Assalamualaikum Sahabats …

Kita semua berharap menjalani hidup yang bahagia dan sejahtera sampai tua. Dana pensiun menjadi salah satu bagian terpenting yang harus kita siapkan sejak dini agar masa tua kita bahagia dan sejahtera. Kapan waktu yang tepat untuk mulai memiliki dana pensiun? Bagaimana cara memulainya? Yuk sini, aku bakalan kasih bocoran Rahasia Pensiun Bahagia.

Apa yang terbayang dalam benak Sahabats ketika mendengar kata pensiun? Hidup yang membosankan dan suram? Atau masih nggak kepikiran pensiun karena masih lama? Well, dulu pun aku berpikiran sama. Ah, masih muda ini. Have fun maksimal dulu, prioritas dana pendidikan dulu, dana pensiun bisa dipikir belakangan.

Sampai akhirnya pandemi datang dan keuangan keluarga kami pun ikut terdampak. FYI, pekerjaan suami adalah wiraswasta sedangkan aku pun seorang freelancer. Bisa dibilang penghasilan kami setiap bulannya up and down. Sempat juga merasakan sesak nafas saat tabungan hampir terkuras habis sementara kami harus tetap memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Pandemi memang mengajarkan kita banyak hal ya Sahabats? Termasuk bagaimana cara mengatur keuangan keluarga untuk tetap survive di tengah badai kehidupan hahaha. Suatu malam ketika lagi pillow talk sama suami, aku sempet curhat soal kegalauanku. Honestly aku galau membayangkan masa depan. Dengan perekonomian yang masih nggak jelas, sementara anak-anak masih butuh banyak dana, masih harus support orangtua, terus apa kabar hidup kami saat tua nanti?

Aku nggak pengen meneruskan garis generasi sandwich ke anak-anak. Masa depan mereka pasti bakalan lebih challenging dari hidup kami saat ini. Mau nggak mau, sesusah apapun kami harus bisa menyisihkan dana setiap bulannya untuk tabungan pensiun? The problem is how??

Dana Pensiun Buat Apa?

Menurut KBBI, Pensiun adalah tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai. Kalau kita udah nggak kerja berarti sudah nggak punya pemasukan lagi? Terus gimana caranya bisa tetap hidup bahagia tanpa mengandalkan bantuan orang lain?

Nah di sini lah gunanya dana pensiun yang akan memberikan jaminan finansial bagi kita. Dana pensiun adalah sejumlah uang yang dimiliki oleh seseorang untuk digunakan sebagai penunjang atau pemenuhan kebutuhan hidup pada saat memasuki usia tua.

Dana pensiun akan mengantisipasi kebutuhan kebutuhan dasar dalam kehidupan, di mana ada tiga kebutuhan yang harus diantisipasi yaitu biaya hidup sehari-hari, biaya kesehatan, dan biaya rekreasi.

FYI dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa harapan hidup manusia kian meningkat. Dan ini pastinya diiringi juga dengan peningkatan biaya hidup. Di usia saat ini keuangan keluarga kita masih berfokus pada kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak.

Nah saat kita tua fokus mungkin beralih ke dana kesehatan karena lansia memang rentan terkena penyakit degeneratif. Kelak, biaya kesehatan pasti akan meningkat. Bahkan data dari Mercer Marsh benefit 2019 menunjukkan, bahwa kenaikan biaya medis di Tanah Air adalah 11% pertahun.

Kita semuanya pengennya sehat tapi kalau tiba-tiba kita butuh dana untuk pengbatan kemana kita akan emncari sementara sudah nggak punya penghasilan lagi? Masa iya kita mau ngerepotin anak-anak yang saat itu pasti sudah berkeluarga.

Harapanku sih saat tua nanti masih bisa hidup bahagia berdua sama suami. Bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa nyusahin anak cucu. Bahkan aku punya impian masih tetap bisa melanjutkan hobby traveling. Apalagi saat tua nanti waktu akan lebih fleksibel kan? Makanya penting banget untuk punya safety net, salah satunya adalah dana pensiun.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menyiapkan Dana Pensiun?

This is the one million Dollar question. Kapan kita mulai? Apakah kita menunggu sampai tabungan terkumpul banyak? Atau kita mulai menyiapkan dana pensiun saat mendekati usia pensiun? Terus siapa yang bisa menjamin kalau kita bakalan panjang umur?

Berkat webinar dari Manulife yang membahas mengenai Rahasia Pensiun Bahagia, aku jadi tersadar bahwa dana pensiun tuh ibarat investasi. Semakin cepat kita memulai, maka hasilnya pun akan semakin banyak. Intinya, jumlah uang yang perlu Sahabats sisihkan dari penghasilan berbanding terbalik dengan durasi pengumpulan. Semakin cepat kita memulai, semakin enteng menabungnya karena perlu jumlah yang relatif kecil. 

Umur udah 30++ berarti udah terlambat dong? Jangan sedih Sahabats, it’s better late than never. Aku pun baru mau mulai nih. Cuma masalahnya dengan penghasilan yang nggak tetap gimana ya cara menghitung berapa dana yang sebaiknya disishkan sebagai tabungan pesiun?

Tips Menyisipkan Dana Pensiun Untuk Freelancer

Mengutip penjelasan dari mbak Citra Anjelina, Head of Strategy and Tranformation Pension Business Manulife Indonesia, first thing and foremost important adalah kita harus sadar bahwa frelancer punya penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Tapi kita harus bisa mengatur agar pengeluaran tetap stabil setiap bulannya.

Mbak Citra mengingatkan kembali supaya kita bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Hiks aku auto keinget barang-barang nggak penting yang ku check out dari keranjang olshop dan berakhir dengan penyesalan. Kebiasan jelek gini memang harus dirubah ya Sahabats.

Masalahku selama ini memang belum bisa memilah mana kebutuhan mana keinginan sesaat. Pesan mbak Citra ini jadi tamparan juga sih buatku supaya ke depannya lebih bisa bijak ngatur keuangan keluarga.

Next, kita hitung dan pastikan pengeluaran tiap bulan. Lakukan perhitungan secara rinci. Berapa yang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok seperti biaya makan, transportasi, listrik, air, perawatan rumah, dana pendidikan anak dan sebagainya. Hitung pula berapa biaya pengeluaran yang akan dialokasikan untuk rekreasi dan hal-hal yang menyangkut gaya hidup.  Balik lagi ya Sahabats, bijak menentukan mana kebutuhan, mana keinginan.

Oya penting juga untuk Sahabats ingat bahwa, untuk bisa mendapatkan kenyamanan di hari tua, kita harus memperhitungkan kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi ketika sumber pendapatan kita telah hilang. Setelah semua dihitung sesuai resikonya baru deh kita hitung kebutuhan masa tua kita nanti berapa sih per bulannya?

PR berikutnya adalah kita harus jeli memilih instrumen investasi yang sesuai resiko kita masing-masing. Karena aku awam sama dunia investasi, jadi lebih baik menyerahkan pada ahilnya aja deh. Pas banget nih Sahabats ada #DPLKManulife yang akan membantu kita memastikan dana pensiun yang kita investasikan sudah sesuai resiko dan kebutuhan kita.

DPLK Manulife

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia adalah badan hukum yang didirikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. DPLK mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan landasan hukum dana pensiun yaitu Undang-undang Nomor 11 tanggal 20 April 1992 serta peraturan pelaksanaannya.

DPLK Manulife Indonesia telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan, No. KEP-231/KM.17/1994, tanggal 5 Agustus 1994.

Performa DPLK Indonesia tetap bertahan di posisi tertinggi untuk DPLK Multinasional di Indonesia dengan total aset kelolaan DPLK sebesar Rp 21 miliar dan pertumbuhan yang meningkat sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2020, program DPLK Manulife Indonesia diikuti oleh lebih dari 570.000 peserta dan 2.300 perusahaan.

MiGolder Retirement DPLK Manulife

Selain harus disiplin menyisihkan uang setiap bulannya untuk dana pensiun, tantangan bagi pengusaha dan freelancer dengan penghasilan tidak tetap adalah menemukan instrumen investasi yang tepat. Kita harus cari bentuk investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan kita agar hidup jadi #semakinharisemakinbaik.

Melalui MiGolden Retirement DPLK Manulife Indonesia, peserta dapat melakukan perencanaan pensiun secara pribadi dengan melakukan iuran minimal Rp.500.000 per bulannya. Iurannya bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita. Hasilnya bisa diambil setelah kepesertaan berakhir sesuai dengan akad yang dilakukan.

FYI Sahabats, dengan mengikuti program dari MiGolden Retiremen DPLK Manulife kita bisa memperoleh beberapa manfaat.

a. Manfaat pensiun normal, diberikan kepada Peserta pada saat mencapai usia pensiun normal sesuai pilihan Peserta;
b. Manfaat pensiun dipercepat, diberikan apabila Peserta mengajukan usia pensiun dipercepat dalam jangka waktu minimal 10 (sepuluh) tahun sebelum dicapainya usia pensiun normal;
c. Manfaat pensiun cacat, timbul apabila Peserta dinyatakan cacat oleh dokter yang disetujui oleh DPLK Manulife Indonesia dan pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah pernyataan cacat diterima.
d. Manfaat pensiun meninggal dunia, apabila Peserta meninggal dunia maka pembayaran manfat akan dibayarkan kepada ahli waris Peserta yang sah sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku.

Disiplin Hari ini, Bahagia Kelak

Pun ketika Sahabats punya cita-cita pensiun dini, nggak perlu lagi khawatir mikirin hari tua bakalan gimana. Dengan menjadi peserta MiGolden Retirement semua dana yang kita investasikan akan dikelola dengan amanah dan hasilnya akan kita nikmati saat masa pensiun tiba.

Kalau Sahabats pengen dibuatkan ilustrasi Retirement Saving Plan yang sesuai dengan kebutuhan, langsung aja kunjungi website Manulife di www.manulife.co.id ya. Sahabats juga bisa konsultasi langsung dengan tenaga pemasar dari DPLK Manulife yang semuanya sudah terdaftar dan diawasi OJK dan asosiasi terkait.

Menjadi tua dan mati adalah keniscayaan. Tugas kita sebagai manusia hanyalah mempersiapkan masa tua sebaik-baiknya. Atas itulah, Imam Nawawi berpendapat, “Dinukilkan dari para warga Madinah, jika seorang manusia sudah mencapai usia 40 tahun, maka itulah saatnya untuk meningkatkan dirinya dalam beribadah kepada Allah SWT.”

Selain meningkatkan ibadah, penting juga untuk kita mempersiapkan hidup kita di masa tua nanti supaya nggak membebani anak dan cucu kita. Dengan ada dana pensiun kita tetap bisa menjalankan kehidupan dengan baik, punya simpanan untuk dana kesehatan, plus bisa traveling dan menikmati masa tua dengan bahagia.

Jadi Rahasia Pensiun Bahagia cuma dua aja nih Sahabats. Mulai sedini mungkin dan disiplin menyisihkan dana pensiun setiap bulannya. Masa muda happy-happy, masa tua sejahtera? Bisa banget dong. Cuzz investasikan dana pensiun Sahabats di DPLK Manulife ya. 🙂


Assalamualaikum Sahabats …

Kita semua berharap menjalani hidup yang bahagia dan sejahtera sampai tua. Dana pensiun menjadi salah satu bagian terpenting yang harus kita siapkan sejak dini agar masa tua kita bahagia dan sejahtera. Kapan waktu yang tepat untuk mulai memiliki dana pensiun? Bagaimana cara memulainya? Yuk sini, aku bakalan kasih bocoran Rahasia Pensiun Bahagia.

Apa yang terbayang dalam benak Sahabats ketika mendengar kata pensiun? Hidup yang membosankan dan suram? Atau masih nggak kepikiran pensiun karena masih lama? Well, dulu pun aku berpikiran sama. Ah, masih muda ini. Have fun maksimal dulu, prioritas dana pendidikan dulu, dana pensiun bisa dipikir belakangan.

Sampai akhirnya pandemi datang dan keuangan keluarga kami pun ikut terdampak. FYI, pekerjaan suami adalah wiraswasta sedangkan aku pun seorang freelancer. Bisa dibilang penghasilan kami setiap bulannya up and down. Sempat juga merasakan sesak nafas saat tabungan hampir terkuras habis sementara kami harus tetap memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Pandemi memang mengajarkan kita banyak hal ya Sahabats? Termasuk bagaimana cara mengatur keuangan keluarga untuk tetap survive di tengah badai kehidupan hahaha. Suatu malam ketika lagi pillow talk sama suami, aku sempet curhat soal kegalauanku. Honestly aku galau membayangkan masa depan. Dengan perekonomian yang masih nggak jelas, sementara anak-anak masih butuh banyak dana, masih harus support orangtua, terus apa kabar hidup kami saat tua nanti?

Aku nggak pengen meneruskan garis generasi sandwich ke anak-anak. Masa depan mereka pasti bakalan lebih challenging dari hidup kami saat ini. Mau nggak mau, sesusah apapun kami harus bisa menyisihkan dana setiap bulannya untuk tabungan pensiun? The problem is how??

Dana Pensiun Buat Apa?

Menurut KBBI, Pensiun adalah tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai. Kalau kita udah nggak kerja berarti sudah nggak punya pemasukan lagi? Terus gimana caranya bisa tetap hidup bahagia tanpa mengandalkan bantuan orang lain?

Nah di sini lah gunanya dana pensiun yang akan memberikan jaminan finansial bagi kita. Dana pensiun adalah sejumlah uang yang dimiliki oleh seseorang untuk digunakan sebagai penunjang atau pemenuhan kebutuhan hidup pada saat memasuki usia tua.

Dana pensiun akan mengantisipasi kebutuhan kebutuhan dasar dalam kehidupan, di mana ada tiga kebutuhan yang harus diantisipasi yaitu biaya hidup sehari-hari, biaya kesehatan, dan biaya rekreasi.

FYI dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa harapan hidup manusia kian meningkat. Dan ini pastinya diiringi juga dengan peningkatan biaya hidup. Di usia saat ini keuangan keluarga kita masih berfokus pada kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak.

Nah saat kita tua fokus mungkin beralih ke dana kesehatan karena lansia memang rentan terkena penyakit degeneratif. Kelak, biaya kesehatan pasti akan meningkat. Bahkan data dari Mercer Marsh benefit 2019 menunjukkan, bahwa kenaikan biaya medis di Tanah Air adalah 11% pertahun.

Kita semuanya pengennya sehat tapi kalau tiba-tiba kita butuh dana untuk pengbatan kemana kita akan emncari sementara sudah nggak punya penghasilan lagi? Masa iya kita mau ngerepotin anak-anak yang saat itu pasti sudah berkeluarga.

Harapanku sih saat tua nanti masih bisa hidup bahagia berdua sama suami. Bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa nyusahin anak cucu. Bahkan aku punya impian masih tetap bisa melanjutkan hobby traveling. Apalagi saat tua nanti waktu akan lebih fleksibel kan? Makanya penting banget untuk punya safety net, salah satunya adalah dana pensiun.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menyiapkan Dana Pensiun?

This is the one million Dollar question. Kapan kita mulai? Apakah kita menunggu sampai tabungan terkumpul banyak? Atau kita mulai menyiapkan dana pensiun saat mendekati usia pensiun? Terus siapa yang bisa menjamin kalau kita bakalan panjang umur?

Berkat webinar dari Manulife yang membahas mengenai Rahasia Pensiun Bahagia, aku jadi tersadar bahwa dana pensiun tuh ibarat investasi. Semakin cepat kita memulai, maka hasilnya pun akan semakin banyak. Intinya, jumlah uang yang perlu Sahabats sisihkan dari penghasilan berbanding terbalik dengan durasi pengumpulan. Semakin cepat kita memulai, semakin enteng menabungnya karena perlu jumlah yang relatif kecil. 

Umur udah 30++ berarti udah terlambat dong? Jangan sedih Sahabats, it’s better late than never. Aku pun baru mau mulai nih. Cuma masalahnya dengan penghasilan yang nggak tetap gimana ya cara menghitung berapa dana yang sebaiknya disishkan sebagai tabungan pesiun?

Tips Menyisipkan Dana Pensiun Untuk Freelancer

Mengutip penjelasan dari mbak Citra Anjelina, Head of Strategy and Tranformation Pension Business Manulife Indonesia, first thing and foremost important adalah kita harus sadar bahwa frelancer punya penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Tapi kita harus bisa mengatur agar pengeluaran tetap stabil setiap bulannya.

