Kopdar Penuh Gizi di Hokben Majapahit Semarang

Assalamualaikum Sahabats …

Siapa sih yang nggak kenal Hoka-hoka Bento atau lebih gampangnya disebut Hokben? Gerai fast food satu ini punya sajian kekinian ala Jepang yang bikin kita semua betah makan berlama – lama disana. Hokben juga jadi pilihan setia kami karena nggak hanya menunya aja yang oke punya tapi yang paling penting Hokben sudah Bersertifikat Sistem Jaminan Halal.

Jadi ceritanya Kamis lalu Komunitas Gandjel Rel diundang oleh pihak Hokben untuk memperkenalkan gerai terbaru mereka di Semarang sekalian sosialisasi Sertifikat Sistem Jaminan Halal yang sudah mereka peroleh dari MUI. Apa itu Sertfikat Sistem Jaminan Halal (SJH)? Terus apa pulak bedanya sama sertifikat Halal MUI? Nanti aku bakal jelasin lebih detail ya. 🙂

Bisa kopdar setelah lama menghilang dari peredaran itu sesuatu banget. Bahagia karena bisa melepas rindu sama blogger super kece di Gandjel Rel Semarang plus dapet ilmu bergizi mengenai SJH langsung dari sumber utamanya, which is dari pihak MUI sendiri.

Mbak Irma devisi komunikasi Hokben

Hokben Majapahit, Gerai yang full facilities, buka 24 jam

Acara kami dimulai dengan penjelasan dari mbak Irma Wulansari selaku divisi komunikasi Hokben Group yang menceritakan sekilas perjalanan Hokben. Tahun 1985 Hokben pertama kali membuka gerainya di Jakarta dan terus diikuti oleh beberapa gerai baru di kota lain, termasuk Semarang. Selai gerai Hokben sekarang ada juga HoCafe lo Sahabats, gerai Hokben yang modelnya lebih seperti cafe kekinian yang bikin betah nongkrong gitu lho. Dan yang ternyata sudah punya 150 gerai di area Jawa dan Bali.

FYI Sahabats, pada tahun 2013 Hokben berganti logo. Kalau selama ini kita sudah familiar dengan logo Hoka-hoka bento bergambar sepasang cowok cewek berbaju merah dan biru, sekarang logonya jadi lebih simple dan didominasi warna kuning. Pantesan aja sekarang warna kuning mendominasi gerai Hokben ternyata memang logo dan brandingnya begitu. Kalau Sahabat memperhatikan gambar bulat-bulat di dinding Hokben ternyata punya arti kece banget; parent and kid, welcoming hello, friendship, respect, and pride.

Menu terbaru Hokben

Hokben dan Sertifikat Sistem Jaminan Halal MUI

Alhamdhulilah di tahun 2008, Hokben sudah mendapatkan sertifikat Halal MUI. Totalnya ada 382 merk yang dipatenkan menjadi milik Hokben dan semuanya sudah terdaftar di MUI juga, jadi kalau diluaran sana ada yang bilang salah satu atau dua menu di Hokben itu haram berarti HOAX ya Sahabats.

Next ada Bapak Agustinus Wahyu Purnomo selaku store manager Hokben Majapahit Semarang yang memperkenalkan fasilitas lengkap di gerai Hokben Majapahit. Selain lokasinya yang strategis dan luas banget, Hokben Majapahit punya indoor dan outdoor area plus private meeting room dan menyediakan layanan untuk birthday party. Hokben Majapahit juga melayani dine in, drive thru, take away, dan large order. Toiletnya juga bersih dan hebatnya lagi tersedia mushala di lantai satu dan juga lantai dua. Oya yang mau delivery order by ojok online bisa, mau langsung telpon ke 1500505 juga boleh banget. MANTUULL.

Hokben Majapahit Semarang

Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal

Giliran pihak MUI Jateng yang diwakili oleh mbak Oftiana dan mbak Irma Fadlilah yang akan menjabarkan penjelasan seputar Sertifikati Halal MUI dan bagaimana proses sebuah perusahaan bisa mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI.

Balik lagi ke fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim makanya sertifikat Halal menjadi sesuatu yang penting baget mengingat urusan halal/haram ini jelas perintah langsung dari Allah dan dalilnya jelas dalam Al Quran Surat Al Baqarah 168.

Mbak Oftiana dari LPPOM MUI

Terus gimana membedakan antara makanan yang halal dan yang haram? Apalagi sekarang ini food industry berkembang sangat masif. Kalau makanan dalam keadaan segar seperti buah, sayur, atau daging, mudah aja mengidektifikasinya. Tapi beda urusan ketika makanan tersebut sudah menjadi makanan olahan macam sosis, nugget, permen, dan sebagainya. Kalau aku sih sebelum beli produk olahan selalu cek label halalnya dulu, kalau nggak ada aku nggak akan beli karena jatuhnya syubhat (samar-samar) dan akhirnya bikin galau.

Untuk memastikan kehalalan sebuah produk MUI nggak sembarangan lho, ada proses panjang yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan. Sertifikat halal diberikan kepada produk yang sudah dilakukan proses pemeriksaan secara seksama oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI). Hasil pemeriksaan secara empiris terhadap bahan, produk, dan fasilitas produksi (dengan uji lab jika diperlukan) akan dibahas secara syariah oleh Komisi Fatwa MUI.

