Tokopedia Roadshow Semarang 2015, Gali Minatmu, Ciptakan Peluangmu

Tokopedia Roadshow Semarang 2015, Gali Minatmu, Ciptakan Peluangmu

Assalamualaikum …

Alhamdhulilah … seneng banget deh akhirnya Tokopedia Roadshow nyampe Semarang. Awalnya sempet khawatir acara keren ini nggak mampir di Semarang, secara biasanya Semarang seringkali terlupakan. Sedih banget. πŸ™ So begitu tahu Tokopedia Roadshow ini mampir di kota tercinta langsung deh daftar dengan semangat 45. πŸ™‚

Minggu 2 November 2015, jam 7.50 dengan cantiknya aku sampai tekape. Antrian sudah mengular diluar sana, tapi untungnya ada special tempat untuk para awak media dan blogger. Merasa spesial deh jadi blogger. πŸ˜‰ Begitu memasuki gedung Prof Soedarto di Undip rasanya seperti flash back ke sepuluh tahun lalu pas wisuda S1. Jangan tanya umurku sekarang berapa ya!! (pasang wajah sangar) Di gedung ini jugalah pertama kalinya aku mneyandang gelar S.S (Sarjana Sastra) di dampingi mama dan papa. πŸ™‚

Satu hal yang bikin aku salut sama Tokopedia adalah mereka menggandeng UKM Research and Business nya Undip untuk menggelar event keren ini. Hal ini juga menunjukkan betapa mereka ingin menularkan semangat berwirausaha pada anak muda. Udah nggak zaman lagi sekarang nyari kerja, sekarang saatnya membuka lapangan kerja. Menciptakan peluangmu dari passion yang kita miliki.

sang ketua UKM Research and Business memberi sambutan
sang ketua UKM Research and Business memberi sambutan

 

Personally, temanya kena banget di hatiku karena ada passion yang saat ini sedang dengan sabar dan penuh semangat aku tekuni. Yups nulis dan traveling, yang keduanya disatukan dalam blog tercinta ini. πŸ˜‰

Ada tiga narasumber utama dalam event ini; Dedy Dahlan, sang passion coach; Mustika, salah seorang partner atau pengusaha yang menggunakan Tokopedia, dan Leontinus Alpha Edison, co finder dari Tokopedia sendiri. Tokopedia juga menggandeng JNE dan bank Mandiri sebagai partner setia mereka dan para pengusaha online. πŸ™‚

Sebelum acara dimulai, seperti biasa temu kangen dulu dong sama blogger kece Semarang. Kita juga menyempatkan diri berfoto di photo booth yang sudah disediakan panitia. Mumpung masih pagi, bedak masih kinclong, mari kita narsis sejenak hahahaha. πŸ˜›

bersama mbak Ika Puspitasari dan mak Arina yg ternyata adek kelasku ;)
bersama mbak Ika Puspitasari dan mak Arina yg ternyata adek kelasku πŸ˜‰

 

Coach Dedy Dahlan membuka sesi pertama dengan meriah, semangatnya langsung menular pada seluruh penonton termasuk aku. Beliau mengisahkan bagaimana awal beliau memasuki dunia yang menjadi passionnya ini. Awalnya di tentang banget oleh orangtua, namun pembuktian demi pembuktian lah yang akhirnya meluluhkan hati orangtua. Menurut coach Dedy Dahlan passion adalah sesuatu yang timbulnya dari hati, sesuatu yang kita cintai, dan ingin selalu kita kerjakan. Nah passion inilah yang seharusnya jadi pertimbangan utama saat memulai bisnis. Bukan usaha apa yang bisa mendatangkan banyak uang, tapi pilih usaha yang memang sesuai passion kita. Istilah sang coach adalah Passionpreneur. Semua yang dilakukan atas dasar passion yang sungguh-sungguh kita cintai, insyaallah hasilnya akan membahagiakan. Tapi bukan berarti kita nggak akan mengalami kesulitan dan tantangan dalam berbisnis lho, setidaknya karena yang kita kerjakan memang dari hati maka segala kesulitan itu akan kita hadapi dengan lebih baik. Intinya sih semangat, maju terus pantang mundur. Yakinlah selama kita mengerjakan apa yang kita cintai maka kita akan mengunduh kebahagiaan dan keberhasilan. Amiiiinnn…. πŸ™‚

coach Dady Dahlan on fire ;)
coach Dady Dahlan on fire πŸ˜‰

Terasa banget suasana di gedung Prof Soedartho sudah makin memanas. Banyak orang mulai terinspirasi mengejar passion mereka, termasuk aku yang makin yakin untuk menularkan semangat #travelingwithchildren pada banyak orang. πŸ™‚ Supaya semangat makin membara, panitia mengundang mbak Mustika, seorang ibu rumah tangga yang juga berpartner dengan Tokopedia dalam menjalankan usaha monelnya. Kemudahan mengakses Tokopedia dan jaminan keamanan membuatnya yakin berpartner dengan Tokopedia. Dan bener aja guys, dalam hitungan waktu usahanya meroket. Kebetulan juga di dukung trend batu akik beberapa waktu lalu, omset mbak Mustika ini langsung meroket. Ratusan juta per bulan booo …. ngecess berjamaah. πŸ˜›

Kata mbak Mustika udah nggak zaman lagi ibu rumah tangga bengong di rumah atau buka tutup lapaknya. Mendingan buka tutup laptop sambil jualan di Tokopedia. Beeuuhhh… setuju banget lah itu, memaksimalkan sumber daya yang ada tanpa menelantarkan keluarga. Salut deh sama ibu satu ini, jadi kepikiran pengen mewujudkan salah satu impianku sejak dulu. Punya toko pernak pernik traveling. Daripada bingung mikirin modal buka toko kan bisa buka lapak di Tokopedia ya. Gampang dan gratis pula. πŸ™‚

ketiga narasumber Tokopedia Roadshow di Semarang
ketiga narasumber Tokopedia Roadshow di Semarang

Sebagai penutup ada co founder nya Tokopedia, pak Leon yang menceritakan awal mula berdirinya Tokopedia. Simple aja ternyata, keinginan membantu orang lain dan semangat membantu orang lain itulah yang selalu jadi dorongan terbesar Tokopedia. Pantes lah ya, Tokopedia makin berkembang pesat karena memang niatan awalnya itu yang keren banget. Membantu orang lain. Jadi keinget pesen mama yang insyaallah berusaha aku terapkan dalam hidup; “Sesungguhnya ketika kita menolong orang lain itu, kita sedang menolong diri sendiri.” Memang sepele ya rasanya nolongin orang, tapi seperti janji Allah setiap kebaikan, sekecil apapun akan ada balasannya. πŸ™‚

Ahh … what a day! Meskipun Minggu ini nggak ada agenda jalan-jalan, tapi nggak merasa rugi blas deh datang ke Roadshow nya Tokopedia. Bisa silaturahmi sama temen-temen blogger dan dapet ilmu, juga suntikan semangat dari coach Dedy untuk semangat dan nggak pernah lelah mengejar mimpi kita. πŸ™‚

Soooo …. dream high … reach high baby…. :*

kumpul tanpa foto2 itu ibarat makan tanpa sambel :P
kumpul tanpa foto2 itu ibarat makan tanpa sambel πŸ˜›

Be Sociable, Share!

18 thoughts on “Tokopedia Roadshow Semarang 2015, Gali Minatmu, Ciptakan Peluangmu

  1. Aku udah S.Hum Mba, Sastra dah jd FIB waktu aku lulus *nggakpenting

    habis acara aku jd mupeng jualan di tokopedia juga, nggandeng dua adikku yg suka bikin pernak-pernik πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *