkan banyak hal pada anakku melalui kegiatan traveling. Aku ingin membuktikan bahwa traveling bukan hanya kegiatan yang menghamburkan uang, tapi banyak manfaat dan hikmah yang dapat diambil darinya.

Dari traveling kami belajar menjadi orangtua yang lebih baik, kami belajar mencintai alam dan Penciptanya, menghargai waktu, disiplin, dan menghormati perbedaan yang ada. Dari sebuah kegiatan yang menyenangkan banyak sekali pelajaran hidup yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita. Parenting by traveling, ternyata adalah cara efektif dan menyenangkan untuk mengajarkan banyak hal pada anak sekaligus mengeratkan kebersamaan kami sebagai keluarga.

Keindahan Indonesia memang serupa surga, namun banyak hal yang bisa kita pelajari dari negara lain. Semoga AirAsia dapat membantuku mewujudkan impian ini suatu hari nanti. Lebih baik lagi kalo bisa keluar negeri gratis karena kompetisi blog ini *eeehhh. πŸ˜›

Last but not least, aku ingin berterima kasih pada AirAsia yang sudah membantuku mewujudkan impian terbesarku. Selangkah demi selangkah kami pasti bisa mengelilingi dunia dan aku bisa menunjukkan kota-kota indah dunia pada anakku secara langsung. Pengalaman adalah guru terbaik dan pengalamanku bersama AirAsia mengajarkan bahwa semua orang berkesempatan untuk melihat keajaiban dunia. You better believe it. Now everyone can fly. πŸ™‚

Makasih ya AirAsia, udah bawa Nadia keliling Indonesia :)
Makasih ya AirAsia, udah bawa Nadia keliling Indonesia πŸ™‚

Be Sociable, Share!

52 thoughts on “From Daster To Ransel

  1. ini judul jadi judul buku bakalan hebring nih mbk hehehe…
    wkwkwkwk..kok sama ya,kalo niat cari tiket kok sampe g masak..pokoknya browsing seharian penuh depan kompi,tiap waktulah…demi apa coba,demi dapetin promo hahahaha….

    sukses ya mbk ^^

    1. wkwkwkwk… bikin novel komedi gitu ya say… (jadi kepikiran bikin juga nih akhirnya) πŸ˜›
      nah itu kalo udah mantengin tiket promo sampe ga tidur, ga mandi, ga masak ckckckkck….

  2. wow seruu….. pengalaman yg menarik.
    kayaknya tertarik juga nich ngikutin jejaknya berburu tiket, hehe…

    btw, mbak kalo mau ikutan lombanya lihat infonya dimana?

  3. Aku sering juga ngajakin anak-anak travelling sejak mereka balita. Tapi kagak pernah naik pesawat, selaluuuu mobil pribadi, hahaha…
    Pengen sih suatu hari bisa wisata sampe ke LN bareng keluarga.

    Moga menang ya mbak πŸ™‚

  4. Kakiku ikut gatal, Mak Muna yang ngomporin, teganya, hihi. Kepengen juga suatu saat bisa traveling bareng anak dan suami. Malah di kepala ini mengkhayal melakukan perjalanan keliling Sumatra buat dibikin buku. Yah, Backpacker Kampung Turun Gunung, hihi. Aku juga pengen bisa terbang dari Bandung Ke Banda Aceh, terus dari sana ke Pulau Weh, lanjut ke Medan, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, lalu Lampung tanah kelahiran suamiku. ntah bakal makan berapa pulang jika melakukan perjalanan gila macam demikian. Sungguh ingin sekali. *Malah curhat….
    Semoga menang lombanya, Mak. Tulisan bagus dan sangat promosi. πŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *