Satu Resolusi Untuk Kebahagiaan Paripurna di Tahun 2018 dan Seterusnya

Assalamualaikum Sahabats ….

Setiap kali mendekati pergantian tahun pertanyaan yang seringkali muncul adalah soal Resolusi tahunan. Apa saja sih yang mau kita lakukan di tahun 2018 nanti? Atau sudahkah ada resolusi tahun ini yang terealisasi? Melihat list resolusiku yang sebagian besar gagal, rasanya aku butuh introspeksi diri. Reslosiku yang ketinggian atau aku nya yang nggak termotivasi?

Eyang Walt Disney pernah bilang, “if you can dream it, you can do it.” Kalimat itu aku yakini banget. Kita berhak dan memang harus bermimpi setinggi mungkin toh mimpi itu gratis. Tapi mewujudkan mimpi kita itu memang bukan hal yang mudah bahkan butuh perjuangan. Nah pertanyaannya apakah aku sudah cukup berjuang?

Sedikit kilas balik di tahun 2017 ini, rasanya memang nggak banyak yang aku raih. Boleh dibilang lebih banyak cobaan dan kegagalan yang aku rasakan di tahun ini yang tanpa aku sadari bikin semangatku sempat drop di titik nol.

 

Ketika Mimpi Berbenturan Dengan Kenyataan

Awal tahun 2017 aku kembali mengajar setelah cuti melahirkan. Aku masuk dengan semangat 45, yakin insyaallah tahun ini janji menjadi dosen tetap akan terwujud. Nyatanya drama demi drama yang terjadi di kantor bikin aku baper. Karier yang sudah kurintis cukup lama rasanya makin nggak jelas. Banyak kejadian nggak mengenakkan yang membuatku sempat berpikir aku nggak cukup baik dan kompeten untuk mengajar di universitas tempatku mengabdi.

Di luar si mencoba tegar tapi kok lama kelamaan kerja jadi nggak semangat dan gampang baper. Belum lagi cobaan dari usaha suami. Sudah setahun lebih abang mulai usaha ternak ayam potong. Awalnya berjalan cukup lancar sampai tahun ini kena ujian dari Allah. 3 periode ayam kami kena virus dan ribuan mati mendadak. Bayangkan kerugian yang harus kami tanggung. Praktis kami nggak ada pemasukan sama sekali. Cobaan yang cukup berat buat keluarga kami.

Cobaan dan ujian ini bikin hati resah dan akhirnya gampang sakit. Aku kena flu yang nggak ada  habisnya. Suami flu aku ketularan. Baru sembuh, Nadia flu aku ketularan. Giliran baby K sakit, aku pun ketularan lagi. Terus saja virus flu bersarang di badanku dan akhirnya asmaku kumat. Ujungnya jadi bersuudzon sama Allah. 🙁

 

Best price calendar traveloka
Bersyukur itu kunci kebahagiaan

 

Sudahkan Aku Bersyukur?

Bersyukur ketika banyak rezeki pastinya mudah ya, tapi kalau bersyukur di saat susah? PR banget buatku. Akhirnya setelah banyak pertimbangan dan doa, aku putuskan resign dari pekerjaanku. Aku ikhlas melepas impian jadi dosen dan memilih jadi ibu rumah tangga yang aktif ngeblog. Qadarullah surat pengunduran diri belum kuserahkan, datang tawaran mengajar di tempat baru. Siapa sangka aku yang sebelumnya merasa minder karena disepelekan di tempat lama justru bisa membuktikan yang sebaliknya. Ternyata untuk bangkit dari keterpurukan yang dibutuhkan hanya bersyukur.

Dari ujian demi cobaan yang aku terima tahun ini, aku belajar bahwa kunci kebahagiaan dan kesehatan manusia adalah alam bawah sadar atau pikiran kita. Ketika kita ikhlas menjalani semua ujian hidup tetap dan berbaik sangka pada Allah, akan ada pintu kemudahan yang dibuka oleh Allah. Awalnya aku kemrungsung dan merasa hidup ini nggak adil. Setelah aku berdamai dengan kenyataan dan bersadar sepenuhnya pada Allah, ada keajaiban dan kemudahan yang muncul. Hati yang tenang membuat penyakit yang tadinya betah di badan berangsur hilang.

Semua resolusiku di tahun ini gagal total tapi aku dapat pelajaran berharga bahwa kebahagiaan hidup itu kita sendiri yang menentukan. Semakin kita berpikir positif dan berbaik sangka pada Allah, maka semakin mudah pula semua urusan kita.

Resolusi 2018

 

Be Happy and Healthy

Cukup dua hal sederhana ini yang akan jadi reslosiku di tahun 2018. Hati yang ikhlas dan bahagia akan membuatku semangat menjalani hidup dan yakin ada Allah yang menuntun dan memudahkan semua urusanku. Aku nggak akan stres lagi mikirin proposal penelitianku yang nggak kunjung ACC. Nggak kan baper lagi kalau kalah lomba blog, Aku nggak akan menyalahkan Abang kalau hasil kandang kami belum maksimal. Tetap semangat meskipun baby K sudah mulai masuk fase GTM, hiks.  Yakin aja kalau semua akan indah pada waktunya.

Nah kalau hati sudah dikondisikan untuk selalu ikhlas, tahap kedua adalah menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Seperti kata pepatah, Di dalan jiwa yang bahagia terdapat tubuh yang sehat. Betul nggak sahabats? Nah untuk menjaga stamina tubuh tetap fit, mulai tahun 2018 aku akan memperbaiki pola hidupku. Aku pengen rajin olahraga dan rutin minum vitamin.

Dulu aku pikir cukup lah minum vitamin C, terutama pas badan nggak fit. Ternyata salah pemirsa!! FYI, agar tubuh manusia dapat bekerja maksimal banyak vitamin dan zat tambahan yang kita butuhkan, jadi nggak cuma vitamin C. Kekurangan vitamin dapat membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan gizi yang pada akhirnya membuat tubuh kita jadi rentan terkena penyakit. Sempet bingung memilih suplemen sampai akhirnya aku ingat pasca operasi Caesar, Sp.Og ku meresepkan Theragran M yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.  Kandungan dalan Theragran M juga membuat kandungan ASI ku jadi lebih baik pastinya.

Theragran M

 

Ada beberapa alasan kenapa aku mantab untuk kembali mengonsumsi Theragran M. Alasan pertama dan paling penting, Theragran M sudah bersertifikasi halal dari MUI, jadi insyaallah aman dikonsumsi. Kedua kandungannya super duper lengkap. Theragran M berbentuk tablet yang di dalamnya mengandung Calcium Pantothenate, Magnesium Carbonate, serta kombinasi vitamin A, B, C, D, dan E. Oya kapsul Theragran M ini mengandung salut gula jadi rasanya manis.

Sejak puluhan tahun lalu para dokter sudah meresepkan Theragran M karena terbukti sebagai vitamin yang dapat mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Apalagi di cuaca yang lagi nggak bersahabat seperti sekarang, aku aku butuh vitamin yang membantuku tetap fit supaya bisa beraktivitas maksimal di rumah dan di kampus. Sebagai seorang ibu yang multitasking berharapnya kalau sakit jangan kelamaan lah. Nggak mau lagi deh mengalami never ending flu seperti kemarin.

Theragran M

 

Bahagia dan sehat, itu harapan dan resolusiku di tahun 2018. Kalau sudah mengantongi keduanya, insyaallah semua target dan impian akan lebih mudah tercapai. Semoga apapun resolusi dan impian kita di tahun depan terlaksana ya Sahabats. Kalau Sahabats punya resolusi apa tahun 2018?

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

 

 

Be Sociable, Share!

6 Replies to “Satu Resolusi Untuk Kebahagiaan Paripurna di Tahun 2018 dan Seterusnya”

  1. Semoga sehat selalu yaa muna sekeluarga, aamiin..

  2. Ya Allah mbak, baca tulisannya aku juga jadi banyak introspeksi. Syukur, khusnudzon, & yg terpenting meminta ridho Allah dalam merencanakan/berbuat sesuatu.

    Semoga 2018 menjadi titik balik terbaik ya mbak. Aamiin

  3. Tetap berbaik sangka pada Allah mbak mun, setiap episode hidup ini ada hikmahnya, baik susah atau senang sudah takdir Ilahi, bener ikhlas, sabar, tawakal dan tetap bersyukur, semangat dan semoga selalu Sehat ya 😀

  4. iyes mak, be happy and healthy aja udah lebih dari cukup.
    moga mengalir rejaki yang berkah dan selalu sehat buat mak muna sekeluarga, aamiin

  5. Bersyukur ketika banyak rezeki pastinya mudah ya, tapi kalau bersyukur di saat susah? PR banget buatku.

    subhanallah… aku merasakan hal yang sama, sampai mudah suudzhon 🙁 hiks
    untung cepat tersadar mbak Muna. Syukur dan ikhlas kunci emas ke semua pintu ya

  6. Aamiin, semoga semua Resolusi mbak Muna di tahun 2018 mendatang bisa tercapai yaa.. 🙂

    Iya bersyukur saat kita dalam kondisi di bawah memang sulit justru mengeluh terus ya, hehe. Tantangan banget buat saya juga nih untuk tidak mengeluh saat sedang kekurangan..

    Meskipun setiap membuat resolusi selalu gagal, tapi saya tetap membuat juga sebagai penyemangat mbak. Meskipun resolusi saya dari tahun ke tahun juga secara garis besar sama saja. Kalau kita punya harapan pasti akan ada keinginan untuk mencapainya kan ya mbak, daripada nggak ada target sama sekali, hihi..

Leave a Reply