Mbak Citra mengingatkan kembali supaya kita bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Hiks aku auto keinget barang-barang nggak penting yang ku check out dari keranjang olshop dan berakhir dengan penyesalan. Kebiasan jelek gini memang harus dirubah ya Sahabats.

Masalahku selama ini memang belum bisa memilah mana kebutuhan mana keinginan sesaat. Pesan mbak Citra ini jadi tamparan juga sih buatku supaya ke depannya lebih bisa bijak ngatur keuangan keluarga.

Next, kita hitung dan pastikan pengeluaran tiap bulan. Lakukan perhitungan secara rinci. Berapa yang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok seperti biaya makan, transportasi, listrik, air, perawatan rumah, dana pendidikan anak dan sebagainya. Hitung pula berapa biaya pengeluaran yang akan dialokasikan untuk rekreasi dan hal-hal yang menyangkut gaya hidup.  Balik lagi ya Sahabats, bijak menentukan mana kebutuhan, mana keinginan.

Oya penting juga untuk Sahabats ingat bahwa, untuk bisa mendapatkan kenyamanan di hari tua, kita harus memperhitungkan kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi ketika sumber pendapatan kita telah hilang. Setelah semua dihitung sesuai resikonya baru deh kita hitung kebutuhan masa tua kita nanti berapa sih per bulannya?

PR berikutnya adalah kita harus jeli memilih instrumen investasi yang sesuai resiko kita masing-masing. Karena aku awam sama dunia investasi, jadi lebih baik menyerahkan pada ahilnya aja deh. Pas banget nih Sahabats ada #DPLKManulife yang akan membantu kita memastikan dana pensiun yang kita investasikan sudah sesuai resiko dan kebutuhan kita.

DPLK Manulife

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia adalah badan hukum yang didirikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. DPLK mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan landasan hukum dana pensiun yaitu Undang-undang Nomor 11 tanggal 20 April 1992 serta peraturan pelaksanaannya.

DPLK Manulife Indonesia telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan, No. KEP-231/KM.17/1994, tanggal 5 Agustus 1994.

Performa DPLK Indonesia tetap bertahan di posisi tertinggi untuk DPLK Multinasional di Indonesia dengan total aset kelolaan DPLK sebesar Rp 21 miliar dan pertumbuhan yang meningkat sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2020, program DPLK Manulife Indonesia diikuti oleh lebih dari 570.000 peserta dan 2.300 perusahaan.

MiGolder Retirement DPLK Manulife

Selain harus disiplin menyisihkan uang setiap bulannya untuk dana pensiun, tantangan bagi pengusaha dan freelancer dengan penghasilan tidak tetap adalah menemukan instrumen investasi yang tepat. Kita harus cari bentuk investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan kita agar hidup jadi #semakinharisemakinbaik.

Melalui MiGolden Retirement DPLK Manulife Indonesia, peserta dapat melakukan perencanaan pensiun secara pribadi dengan melakukan iuran minimal Rp.500.000 per bulannya. Iurannya bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita. Hasilnya bisa diambil setelah kepesertaan berakhir sesuai dengan akad yang dilakukan.

FYI Sahabats, dengan mengikuti program dari MiGolden Retiremen DPLK Manulife kita bisa memperoleh beberapa manfaat.

a. Manfaat pensiun normal, diberikan kepada Peserta pada saat mencapai usia pensiun normal sesuai pilihan Peserta;
b. Manfaat pensiun dipercepat, diberikan apabila Peserta mengajukan usia pensiun dipercepat dalam jangka waktu minimal 10 (sepuluh) tahun sebelum dicapainya usia pensiun normal;
c. Manfaat pensiun cacat, timbul apabila Peserta dinyatakan cacat oleh dokter yang disetujui oleh DPLK Manulife Indonesia dan pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah pernyataan cacat diterima.
d. Manfaat pensiun meninggal dunia, apabila Peserta meninggal dunia maka pembayaran manfat akan dibayarkan kepada ahli waris Peserta yang sah sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku.

Disiplin Hari ini, Bahagia Kelak

Pun ketika Sahabats punya cita-cita pensiun dini, nggak perlu lagi khawatir mikirin hari tua bakalan gimana. Dengan menjadi peserta MiGolden Retirement semua dana yang kita investasikan akan dikelola dengan amanah dan hasilnya akan kita nikmati saat masa pensiun tiba.

Kalau Sahabats pengen dibuatkan ilustrasi Retirement Saving Plan yang sesuai dengan kebutuhan, langsung aja kunjungi website Manulife di www.manulife.co.id ya. Sahabats juga bisa konsultasi langsung dengan tenaga pemasar dari DPLK Manulife yang semuanya sudah terdaftar dan diawasi OJK dan asosiasi terkait.

Menjadi tua dan mati adalah keniscayaan. Tugas kita sebagai manusia hanyalah mempersiapkan masa tua sebaik-baiknya. Atas itulah, Imam Nawawi berpendapat, “Dinukilkan dari para warga Madinah, jika seorang manusia sudah mencapai usia 40 tahun, maka itulah saatnya untuk meningkatkan dirinya dalam beribadah kepada Allah SWT.”

Selain meningkatkan ibadah, penting juga untuk kita mempersiapkan hidup kita di masa tua nanti supaya nggak membebani anak dan cucu kita. Dengan ada dana pensiun kita tetap bisa menjalankan kehidupan dengan baik, punya simpanan untuk dana kesehatan, plus bisa traveling dan menikmati masa tua dengan bahagia.

Jadi Rahasia Pensiun Bahagia cuma dua aja nih Sahabats. Mulai sedini mungkin dan disiplin menyisihkan dana pensiun setiap bulannya. Masa muda happy-happy, masa tua sejahtera? Bisa banget dong. Cuzz investasikan dana pensiun Sahabats di DPLK Manulife ya. 🙂


Assalamualaikum Sahabats …

Akhir tahun 2021 kemarin aku baru saja mengalami hal yang bikin sedih maksimal. Kucingku yang biasanya anteng di rumah tiba-tiba menghilang. Panik dan sedih banget kami semua. Kali ini aku bakalan sharing cara mencari kucing yang hilang. Semoga bisa membantu para paw parents yang mengalami hal serupa

Mungkin bagi orang yang nggak punya pengalaman jadi paw parents nggak akan ngerti perasaan cemas semacam ini. Mengadopsi hewan berarti kita bertanggung jawab penuh atas kehidupan mereka. Ya persis kaya merawat anak sendiri deh.

Apalagi kalau kita adopsi kucing sejak bayi, merawatnya dengan kasih sayang. Kebayang dong kalau si kucing tetiba hilang tak tau rimbanya. Rasanya persis kaya kehilangan anak. Bingung, panik, stress dan entah apalagi.

Mueeza, Anabul Kesayangan

Hampir 5 tahun sampai akhirnya kami memutuskan untuk kembali adopsi anabul setelah kepergian kucing kesayangan yang dulu. Almarhum puss ganteng kami dulu meninggal karena kena infeksi saluran kencing. Sayangnya kami terlambat sadar dan setelah beberapa hari mondok di klinik akhirnya dia nggak tertolong.

Kami sedih terutama aku yang nggak bisa move on dan nggak mau memelihara kucing lagi semenjak kepergian anak lanang bulu. Tapi kebiasaan kasih makan kucing liar nggak pernah berhenti sih, mungkin karena hati ini sudah tertambat sama ciptaan Allah yang satu itu.

Sampai akhirnya Nadia yang waktu itu kelas 4 memelas minta kucing lagi. Ya wes bismilah kami kabulkan. Kali ini janji sama diri sendiri bakalan lebih ekstra lagi penjagaan sama calon anabul supaya nggak kecolongan lagi kaya yang dulu.

Kami ke tempat adopsi dan melihat beberapa kitten di sana. Di sudut ruangan ada kucing kecil kurus bulunya serupa debu, dusty grey. Matanya memelas melihatku. Begitu kudatangi dia langsung mendekatkan kepalanya ke tanganku minta dielus. And it was literary falling in love at the first sight and touch.

Semenjak hari itu Mueeza, begitu kami memanggilnya resmi jadi adik kesayangan kak Nadia setelah Keumala tentunya. Mueeza bisa dibilang anak bungsu deh. Anak ganteng kesayangan kami semua. 🙂

Kemana si Kucing Pergi?

So long story short Mueeza, kucing jantan yang kami adpsi sejak usia 2bulan mengilang entah kemana. Mueeza memang punya kebiasaan ngadem di teras rumah atau nongkrong di atas mobil di malam hari. Makanya ada satu jendela di ruang tamu yang kami biarkan terbuka di malam hari buat lalu lintas Mueeza kalau malam.

Karena yakin Mueeza nggak akan kemana-mana jadi ya kebiasaan itu kami biarkan aja. Kucing juga butuh udara segar dan main-main di luar ruangan juga kan? Mueeza sudah di steril jadi kemungkinan dia kabur-kaburan kecil. Makanya kaget aja di pagi hari Mueeza nggak ada. Sudah coba panggil dan cari di seluruh penjuru rumah pun nggak ada hasil.

Coba nanya ke tetangga pun nggak ada yang lihat. Oke deh kami tunggu satu jam, mungkin dia main sama Mio, kucing tetangga yang biasa jadi temen nongkrong Mueeza. Sampai 3jam berlalu nggak ada hasil. Fixed, Mueeza hilang.

Kebetulan rumah ada pasang CCTV meskipun cuma 1 kamera aja. Segera kami cek dan buka record nya dari malam sampai pagi tapi nggak ada hal mencurigakan. Mueeza pun nggak kelihatan keluar dari rumah. Nggak tau juga kalau dia loncat dari bagian samping rumah yang memang nggak kelihatan CCTV.

Cara Menemukan Kucing yang HIlang

Karena belum ada kabar dan CCTV pun nggak membantu akhirnya aku mencoba beberapa cara. Aku share di postingan ini semoga bisa membantu Sahabats yang mungkin juga mencari kucingnya yang hilang

1. Segera Lakukan Pencarian

Nggak pakai nunggu kelamaan. Begitu kucing Sahabats menghilang segera lakukan pencarian. Cari di sekitar rumah, dari ujung ke ujung.

Minta bantuan ke tetangga sebelah rumah untuk mengecek juga, siapa tau si kucing lagi “bertamu” ke rumah sebelah. Aku bahkan melakukan ini berkali-kali. Dari jalan kaki sampai naik motor keliling kompleks sekitar rumah kulakukan pagi dan sore hari. Setiap hari sejak hari pertama Mueeza hilang.

Panggil Namanya Dengan Suara Lembut

Sambil kita cari di daerah sekitar rumah, panggil namanya dengan lembut. Udah nggak peduli deh jadi tontonan orang pas aku jalan keliling kompleks sambil panggil-panggil Mueeza. Khawatirnya Mueeza butuh bantuan atau dalam keadaan sakit. Apalagi beberapa minggu sebelum menghilang Mueeza memang sempat sakit. Jadi makin bertambah deh rasa kuatirku.

Bikin Poster dan Sebarkan Informasi Kehilangan

Sementara mencoba cari di sekitar lingkungan rumah, aku juga menyebarkan info kehilangan Mueeza ke beberapa komunitas pecinta kucing di Semarang. Dokter hewan kesayangan kami bahkan membuatkan poster untuk bantu mencari Mueeza. Makasih banyak ya drh.Nisrina. 🙂

Poster inilah yang aku share di beberapa wag dan komunitas pecinta kucing. Beberapa teman juga bantu sharing dan melanjutkan info ini ke grup mereka. Makasih banyak ya buat kalian semua yang bantu share info dan doain Mueeza segera ketemu. Tanpa bantuan kalian Mueeza nggak akan kembali dengan selamat.

Cari di Tempat Penampungan Hewan atau Pasar Hewan

Hari ketiga aku semakin panik. Kuatir mikirin Mueeza yang baru aja sembuh, kepikiran kalau Mueeza sakit lagi atau bahkan lebih buruk lagi diculik dan dijual. Akhirnya aku coba pergi ke pasar hewan yang cukup terkenal di Semarang. Coba berkeliling dari satu pedagang ke pedagang lain siapa tau ada yang tega jual Mueeza. Hasilnya nihil.

Berbicara Dengan Kucing Lain

Sounds crazy, isn’t it? Tapi begitu lah cara orang Jepang mencari kucingnya yang hilang. Waktu Mueeza hilang aku sempat baca artikel cara mencari kucing hilang dan salah satu artikel menyebut cara ini dan katanya terbukti berhasil. Akhirnya setelah hari keempat tanpa hasil aku nyoba cara ini.

