Pengalaman Traveling Bersama Bayi Selama Tahun 2017

Assalamuaikum Sahabats …

Kalau ditanya bagaimana Sahabats menggambarkan kehidupan kalian di tahun 2017 lalu, Sahabats akan jawab apa? Namanya kehidupan pasti ada ups and downs nya ya. Seperti juga pengalamanku di tahun 2017 lalu. Tapi salah satu hal yang aku syukuri adalah masih diberi rezeki dan kesempatan untuk traveling bersama keluarga. Yes traveling with baby is so much fun. 🙂

Waktu Nadia masih bayi dulu aku udah sering traveling sih tapi sama sekali nggak terbayang akan jadi blogger jadi banyak cerita yang nggak diabadikan. Nah sekarang ada baby K, keinginan traveling dan mengabadikannya dalam postingan blog besar banget. Aku pengen berbagi dan kasih semangat untuk orangtua di luar sana supaya berani membawa bayi dan anaknya ikut traveling. Membuat quality time selama perjalanan yang kelak akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Sejak awal 2017 aku udah niat banget mau bawa baby K traveling ke tempat-tempat indah di Indonesia, termasuk juga niat bikin paspor buat baby K dan membawanya traveling keluar negeri. Rencana kami ke negara tetangga aja sih, Singapore. alasannya karena banyak tiket promo dan Singapore adalah negara yang sangat ramah anak.

Qadarullah tahun 2017 cobaan demi cobaan menimpa keluarga kami. Setahun kemarin usaha ternak ayam abang kena virus. Ratusan ayam mati setiap harinya dan kami rugi puluhan juta. Sampai 4 periode dengan segala cara membunuh virus dan belum juga teratasi. Bisa dibilang keuangan kami babak belur. Boro-boro mikirin traveling, bisa bayar  utang dan survive dari hari ke hari aja  udah syukur alhamdhulilah. Tapi di atas semua cobaan itu ada aja rejeki yang Allah titipkan dari pintu yang nggak disangka-sangka. Walaupun nggak bisa merealisasikan mimpi traveling keluar negeri, sesekali masih bisa lah bawa anak-anak jalan dan sejenak melupakan ujian hidup yang melelahkan.

Balik lagi ke niat utama traveling buatku,  bahwa bukan tujuan yang terpenting dalam traveling tapi kebersamaannya. Kemanapun destinasinya asalkan dijalani dengan bahagia, pasti menyenangkan kok. Seperti pengalaman traveling kami bersama baby K yang destinasinya cukup dekat tapi tetap bikin happy.

1. Menikmati Long Weekend di Malang

Pertama kali traveling dan langsung lintas provinsi. Saat itu baby K masih belum genap 4 bulan. Duit di kantong cuma seiprit tapi Abang kangen sama satu-satunya kakak yang tinggal di Jawa. Ya wes bismilah diniatkan silatirahmi plus melepas kangen sama kota Malang. Alhamdulillah selama perjalanan baby K nggak rewel, lebih banyak tidur malahan. Kami pun jadi slow traveler aja, mengikuti jam nya baby K.

Nggak banyak tempat yang kami datangi karena tujuannya memang ketemu kakak di Malang. Cuma muterin kota Malang dan mampir ke alun-alun kota Batu karena aku kangen sama susu sapinya hehehhe…

 

emak ga ada ayu2nya apalagi pake gendongan batik gini. wes ben yg penting emak dan anak nyaman 😛

2. Staycation Pertama Baby K di The Wujil

Merayakan ulang tahun abang di bulan April 2017 lalu kami putuskan untuk staycation. Cari hotel yang deket aja tapi tetep asyik dan pilihan jatuh pada The Wujil, di Ungaran. Aku pilih The Wujil karena lokasinya dekat, ada Playground yang cukup luas dan kolam renang yang pastinya bisa memuaskan dan menghabiskan energinya Nadia. Dengan banyaknya aktivitas di dalam hotel kami nggak perlu lagi keluar hotel untuk cari kegiatan. Cukup menikmati suasana hotel yang memang Instagramable banget.

Baby K? Seperti biasa, kemanapun perginya si baby mah asyik aja. Kalo pas melek ya ikut main sama kakak, kalau waktunya tidur ya balik ke kamar buat ngelonin baby K. Pokoknya Rutinitas baby K tetap berjalan seperti biasa lah.

The Wujil Hotel
baby K di the Wujil

 

3. Liburan ke Solo

Kebetulan pas ada sepupu nikah di Solo kami pun memutuskan sekalian jalan-jalan dan staycation di Solo. Oya kami juga bayar hutang janji ke Nadia untuk naik bus wisata Werkudara keliling Solo. Si kakak emang udah lama pengen nyobain bis wisata ini.

Liburan kami habiskan dengan staycation di Aston Solo dan Minggu paginya naik bus Werkudara. Si kakak seneng banget, begitu juga baby K yang pertama kali ngerasain naik bis. Oya baby K udah mulai jalan jadi selama perjalanan dia maunya jalan aja, nggak bisa diem banget deh. Untuk mengalihkan perhatiannya kami duduk di depan sendiri supaya baby K bebas menikmati pemandangan kota Solo.

Kakak Nadia naik bis Werkudara

 

 

Aston hotel solo
staycation di Aston HOtel Solo

 

4. Ngadem di Taman Bunga Celosia

Menutup tahun 2017, kami sempet main ke Taman Bunga Celosia di Kabupaten Semarang. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun Nadia. Katanya Nadia nggak usah dikasih hadiah deh cukup diajak jalan-jalan aja. Wah ini mah cucok lah hehehhe… Jadilah akhirnya hari itu Nadia bolos (kebetulan udah nggak ada pelajaran tinggal nunggu terima raport) dan kami sekeluarga pergi ke Taman Bunga Celosia.

Tempat wisata ini belum lama buka tapi udah rame pengunjungnya secara memang Instagramable banget. Jelas tempat sekeren ini nggak kami sia-siakan untuk foto. Awalnya kami pengen bikin foto keluarga disini sayangnya baby K beneran nggak bisa diem. Tiap mau diajak foto ngamuk karena maunya jalan bahkan lari sana-sini. Akhirnya si kakak aja yang foto-foto ama papanya sementara emak sibuk ngejer baby K kesana kemari. Duuhh dek … Emak sih cuma berharap bisa segera langsing aja lah kalo begini caranya.

Emak lelah mengejar bayik di Taman Bunga Celosia

Sebenernya masih ada beberapa cerita jalan-jalan kami selama tahun 2017 sih tapi kebanyakan di kota Semarang dan Kabupaten Semarang aja. Bisa jalan-jalan walaupun deket dan bisa tetep ngirit itu memang membahagiakan hahahah. Tahun 2017 yang penuh perjuangan tapi Alhamdulillah tetep dikasih rejeki sama Allah buat traveling sama keluarga. Bisa mewujudkan keinginan bawa  baby K traveling dan memenuhi janji sama Nadia naik bis  Werkudara. Acara traveling kami destinasinya biasanya aja bahkan nggak ada yang spesial, tapi kami menikmati semuanya. As long as we are together there’s nothing else matters.

Semoga tahun 2018 ini lebih baik lagi dan kami bisa lalui cobaan dengan sabar dan tawakal. Semoga Allah tetap kasih rejeki untuk bisa traveling bareng anak dan suami dengan destinasi yang lebih oke insyaallah.

Jadi gitu deh ceritaku di tahun 2017. Kalau mbak Mechta dan Nuzha, selama tahun 2017 kemarin udah pada traveling kemana aja nih?

Foto keluarga yg sungguh sangat embuh hahahha…

 

 

Be Sociable, Share!

7 Replies to “Pengalaman Traveling Bersama Bayi Selama Tahun 2017”

  1. Alhamdulillah ya mba masih bisa menikmati traveling bareng klg, seneng lihatnya..smg 2018 lebih baik lagi dalam segala hal yaa mba, Aamiin

  2. Asyiknya baby K suka jalan-jalan. Semoga tahun 2018 tetep doyan jalan-jalan.

  3. Alhamdulillah mbak kebersamaan adalah yang terpenting semoga selalu sehat dan diberikan kelapangan rizki sehingga bisa travelingan terus ya.. Amin

  4. Seru buat bounding ikatan antara ibu dan anak.. Intip blogku dong

  5. Enak ya kalau bayi diajak traveling nggak rewel 🙂 . Kalau saya belum banyak dapat kesempatan traveling bersama keluarga, nih mbak.

  6. traveling sama bayi emang rempong tp hepi hihihi

  7. wah si kecil jalan2 terus (salam dri admin Ujaeybob)

Leave a Reply