Jatuh Cinta Pada Pasar Triwindu, Solo

Assalamualaikum Sahabats …

Entah tahun kapan, somewhere in my childhood, aku pernah menyambangi pasar ini. Namanya bocah belum paham lah diajakin ke pasar barang antik dan rasanya nggak ada bekas ingatan apapun yang tertinggal. Pas sudah gedhe aku yang pecinta sejarah dan budaya ini jelas nggak akan menolak diajakin blusukan dan berburu barang – barang antik di Pasar Triwindu di kota Solo.

Menurut literatur yang aku baca Pasa Triwindu ini sudah ada di kota Solo sejak tahun 1939, cukup lama juga ya Sahabats. Dan uniknya pasar ini survive mengikuti perkembangan jaman, justru makin menarik untuk dijelajahi dan jadi salah satu wisata andalan kota Solo. Yup pasar Triwindu sudah mengalami beberapa kali renovasi jadi sekarang makin nyaman untuk dikunjungi.

Pasar triwindu solo

Surganya Pecinta Barang Antik

Sejak awal berdirinya memang pasar Triwindu ini punya kekhasan sendiri Sahabats, yaitu hanya menjual barang-barang antik. Jenis barangnya beragam banget dari mulai kain batik kuno, koleksi kaset tua, lampu gantung, hiasan dinding, kamera tua, TV lama, perabot rumah tangga, You name it lah sahabats. Kalau Sahabats pernah denger ungkapan, “Something gets better with age,” nah di pasar Triwindu kalimat ini bisa dibuktikan. Semakin tua barangnya akan semakin menarik dan mahal pula harganya.

Buat Sahabats yang mau berburu barang antik di Pasar Triwindu ini harus sabar ya, jangan lapar mata secara semua barang disini tuh lucu-lucu dan menggemaskan. Ada baiknya kalau Sahabats bikin list deh barang apa yang pengen dibeli supaya nggak kalap. Ada barang yang memang antik dan sudah bekas tapi ada juga barang baru yang dibuat serupa antik, jadi harus jeli jangan sampai tertipu ya Sahabats.

 

Pasar triwindu solo

 

Pasar triwindu solo
Salah satu hasil buruanku

Hari Sabtu tapi suasana pasar terbilang sepi, mungkin karena lagi mendung ya. Harapanku sih memang karena cuaca bukan karena kecenderungan traveler Indonesia yang nggak tertarik sama wisata budaya dan lebih suka sama wisata kekinian yang agendanya nggak lebih cuma pepotoan dong. Hiks .. aku tuh sedih lho liat esensi traveling yang bergeser jadi ajang pamer foto semata, padahal banyak banget hal positif yang bisa diambil dari kegiatan traveling.

Selain kami berempat, cuma ada dua pengunjung dan beberapa traveler bule yang jelas banget antusias mengelilingi pasar sambil berburu barang antik. Kami sendiri nggak mengagendakan berburu apapun disini sih, cuma pengen blusukan ke pasar Triwindu aja sambil berburu foto. Kalau memang sesuatu yang lucu dengan harga yang murah ya kenapa nggak dibawa pulang kan? hehehe.

Pasar triwindu solo
Nadia lg asyik menikmati barang antik

 

Bargaining is a must skill

Setelah muter sekian lama, bahkan naik ke lantai dua, kami dapat banyak banget, tapi dalam wujud foto hahaha. Asli seru banget lho cari objek foto di Pasar Triwindu ini Sahabats, barang antiknya tuh masih terjaga baik kondisinya jadi wajar aja kalo harganya lumayan mahal. Jujur aja skill bargainingku tuh ancur banget jadi rada kesulitan ketika nawar barang ke penjual. Tapi lumayan lah dapat gelas dan ceret seng buat nambah koleksi properti foto.

Oya aku juga sempet ngobrol sama seorang bapak (lupanamanya) penjual di Pasar Triwindu. Beliau sudah jualan disini sejak tahun 1950an lho, awet tenan ya. Menurut pengakuan beliau, meskipun nggak setiap hari ada pelanggan, ya lumayan lah pemasukannya untuk biaya hidup. Hebat ya dedikasinya. 🙂

Pasar triwindu solo
Sang penjual barang antik

 

Pasar triwindu solo
Kain batik kuno

Mungkin bagi traveler yang kurang suka wisata budaya, Pasar Triwindu ini memang nggak menarik tapi di kalangan traveler asing pasar ini punya daya tarik yang nggak terelakkan. Mereka bisa duduk berjam-jam mengamati secara detail barang antik yang dijual disini dengan penuh antusias, jadi nggak heran deh kalo [asar Triwindu masuk top list destination di Solo.

Pasar triwindu solo

Kalau Sahabats suka wisata sejarah dan budaya harus banget ya mampir ke Pasar Triwindu. Supaya acara blusukan dan belanjanya makin kece, aku kasih Tips Berburu Barang Antik ya:

  1. Cek Keaslian Barang. Kalau memang Sahabats nggak paham coba browsing atau ajak kolektor barang antik deh. Jangan sampai udah beli mahal ternyata malah barang repro, sedih kan
  2. Tanyakan pada penjual bagaimana cara merawat barang antik tersebut supaya tetap terawat.
  3. Bandingkan harga antara penjual satu dan lainnya. Harus sabar dan telaten ya Sahabats supaya dapat barang antik yang bagus.
  4. Seperti yang kubilang di atas tadi Sahabats, harus jeli dan pinter nawar ya.
  5. Cek kualitas dan harga (terutama untuk barang elektronik dan furniture)
  6. Berburulah barang antik di tenpat yang terpercaya seperti Pasar Triwindu atau apsar barang antik di Surabaya yang memang punya reputasi baik.

Semoga tips di atas tadi bermanfaat ya Sahabats. Selamat blusukan dan berburu barang antik di Pasar Triwindu, Solo

Be Sociable, Share!

6 Replies to “Jatuh Cinta Pada Pasar Triwindu, Solo”

  1. Aku ke Pasar Triwindu cuma window shopping, gitu aja udah seneng karena barangnya lucu dan unik

  2. Belum pernah ke pasar twiwindu, dulu kalau ke solo cuma ke btc sam pgs aja heuheu

  3. Belum peenah kesini tapi sudah sering denger cerita dan foto kerwn teman-teman yang datang kesana..jadi pengen kesana juga

  4. Wow, batik kuno ini yg ga ada di kota lama ya..

  5. Dapet barang apa aja Mbaa di Triwindu…aku tiap ke Solo blm kesampaian buat main ke sini…pingin cari2 cangkir2 enamelnya

  6. Menarik banget ya Mbak nemu yang serba unik di pasr Triwindu. Biasanya aku cari gelang kalung unik, ada nggak ya? Lihat barang2 antiknya mupeng banget.

Leave a Reply