Waduk Bajulmati Dulu, Raja Ampat Kemudian

Assalamualaikum Sahabats …

Di hari terakhir liburan kami ke Banyuwangi, ada satu tempat yang sempat kami sambangi. Meskipun waktu kunjungnya bisa dibilang cukup pendek dan rasanya kurang banget mengeksplor tempat wisata satu ini, tapi sejak pertama kali mata memandang hati ini langsung jatuh cinta. Beneran kalau banyak orang beranggapan Waduk Bajulmati itu laksana Raja Ampat KW. Sejauh mata memandang dipastikan kita akan terpesona sama waduk yang keindahannya bak gugusan pulau -pulau kecil di Raja Ampat, Papua.

Hari terakhir kami di Banyuwangi, awan gelap menggelayut di seantero kota. Rupanya musim hujan sudah resmi menyapa kota di ujung Pulau Jawa ini setelah hampir 8 bulan lamanya hujan tiada rimbanya. Aku yakin semua warga Banyuwangi antusias menyambut musim hujan ini, tapi bagi kami ada rasa was – was akan kehilangan moment berharga di kota yang sukses membuat kami berempat jatuh cinta.

Awan sudah makin gelap menutupi wilayah perbatasan Banyuwangi – Situbondo tapi kami tetap kekeuh untuk melanjutkan perjalanan. Pak supir pun hanya mengangguk tanda setuju. Mas Ahmad, supir kami selama di Banyuwangi paham benar kami ingin memanfaatkan waktu dengan maksimal di Banyuwangi. Innova yang kami tumpangi terus melaju membelah gerimis yang mulai turun di desa Bajulmati, kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi hingga akhirnya kami sampai di pintu masuk waduk Bajulmati.

Waduk Bajulmati, Duplikatnya Raja Ampat

Belum ada sesuatu yang menarik perhatian saat kita memasuki pintu masuk Waduk Bajulmati yang berdiri sejak 2015 ini. Seperti gapura pada umunya dengan pemandangan yang standart juga. Oya pengunjung tidak dikenakan biaya masuk di sini cukup bayar retribusi parkir aja, 10.000 untuk mobil.

Masuk ke dalam area Waduk Bajulmati jalan berkelok akan kita temukan sampai akhirnya pemandangan yang sudah kami nanti -natikan muncul juga. This is it! Raja Ampat kawe terbentang di hadapan. Waduk yang luasnya 98.43 km2 ini membentang dari Situbondo hingga Banyuwangi, melalui gunung Baluran dan pegunungan IJen. Dan syukurlah meskipun dihantam musim kemarau yang cukup lama, masih tersisa debit air yang cukup untuk mengairi daerah sekitar waduk.

Selain ramai dikunjungi untuk berwisata, Waduk Bajulmati tentunya berfungsi sebagaimana waduk semestinya. Selain untuk irigasi, konservasi air, keramba ikan, Waduk Bajulmati juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Satu hal yang membuat tampilan waduk Bajulmati beda dengan waduk kebanyakan adalah adanya gundukan – gundukan tanah yang seolah berjajar membentuk pulau -pulau kecil di tengah waduk. Pemandangan yang tersaji tak ubahnya seperti Pulau Misool di Raja Ampat, inilah alasan kenapa pengunjung yang datang kemari jatuh cinta secara instant. Apalagi kalau bisa menikmati sepetak langit senja di sini, serasa di surga pastinya. Sayangnya kami terpaksa melewatkan pemandangan luar biasa itu karena kedatangan kami yang perdana ini disambut rinai gerimis yang manja.

What to do in Bajulmati?

Capek seharian mengeksplor Taman Nasional Baluran, adek Keumala sudah terlelap dipangkuan sejak keluar dari pintu gerbang Taman Nasional. Kasian juga rasanya kalau harus dibangunkan, toh dia belum paham pemandangan syahdu mendayu laksana Raja Ampat ini. Bisa jadi Keumala akan merengek minta mandi dan berenang di dalam waduk. Duhaaaii …. enggak dulu deh dek, persedian baju adek buat hari ini habis sudah. So kami putuskan tak perlu membangunkan si baby kriwil. Kami akan turun bergantian untuk menikmati sore mendung di Waduk Bajulmati.

Setelah kakak Nadia dan papanya puas foto – foto dengan latar belakang Raja Ampat kawe, giliran aku dong. Alhamdhulilah Keumala tidurnya lelap, jadi aman lah aku tinggalin bentar sama kakak di mobil. Setelah memastikan kakak dan adek baik -baik saja di mobil yang di parkir nggak jauh dari puncak Bajulmati, aku melangkah mengikuti fotografer kesayangan. Nurut aja deh disuruh kemana dan pose kek gimana, yang penting dapet foto yang oke kan? ๐Ÿ™‚

Kata mas driver Ahmad si asyik juga mancing di seputaran waduk Bajulmati ini, meskipun ada aturan yang harus dipatuhi. For savety lah ya. Kebayang saat cuaca bersahabat duduk manis sambil mancing ditemani hembusan angin yang semilir sembari menikmati perpadua hijau dan biru dari gundukan pulau kecil dan air di waduk. Aaaiiihh … romantis dan syahdu banget ya pastinya Sahabats, apalagi kalau ada secangkir kopi Ijen di genggaman. So buat Sahabats yang pengen berkunjung ke waduk Bajulmati aku sarankan datang pagi banget atau sore, lepas adzan ashar supaya dapet pemandangan dan suasana yang sempurna.

Kehilangan moment langit senja di Waduk Bajulmati memang cukup bikin hati kami sedih tapi alhamdhulilah nuansa biru dan hijau sejauh mata memandang di Waduk Bajulmati melunasi semua kesedihan. Entah kapan kami bisa menjejak ke Raja Ampat tapi yang jelas kami sudah cukup bahagia banget bisa menikmati sempurnanya duplikat Raja Ampat di Waduk Bajulmati, Kabupaten Banyuwangi.

26 Replies to “Waduk Bajulmati Dulu, Raja Ampat Kemudian”

  1. Penasaraaan aslinya kayak gimanaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ sepi kah mbak disitu? Kok keliatannya cuma ada mba muna and fam aja hihi

  2. Itu kalau gundukannya ijo makin kayak raja ampat yaa… Pokoknya tiap postingan Banguwanginya Mba Muna, aku auto ingin save buat panduan…meski rencananya perginya gatau kapan

    1. Whoaaaa bagus banget tempat tempat wisata dan juga foto fotonya. Mau dong diajak ke sini juga. Eaaaa

  3. Kebayang kalau pas lagi cerah pasti warna-warnanya makin mirip sama Raja Ampat. Jadi mikir asyuk juga road trip kw Banyuwangi nih. Makasii Mak Muna!

    1. Duh jadi makin pengen ke banyuwangi nih. Tapi uda masuk musim hujan ya…

  4. mbak muna sudah melancong ke mana aja nih? tempat-tempatnya selalu keren jadinya aku juga pengen ke sana, biar bisa refreshing ya, jangan depan leptop terus

  5. ini nih yg bkin makin pengen buat ke Banyuwangi huhu, dtunggu cerita lainnya ttg Banyuwangi ya mba

    1. Ini mirip banget dengan bendungan yang ada di Tanggamus Lampung. Plek plek ada pulau2 di tengah danaunya. Syahdu banget ya berasa kayak di Raja Ampat. ๐Ÿ˜‰

  6. Baru tau aku mbak ada Raja Ampat KW segala, hihi. Masyaa Allah, Indonesia beneran kaya dengan keindahan alam ya. Selalu seneng baca cerita travelingnya Mbak Muna.

  7. Subhanallah..bagus banget sih pemandangannya. Fix Bamyuwangi jadi destinasi impian lainnya deh. Sukaaaa deh foto2nya..

  8. Memang pemandangannya syahdu ya Muna, cocok banget untuk piknik sekeluarga, hitung-hitung pemanasan sebelum ke Labuan Bajo original yaa hihihi

  9. Tirami Widyawati says: Reply

    ya Allah cakep banget. Aku kalau lihat spot yang cakep gini suka pengen auto kesana terus buat konten. haha
    Doain ya mba, semoga ami bisa segera kesana di tahun ini. hihi

  10. Bagus dan syahdu pemandangan dan suasananya ya, Muna. Pas banget buat dikunjungi bareng keluarga tersayang.
    Banyuwangi mang keren ๐Ÿ‘

  11. Banyuwangi ini nggak habis2 buat di-explore. Tiap aku baca cerita tentang Banyuwangi, ada aja yg baru aku tahu, termasuk Waduk Abjulmati ini. Duh syahdunya suasananya.

    1. Seru bangeett hihi, banyuwangi ni memang banyak banget yang bisa dikunjungi ya… Jadi oengen ngulangin lagi trip banyuwangi heuuu

  12. Wah, ciamik bgt y mbak waduk bajulmati ini…aku bru denger nih..sekilas mmg mirip raja Ampat ya..

  13. Bagus ya maak aku liat ini yang teringat tu Danau Toba. Itu yang di tengah2 macam pulau2 gitu ya..

  14. Ah akhirnya baca juga cerita Muna dan keluarga di waduk Bajulmati. Cantik ya meski mendung pun tetap kelihatan pemandangannya yang kece. Lebih murah sih secara ongkos kesini dibanding Raja Ampat beneran, wkwkwkk

  15. pengen ke Banyuwangi jadinya.,, nabung dulu biar bisa ke Bajulwati yang rasanya kaya rajaampat. tempatna bags banget ya Allah

  16. Aku belum pernah ke mari mom, indahnya tetap udah lega ya bisa sampai ke sini
    aku juga pengen ah dolan kemari suatu saat aamiin.
    Pemandanganya luar biasa bikin gemes

  17. Pemandangannya bagus tapi panas nggak ya mbal? Soalnya di Purwakarta waduknya besar cuman panas. Bisa nih jadi next destination with fam. Thanks ya

    1. Muna Sungkar says: Reply

      Panas pwool mbak makanya aku sarankan datang pagi2 atau sore sekalian

  18. Wah, nggak nyangka ik di Banyuwangi ada Raja Ampat KW. Kereen banget. Mbak Muna memang pantas jadi junjungan traveler cupu macam aku, wkwwk. Masukin ke list piknik bareng keluarga juga aah.

  19. Namanya unik mba, apa karena lingkungan di sekitarnya tandus ya sehingga dinamakan Waduk Bajulmati?

    1. Muna Sungkar says: Reply

      Sesuai nama desanya mbak, desa Bajulmati

  20. Nggak kebayang kalo pas ke waduk ini, ngepasi momen sunrise atau sunset.
    Pesonanya jadi makin ajib paling ya.

    Semoga bisa nunut mbak Muna, entah kapan bisa main ke sini. Aamiin

Leave a Reply to Mechta Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.