Aku coba ngobrol sama beberapa kucing yang biasa main sama Mueeza. Kurang lebih aku curhat ke mereka, cerita kalau udah 4 hari Mueeza nggak pulang dan kami kuatir banget. Sambil kasih mereka makan aku ajakin ngobrol panjang lebar. Sambil makan sesekali mereka ngelihatin wajahku, kayak paham sama apa yang kuomongin.

Wallahu’alam deh ada hubungannya nggak setelah ngobrol sama beberapa kucing aku jadi lebih tenang dan 2 hari kemudian Mueeza pulang dengan selamat. Alhamdhulilah

Coba Konsultasi dengan Animal Communicator

Sahabats sudah tahu ada profesi animal communicator? Yes… jadi profesi ini sudah ada sejak lama si luar negeri sana. Alasannya sih orang yang punya pet pengen lebih memahami “anak bulu” mereka dan para animal commicator ini kaya paham bahasa mereka gitu.

Seorang teman japri dan kasih rekomendasi seorang animal communicator di Jakarta. Aku baca di IG beliau sih banyak banget kucing dan anjing yang hilang atau mengalami perubahan perilaku jadi bisa kembali lagi berkat bantuan beliau. Sayangnya beliau nggak merespon DM ku. Mungkin karena aku jauh ya di Semarang sedangkan beliau di Jakarta.

Anyway berkonsultasi dengan animal cmmunicator ini bisa jadi salah satu alternatif cara mencari kucing Sahabats yang hilang ya. Kita bisa tahu juga apa sih alasan mereka hilang dan bisa lebih memahami keinginan mereka.

Terus Berdoa dan Jangan Menyerah

Seminggu berlalu tanpa hasil itu sungguh bikin aku down. Tiap hari pintu rumah kubuka lebar. Tempat makan Mueeza kuisi penuh siap menyambut kepulangannya, tapi nihil. kepikiran tiap hari gimana keadaan anabul kesayangan. Liat tempat makannya, mainannya bisa mewek sendiri.

Dipakein kalung biar gampang carinya

Mueeza Pulang

Seperti kata abang Jason Mraz, I won’t give up. I just can’t! Poster terus kusebar, terus coba ngobrol sama tetangga plus kucing liar di sekitar rumah. Doa nggak pernah putus. Bukankah doa adalah senjata yang paling ampuh??

Aku ingat banget itu hari Jumat. Selepas shalat dhuha aku buka wa seorang sahabat yang ikut mendoakan Mueeza cepet pulang dan mengingatkan untuk banyak-banyak shalawat. Seharian mulut nggak lepas shalawat. Mandangin jendela, pintu, sambil masak, sambil ngajar online, sambil main sama Keumala. Ngapain aja mulut dan hati shalawatan terus.

Hampir jam 10 malam, kami sudah siap mau tidur terdengar ketukan pintu diiringi suara ngeongan Mueeza. Aku yang lagi duduk langsung loncat keluar. Subhanallah … seorang tetangga mengantarkan Mueeza pulang dengan selamat, sehat tanpa kurang suatu apa pun.

Katanya dia nemuin agak jauh dari rumahku, tapi dia inget banget wajah Mueeza dan sempet baca posterku di grup RT/RW. So begitu lihat Mueeza ngumpet ketakutan digendongnya dan dibawa pulang. Alhamdhulilah lega luar biasa lihat Mueeza sehat wal afiat tanpa kurang suatu apapun.

Hanya wajah ketakutan dan kelaparan yang segela hilang segera setelah makan 2 piring. Setelah kejadian itu Mueeza jadi lebih manja, ngikutin kemana aku pergi, makin gelendotan dan lebih betah di rumah.

Andaikan aku ngerti bahasa kucing ya, pengen deh tau cerita lengkapnya sampai dia hilang. Tapi Mueeza cuma jawab meong, meong aja. Ya wes lah yang penting Mueeza balik. Sehat dan utuh, itu yang terpenting. 🙂

Again, buat Sahabats yang lagi sedih karena kehilangan anak bulu, semangat ya. Coba praktekin cara mencari kucing hilang yang sudah aku coba sendiri. Paling penting adalah berdoa dan berusaha, yakin kalau somehow anak bulu kita akan kembali dengan sehat. Aamiin. 🙂