Eloknya Pantai Kuta, Lombok

Eloknya Pantai Kuta, Lombok

Pantai Kuta identic selalu diidentikan dengan Pulau Bali. Tapi tahu nggak kalau ternyata di Lombok ada pantai Kuta juga? Tak seperti Pantai Kuta di Bali yang penuh sesak dengan wisatawan, Pantai Kuta Lombok terbilang masih sangat sepi. Memang pantai ini belum terlalu dikenal banyak orang karena pengelolaannya pun baru dimulai sekitar lima tahun terakhir.

Pantai ini letaknya cukup jauh dari pusat kota Mataram, tapi lumayan dekat dari Bandara Internasional Lombok (BIL). Letaknya di Desa Kuta sekitar 56 kilometer dari Mataram. Untuk menuju kemari kita bisa naik taksi (dengan argo yang pastinya lumayan mahal karena jauh) atau menyewa motor dan mobil.

lombok-2014-230

Pantai yang masih belum terjamah dan jauh dari keramaian kota. Hhmm… pasti sudah mulai bisa membayangkan keindahannya kan? Yups .. Pantai Kuta Lombok ternyata jaauuuh lebih indah dari Kuta Bali. Pantai Kuta Lombok berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Berhiaskan perbukitan hijau dan butiran pasir putih yang lembut. Dari pengalaman mengunjungi beberapa pantai di Indonesia, pasir putih yang ada di pantai Kuta ini sedikit berbeda dari pasir putih yang biasanya kita temukan di bibir pantai. Tekstur pasirnya seoerti butiran kecil yang sangat lembut, mirip seperti butiran merica dan warnanya pun sangat putih. Itulah kenapa pantai ini terlihat jernih dan sangat bersih. πŸ™‚

lombok-2014-232

Bagaimana dengan airnya? Amazing! Itulah kata yang sangat tepat untuk menggambarkan air pantai Kuta yang biru kehijauan atau lebih tepatnya turqois. Cantiiiiikkk bangeeetttt. Pantai Kuta Lombok rupanya jadi incaran para surfer karena ombaknya yang lumayan besar. Ada beberapa bule yang sibuk melawan gulungan ombak dengan papan surfingnya saat aku kemari. Untuk anak-anak pantai ini agak menyeramkan. Sapuan ombak yang lumayan tinggi dan tanpa berhenti membuat pengawasan orang tua nggak boleh lepas sedikitpun.

Sedih juga karena karena nggak bisa berenang sama Nadia disini, tapi untunglah kami menemukan aktivitas yang nggak kalah seru. Saat sedang jalan mengitari bibir pantai, aku menemukan sebuah kerang yang cantik banget dan sebuah ide pun muncul. Treasure hunt. πŸ™‚ Aku ajak Nadia mencari kerang-kerang cantik yang terdampar di pinggiran pantai. Nadia yang sempet bΓͺte karena nggak bisa berenang kembali bersemangat. πŸ˜‰

lombok-2014-239

lombok-2014-233

WARNING!!!

Ada satu hal penting yang wajib diingat saat berkunjung ke Pantai Kuta Lombok. Pantai Kuta yang punya keindahan luar biasa punya satu kekurangan yang lumayan menjengkelkan dan bikin saat-saat menyenangkan di pantai jadi nggak asyik lagi. Bukan karena sampah karena pantai ini bersih banget tapi para pedagang asongan yang bikin luar biasa keki dan gerem.

Pedagang asongan di sekitar pantai Kuta memang cukup banyak dan dominasinya adalah anak-anak. Metode berdagang mereka adalah berkeliling pantai sambil menjajakan barang dagangannya. Yang bikin kesal adalah mereka akan mengikuti kita kemanapun kaki kita melangkah bahkan dengan sedikit memaksa agar kita membeli dagangannya. Penjual anak-anak itu akan memasang tampang melas, bilang kalau nggak punya uang sama sekali, barang belum laku, dan apapun itu asalkan barang mereka laku.

lombok-2014-235

Kalau kita memang nggak berniat membeli jangan berbicara dengan mereka karena mereka akan mengikuti kita tanpa kenal menyerah. Apalagi kalau kita sudah berbicara meskipun sepatah kata dengan mereka dan berjanji akan membeli setelah selesai main di pantai. Mereka akan menunggu kita seharian. Kalau kita sudah membeli, beberapa penjual lain akan langsung mengerubungi kita. Serba salah kan jadinya. Antara kasihan melihat wajah memelas anak-anak itu tapi kesel juga karena mereka nggak mengenal kata tidak.

Walhasil rencana kita berlama-lama di pantai ini rusak gara-gara mereka. Kami sudah membeli beberapa kerajinan khas Lombok sehari sebelumnya, jadi nggak tertarik lagi membeli. Nggak nyaman banget diikutin mereka terus meskipun berkali-kali aku bilang nggak mau beli. Akhirnya aku kasih anak itu duit untuk jajan sekedarnya dan langsung deh dianya pergi. Hadeeeuuuhhh…..

Kebiasaan penjual asongan ini bikin pengunjung nggak nyaman. Moga-moga rencana pemerintah untuk membangun pasar seni yang lokasinya nggak jauh dari pantai segera terlaksana. Dengan adanya kios-kios tetap semoga mereka anteng dan nggak berkeliaran di pantai dengan memaksa. Pengunjung nyaman penjualpun tentram. πŸ˜‰

Eehh.,. tapi.. tapi… jangan sampai ketidaknyamanan ini menyurutkan semangat kalian ke Pantai Kuta Lombok yah. Pantai Kuta tetap harus dikunjungi saat kalian datang ke Lombok. Rugi kalau sampai nggak kesini. The beach is really really breathtaking and amazing. πŸ™‚

Happy traveling.πŸ™‚

lombok-2014-241

Β 

Be Sociable, Share!

38 thoughts on “Eloknya Pantai Kuta, Lombok

  1. Mak Muna mantap,,itu yg bulan kapan Mak??yg habis dari Bromo itu ya Mak,,,sebelum umroh pastinya ya,,,bareng abang naik mobilkah,,,wah keren makkkk,,,aku pasti kesana kalau ada rezeki,,semoga Allah selalu mendengarkan doaku untuk mengarungi pemandangannya,,,

  2. bener banget mak… aku “terpaksa”beli beberapa kain songket karena merek agak juga berhenti ngikutin aku, gara2 aku ajak ngobrol… akhirnya supaya mrk pergi ku beli juga deh…

    aku dapet sunset waktu itu mak… caem benerrrr

  3. Kebetulan kami sekeluarga sudah cukup sering ke pantai kuta lombok mak. Para pedagang asongan juga sudah menjadi sahabat kami, saya sangat paham bagi sebagian besar pengunjung mereka dirasakan mengganggu. Namun kalo kita mengerti, sebenarnya mereka ini anak-anak yang luar biasa. Kebanyakan dari mereka merupakan anak dari suku sasak sade, sepulang sekolah mereka memang berdagang asongan di pantai. Biasanya kalo kami ke lombok kami akan membawa cindera mata khas bali seperti pensil atau gantungan kunci untuk kami bagikan kepada mereka…… ini tips saya kalo ingin mengunjungi Kuta Lombok ……

  4. Mak Muna,…pantai ini memang cantik dan bersih,..sayang ngg sempet berenang ya…soal pedagang asongan, memang at one point sering mengganggu, tapi saya setuju dengan mba Ferdias, anak-anak itu berjuang untuk hidupnya :). Saya biasanya beli secukupnya, tanya mereka sekolah atau ngg dan kasih pengertian kalau oleh-oleh yang saya beli sudah cukup, saya ngg mau dibuntuti mereka :)…cheers..

    1. alhamdhulilah pemerintah daerah sudah membangun pasar seni nggak jauh dari pantai mbak, semoga nggak lama lagi siap pakai jadi anak2 nggak perlu berkeliaran lagi, panas banget kasian. kebetulan aku sehari sebelumnya udah belanja, hari itu pun nggak bawa duit banyak karena emang rencana nggak mo beli2 lagi. Sebenernya nggak tega tapi gimana lagi, sebelum pulang aku kasi duit jajan kok hihihi

    1. alhamdhulilah pemerintah daerah sudah membangun pasar seni nggak jauh dari pantai mbak, semoga nggak lama lagi siap pakai jadi anak2 nggak perlu berkeliaran lagi, panas banget kasian. kebetulan aku sehari sebelumnya udah belanja, hari itu pun nggak bawa duit banyak karena emang rencana nggak mo beli2 lagi. Sebenernya nggak tega tapi gimana lagi, sebelum pulang aku kasi duit jajan kok hihihi

  5. kalo ada anak kecil minta2 tanpa kerja gak aku kasih krn usia mrk hrsnya sekolah tapi kalo mereka kerja jg akan aku hargai dg membeli dg harga yg wajar. (biasanya harga di objek wisata sgt mahal) kalo agak ngak nyaman biasanya aku bilang “sabar”. insyaAllah mereka akan mengerti. kalo tetep membututi, sepakat dg saran mbk Indah. gk mau dibuntuti. hehe

  6. saya juga sudah sempat menjejakkan kaki di pantai kuta yang ada di Lombok ini,,,memang suasanannya masih natural…belum terkontaminasi oleh apapun juga,,,bahkan oleh para turis yg biasa terlihat di Kuta-Bali…..,
    pokoknya keren lah….
    keep happy blogging always…salam dari Makassar πŸ™‚

    1. pantainya jaaaauuuuuhhh lebih bagus dari Kuta yg di Bali mak.. smeoga pasar seninya segera dibuka jadi anak2 itu nggak perlu berkeliaran lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *