2 Penghuni Tetap Ransel Momtraveler

2 Penghuni Tetap Ransel Momtraveler

Assalamualaikum Sahabats πŸ™‚

Kita semua pasti punya barang kesayangan yang wajib hukumnya ada dalam tas ya. Kemana pun tujuannya, apapun agendanya, benda-benda itu seakan nggak terpisahkan dari diri kita. Seperti mak Chi yang nggak pernah lupa bwa sepatunya kemanapun pergi, aku juga punya beberapa barang yang nggak pernah absen menemani aku kemanapun.


1st-GA-Jalan-Jalan-KeNai_002

Jujur aku ini termasuk salah satu manusia yang pelupa dan nggak rapi. Selalu ada aja barang yang kelupaan setiap pergi. Belum lagi kebiasaan gonta-ganti tas yang akhirnya bikin repot diri sendiri. Akhirnya, daripada bete karena sering kali kelupaan beberapa barang, aku sengaja ninggalin benda wajib ini di tempat yang hampir setiap hari aku kunjungi.

Iyes, aku nyiapin mukena khusus untuk di pakai di kampus dan di mobil. So kemanapun perginya, saat masuk waktu shalat nggak perlu ribet. Rasanya nggak nyaman aja sih pake mukena orang, apalagi di tempat-tempat umum mukena biasanya kotor banget kan. πŸ™

mukena hijau nan cantik ini selalu siap di mobil ;)
mukena hijau nan cantik ini selalu siap di mobil πŸ˜‰

Β Nah selain mukenaΒ  ada 2 benda yang juga wajib aku bawa kemanapun perginya, bahkan saat ke kampus sekalipun. Waktu traveling terutama keluar kota, 2 benda inilah yang selalu aku masukkan ke dalam tas pertama kalinya. Tanpa kedua benda ini hampir bisa dipastikan acara traveling jadi kurang menyenangkan.

Benda pertama ini sudah jadi sahabatku sejak kecil. Berawal dari serangan asma yang kualami sejak kecil, akupun mengenal benda kecil ini. Benda mungil yang menjadi penyambung nafasku, inhaler. Bagi orang yang awam, inhaler terlihat seperti benda yang aneh, tapi bagi pengidap asma benda ini kedudukannya setara dengan sahabat. Inhaler sepertinya selalu ada dalam semua episode hidupku, dari mulai SD sampai emak-emak sekarang ini.

Selama 3 tahun masa SMA asma sempat menghilang dari hidupku. Duuhh rasanya seneng banget, seperti menemukan kehidupan yang normal. Lari kesana kemari, pergi kemanapun nggak takut asmanya kumat. Dan di saat itulah aku sempat melupakan sahabatku ini. dia tersimpan di laci lemari tanpa tersentuh sedikitpun. Sampai pada suatu hari, serangan asma itu datang lagi. Dialah benda pertama yang kucari. Sejak hari itu aku nggak pernah melupakan inhaler kemanapun aku pergi.

Aku sadar betul kalau asma itu tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan. Dan inhaler adalah benda yang bisa membantuku mengendalikan serangan asma. Syukurlah aku sekarang sudah bisa menerima kalau aku adalah pengidap asma, tapi bukan berarti aku nggak bisa hidup normal kan? Aku bahkan masih bisa traveling bahkan naik gunung tanpa kendala apapun selama aku bisa menjaga kesehatan dan menghindari benda-benda yang memicu alergiku.

Melihat inhaler di dalam tas, ada rasa nyaman di dalam hati. Meskipun aku dalam kondisi sehat dan nggak ada kemungkinan terserang asma benda ini nggak akan pernah lupa aku bawa. Cuma dengan melihat inhaler ini bisa menjadi sugesti tersendiri kalau apapun yang terjadi nanti aku sudah siap. Inhaler benar-benar penyambung nafasku dan sahabat setiaku di segala suasana. πŸ™‚

Nah kalau benda pertama tadi menyangkut hajat hidupku #halaaahh, benda kedua ini sangat mempengaruhi mood ku. Tanpa benda ini hampir bisa dipastikan kalau aku bakal uring-uringan nggak jelas seharian. Siapa yang tau?? Ayo ngacung!!

If you guess coffee then you’re correct. πŸ™‚ Aku akui dengan segenap jiwa raga kalau aku termasuk pecandu kelas berat kopi. Menu wajib yang harus selalu ada setiap hari, setidaknya 1 kali sehari adalah kopi. Pun ketika aku lagi traveling, kopi selalu ada dalam menu wajibku.

bukan bermaksud iklan hehehe... kebetulan stok yang ada di tas ransel yg ntu :P
bukan bermaksud iklan hehehe… kebetulan stok yang ada di tas ransel yg ntu πŸ˜›

Kalau di hari hari biasa, pagiku ditemani secangkir kopi hitam atau cappucino yang panas dan semerbak mewangi, hari-hari travelingku ditemani kopi sachet heheheh. Setelah shalat subuh kopi adalah benda pertama yang aku cari. Kalaupun harus berangkat pagi dan nggak sempat ngopi, maka di sela-sela rutinitas aku pasti menyempatkan diri nyeduh kopi. Di laci kantor pun selalu tersedia kopi sachet dengan berbagai merk. πŸ™‚

Saat traveling, kopi sachet akan selalu jadi penghuni setia tas ranselku. Pagi sebelum acara ngebolang dimulai, atau malam setelah acara jalan-jalan usai, kopi lah yang akan jadi obat penenangku. Si abang juga udah hafal banget tuh, kalau aku keliatan error langsung aja disuguhin kopi, and everything will be oke. Tiada kesan tanpa kehadiran secangkir kopi lah pokoknya hahahaa. πŸ˜›

Dua benda yang mungkin nggak berarti untuk orang lain ini menjadi benda yang amat sangat kucintai. Ketika perempuan lain merasa lebih percaya diri dengan membawa kaca atau bedak dalam tas mereka, aku memilih inhaler yang selalu bisa meningkatkan rasa pedeku. Dan kopi … hhhmm… rasanya nggak ada kata yang pas untuk my one and only mood boosterku ini. I love you full … hahaha…. πŸ˜‰

Kalau kamu temans … benda apa yang nggak pernah absen dari tas kesayanganmu?? πŸ™‚

1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

Be Sociable, Share!

50 thoughts on “2 Penghuni Tetap Ransel Momtraveler

    1. iya dong. sekalian mengajarkan sama nadia kalau dimanapun kita, lagi apapun kita, kewajiban shalat nggak boleh ditinggalkan πŸ™‚

    1. selama menjaga diri dari pencetus alergi insyaallah ga apa2 mbak. tapi tetep inhaler itu selalu kubawa kemana-mana.just incase πŸ™‚

    1. banget mbak, ke kantor pun aku pasti bawa. kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi kan. lebih baik sedia inhaler sebelum kumat πŸ˜‰

  1. halo mbak muna πŸ˜€
    aku malah nggak suka minum kopi mbak..
    kebiasaan beser selama berjam-jam kalo minum kopi, jadi nggak nyaman.. apalagi kalo mau pergi-pergi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *