Nostalgia di Pasar Klitikan

Assalamualaikum Sahabats

Yesterday is history. Tomorrow is mystery, but today is a gift.

Sahabats pernah dong mendengar quote di atas? Masa lalu itu bagian dari sejarah. Bagi sebagian orang masa lalu itu dibuang jauh-jauh dan dilupakan. Masa lalu bukan hal yang menyenangkan untuk diperbincangkan. Ada benarnya juga sih tapi kan banyak hal yang bisa diambil bahkan sekedar memori indah dari benda-benda dari sepenggal kisah dari masa lalu kita.

 

Aku pecinta sejarah terutama bangunan-bangunan tua. Setiap kali menikmati keindahan mereka ada rasa penasaran akan kisah mereka di masa lalu. Kerinduan akan cerita masa lalu inilah yang membawaku lagi-lagi menginjakkan kaki di kota lama Semarang. Sebuah sudut kecil diluasnya kota Semarang yang masih menyimpan sisa-sisa cerita akan kejayaan kota Semarang di masa lampau.

Tak hanya gedung-gedung tuanya yang kini sebagian besar sudah beralih fungsi menjadi tempat wisata dan café, tiap sudut-sudut jalan pun punya cerita yang unik. Dahulu kota lama adalah jantungnya kota Semarang yang dikenal dunia dengan Little Netherland. Saat ini beberapa gedung masih berdiri kokoh, Gereja Blenduk adalah salah satunya.

Gereja Protestan pertama di Semarang ini masih berdiri kokoh sejak pertama kali dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di tahun 1753 dan hingga kini keindahannya bahkan menjadi trade mark kota Semarang sampai saat ini. Gereja Blenduk tak pernah kehilangan penggemarnya, apalagi sejak Pemerintah Kota Semarang mempercantik Taman Srigunting yang berada persis di samping Gereja Blenduk. Semakin banyak orang datang untuk sekedar duduk dan berbincang di seputaran Taman Srigunting sambil sesekali ber selfie di sana sini.

Persis di samping Taman Srigunting  ada sebuah pasar kecil yang mengingatkanku akan Pasar Triwindu di Solo. Pasar yang menjual berbagai macam jenis barang antik dari berbagai daerah di Indonesia dengan harga yang lumayan terjangkau.

 

Pasar Klitian di Kota Lama Semarang ini memiliki konsep yang sama meskipun tak seluas dan selengkap pasar Triwindu. Sebagai pecinta sejarah, menyusuri Pasar Klitian ini sangat mengasyikkan buatku. Sambil menikmati barang-barang antik, sesekali senyumku tersungging melihat barang-barang yang begitu familiar di masa kecilku sembari bernostalgia mengenang masa kecil yang menyenangkan. Gimana nggak happy lihat novel Agatha Christie yang sangat kugemari ditawarkan dengan harga yang murah. Setelah tawar menawar dengan penjual akhirnya novel tua ini siap menjadi salah satu penghuni rak bukuku. Yaaaayyy… 🙂

Selain koleksi novel kuno, berbagai barang tersedia disni seperti barang kebutuhan rumah tangga berupa barang bernilai seni untuk hiasan rumah, asesoris perlengkapan rumah tangga seperti piring antik, lampu, cermin, frame foto, lukisan, keris, patung lemari, pakaian, setrikaan yang menggunakan arang.

Ada pula berbagai jenis koin kuno, pesawat telpon dengan berbagai model, kamera antik lengkap dengan aksesorisnya, Gramafon antik dari Eropa berserta piringan hitamnya, sepeda mulai tahun 1930, berbagai macam wayang, patung, dan masih banyak lagi lainnya. Barang antik ini ada yang sudah bekas dan ada pula yang dibeli dari tangan kolektor. Semua menanti pembeli yang akan membawa pulang barang ini untuk melengkapi koleksi atau sekedar menghiasi rumah.

Para kolektor barang antik pastinya dimanjakan dengan berbagai koleksi barang antik yang dijual di Pasar Klitian ini. Mereka bahkan tak segan mengeluarkan uang yang lumayan besar untuk bisa membawa pulang barang antik yang jadi incaran mereka tersebut. Seperti seorang bapak yang berdiri disampingku, dia begitu bersemangat dan getol menawar sebuah kamera tua untuk melengkapi koleksinya. Kebayang pasti bapak ini penggemar berat fotografi dan punya banyak koleksi kamera di rumahnya.

Menawar adalah Kuncinya

Memang kunci berburu barang antic di Pasar Klitian adalah kemampuan menawar yang lihai. Para pedagang menawarkan barang dagangannya dengan harga yang cukup tinggi terutama bila kondisi barang masih baik dan memang disitulah seninya berbelanja di pasar tradisional. Cobalah tawar setengah dari harga yang ditawarkan penjual sahabats. Cobalah bertahan atau naikkan sedikit demi sedikit. Kalau perlu jual mahal sedikit nggak apa-apa lah. Berlagak kita nggak terlalu pengen barang incaran kita. Pedagang biasanya akan memanggil kita kalau memang setuju dengan penawaran kita. Kalau pedagang masih ngeyel juga coba naikkan lagi sedikit. Pelan-pelan sampe menuju kata sepakat. Sabar dan telaten adalah kuncinya heheheh…. 🙂

Sebuah cara sederhana untuk menghabiskan sore di kota lama Semarang. Duduk bercengkerama bersama sahabat dan keluarga sembari menikmati gedung-gedung tua nan eksotis dan diakhiri dengan perburuan barang antic di pasar Klitian. Bahagia ternyata memang sangat sederhana bentuknya.

Masa lalu memang sudah berlalu namun tak bisa diubah, dibuang, bahkan dihapuskan karena mereka adalah bagian dari kehidupan kita. Semoga kota lama Semarang selalu terjaga keindahannya meskipun sudah banyak beralih fungsi dan kian banyak dikunjungi orang.

Be Sociable, Share!

42 Replies to “Nostalgia di Pasar Klitikan”

  1. Nek meh rono karo pean yo mbak. Ben ditawar dengan harga sahabat hehe

    1. siyaaaapppp

  2. Berkali2 jalan2 sore disini emg ga ngebosenin mbak, selain liat barang2 kuno yg dipasarkan itu. Aku jg seneng liat pengunjung yg dr look nya keliatan dari luar kota. Seneng aja liatnya, kota semarang bisa menyambut mereka 😀

    1. toss mas…menikmati sore yug sederhana sambil liat barang antik yg lucu emang asyik ya

  3. Itu di foto keempat dari bawah itu telepon umum (oranye) beneran di sana ada yg jual? Wowww…

    1. ada dong..mo beli

  4. Suka quote nya.. “Yesterday is history. Tomorrow is mystery, but today is a gift.”

    1. Muna Sungkar says: Reply

      yup…aku pun sukak

  5. quotenya mengingatkanku pada kartu nama lucu yang pernah aku buat dulu kaak. kalau aku ke semarang jangan lupa ajak2 kesini ya kak mumun

    1. Muna Sungkar says: Reply

      sip… ditunggu ya dek

  6. Aku sering ke daerah itu tapi blm pernah mampir ke pasar klithikan. Kapan-kapan mampir, ah

    1. Muna Sungkar says: Reply

      ikoooootttt 😛

  7. Daku akhirnya bisa mampir ke Kota Lama Semarang, walau pun cuma sebentar 🙂
    Suatu hari harus lebih lama di sini, penasaran banget sama Pasar Klitikan ini.

    1. Muna Sungkar says: Reply

      lain kali ke kota lama pas sore mbak injul jadi nggak panas betah deh pokokknya

  8. kalau di Pekalongan ini pasar senggol…memanjakan mata banget lihat barang2 jadul

    1. Muna Sungkar says: Reply

      di daerah mana nay? kapan2 kalo ke pekalongan pengen mampir

  9. disana ternyata ada juga yang mirip2 pasar triwindu seperti ini, padahal aku kemarin waktu ke semarang lewat terus..

    1. Muna Sungkar says: Reply

      triwindu lebih komplit mas tapi

  10. huwwwooo, deeply noted spot nih.
    duh, mugio ra nganti lali yen ngepasi mudik Semarang.

    suwun sanget ulasan komplite..

    1. Muna Sungkar says: Reply

      tak terke mbak jalan2 rene 🙂

  11. Set kursi tamunya itu naksir banget.

    1. Muna Sungkar says: Reply

      lucu ya mbak..aku ya pengen je

  12. Aku tahun lalu terakhir ke sini Mom, temenku beli sepatu booth.
    Dan dia pinter banget nawarnya, awalnya penjual ogah jadi boleh hahahha emang ya kudu pinter nawar kitanya.

    1. Muna Sungkar says: Reply

      ya sama kek belanja di pasar tradisional lah mbak skil nawar tu paling penting

  13. Aku baru mampir ke pasar barang antik sabtu lalu mbak mun, pasar klitikannya yang barang antik juga kah, atau sama yang ini, pas pagi itu mah pada digembok, ini sorekah?

    1. Muna Sungkar says: Reply

      iya mbak sekarang bukanya sore sampe malam

  14. Berarti saya harus belajar nawar dulu nih biar dapet harga yg pas di kantong, scara nggak jago nawar, hihi.. anw di jogja juga ada pasar klitikan mba, sudah pernah kesana juga kah?

    1. Muna Sungkar says: Reply

      iya kah mbak? di daerah mana di yogja? pengen ih kesana

  15. syaa juga suka wisata sejarah dan bangunan tua:). Dulu mampir kota lama cuma bentar pas udah malem banget. Cuma foto2 dikit. Pengen eksplore siang2 gini deh. Moga kesampean.

    1. Muna Sungkar says: Reply

      enaknya sih sore jadi nggak panas

  16. Udah bbrp kali main ke sana, kdg beli kadang njual…hihihi soalnya ngumpulin pernak pernik antik juga

    1. Muna Sungkar says: Reply

      baru tau mbak nia kolektor barang antik juga. koleksi apa mbak?

  17. Wah, buat properti pepotoan keren nih ya, Mbak. Piring2 sengnya, gelas, cucok. Itu setiap hari buka dan ramai gitu ya?

    1. Muna Sungkar says: Reply

      sekarang tiap sore buka mbak…iya aku juga naksir tuh gelas2nya

  18. Wah ada buku lamaa…. kalau mau ke sana kudu naikin skill nawar dulu nih, Mbak Mun..

    1. Muna Sungkar says: Reply

      iya mbak biar bisa dapat banyak barang bagus hehehehe

  19. semoga kalau ntar main ke semarang bisa ke pasar Klitian

    1. Muna Sungkar says: Reply

      harus banget mampir

  20. Wah saya mau berkunjung ke sana, kota lama dengan bangunan yg antik . .

    1. Muna Sungkar says: Reply

      harus mas

  21. Lha itu paling sedih kalo tawar menawar. Paling takut “keblondrok” kalo mo nawar 🙂

    1. Muna Sungkar says: Reply

      aku yo jane ga seneng klo suruh nawar2 gitu mbak..enak yg pasti aja

Leave a Reply