Ada tiga tahapan nih Sahabats. Pertama adalah tahap Pre Audit dimana kita sebagai perusahaan harus mendaftarkan diri untuk kemudian dilakukan akad sertifikasi. Tahap kedua adalah Proses Audit yang mana dilakukan proses pengecekan secara menyeluruh dari mulai bahan, produk, fasilitas, formula, dll. Next dilakukan verifikasi implementasi SJH yang meliputi kebijakan halal, tim halal, dan prosedur. Terakhir masuk tahap pasca audit, dimana diadakan rapat auditor, komisi fatwa, laporan berkala, bahkan harus izin juga ke MUI kalau ada pergantian bahan yang digunakan. Nah kalau udah oke semua barulah sertifikat halal MUI akan diterbitkan. Proses panjang itulah yang kelak akan menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Kalau Sahabats pengen tahu resto dan produk apa saja yang sudah bersertifikasi halal MUI bisa cek di www.halalmui.org

Produsen yang berkomitmen tinggi menjaga kehalalan produknya akan mendapatkan reward dari MUI lho Sahabats nih. Seperti hokben yang selama 3 kali berturut-turut mendapatkan nilai A dalam sertifikasi halal MUI, maka diberilah reward berupa sertifikat Sistem Jaminan Halal MUI. Nah jadi sekarang sudah paham ya Sahabats bedanya, sertifikat Halal didapatkan dengan mendaftar dan melakukan serangkaian prosedur yang telat ditetapkan, sedangkan sertifikat SJH merupakan reward kepada perusahaan karena dedikasi dan keseriusan dalam menjaga mutu dan kehalalan produknya. Hebat ya Hokben, jadi makin mantabs deh makan di Hokben.

Apa saja kriteria agar bisa mendaptkan SJH. Ternyata SOP nya nggak kalah panjang Sahabats. Ada 11 kriteria yang harus dipenuhi perusahaan, cekidots ya:

Kebijakan Halal

Manajemen puncak harus menuangkan kebijakan halal secara tertulis sebagai bukti komitmen menghasilkan produk halal secara berkesinambungan.

Tim Managemen Halal

Pemimpin tertiggi harus menunjuk tim yang akan bertanggungjawab atas perencanaan, implementasi, evaluasi, dan perbaikan SJH di perusahaan.

Pelatihan dan Edukasi

Harus dibuat prisedur tertulis mengenai pelaksaan pelatihan untuk semua personel, ternasuk karyawan baru.

Bahan

Mencakup bahan baku, bahan penolong, dan bahan tambahan, yang semuanya harus sesuai standart halal/haram yang merujuk pad Alquran dan hadits. Semuanya akan melalui tes untuk dibuktikan kehalalannya.

Produk

Semua produk baik yang dihasilkan sendiri maupun yang dibeli dari vendor lain harus didaftarkan dalam proses sertifikasi SJH.

Nama Produk

Tidak diizinkan menggunakan nama yang mengandung bahan haram, nama setan, tidak menggunakan kata yang berkonotasi vulgar, dan tidak mengarah pada hal yang menimbulkan kekufuran.

Fasilitas Produksi

Produksi halal hanya boleh dilakukan di fasilitas kerja yang memenuhi kriteria.

Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis

Dibuat prosedur tertulis mengenai seleksi bahan, pembelian bahan, pengembangan produk, pemeriksaan bahan datang, produksi, pencucian fasilitas produksi, transportasi, display, pengembangan dapur dan outlet baru, aturan pengunjung, dan aturan karyawan.

Kemampuan Telusur

Produk yang dihasilkan harus dapat ditelusuri asal muasalnya dan harus dibuktikan dalam dokumen tertulis.

Penanganan Produk yang Tidak Sesuai Kriteria

Untuk antisipasi, perusahaan harus mempunya SOP tersendiri terhadap produk yang tidak memenuhi kriteria halal.

Audit Internal

Pihak perusahaan harus melaksanakan audit internal terhadap semua produn dan dilakukan dua kali dalam satu tahun.

Management Review

Evaluasi efektifitas pelaksanaan SJH. Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis untuk mengkaji ulang management dan review tersebut dilakukan minimal sekali dalam setahun.

Menu makan siang ku yg yummyy

Sekarang kebayang ya, betapa panjang prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat halal dan SJH MUI dan semua perjuangan itu terbayar dengan keyakinan dan kepuasan konsumen. Sebagai muslim pasti kami akan memilih produk yang halal. So thank you Hokben for your hard work. 🙂

Oke, sebelum acara selesai kami dipersilakan makan siang dan bebas pilih menu Hokben. Alhamdhulilah pilihanku bento 3 enyaak banget. Bahkan kami diajak untuk mencoba fasilitas drive thru nya juga lho. Makan siang menu halal yang nikmat, ditemani sahabat tercinta, what a perfect day for me. Thank you Hokben and Gandjel Rel community.

Last but not least nggak ada keraguan lagi ya Sahabats untuk incip-incip menu halal. Sudah terbukti dan teruji deh. Semoga kedepannya komitmen Hokben menjaga kehalalan produk selalu terjaga.




Be Sociable, Share!

One Reply to “Kopdar Penuh Gizi di Hokben Majapahit Semarang”

  1. Keren Hokben sekarang sudah ada sertifikasi halalnya, penting sekali ya Mbak mengingat masyarakat kita mayoritas muslim. Jadi semakin nyaman makan di Hokben, mana menunya bervariasi dan enak-enak lagi. Jadi laper nih, hehe.

    Dan kopdarnya juga sangat seruu. Bersilaturahmi sambil berbagi ilmu, terus makan juga, hahaha. GRes memang kece-kece semuaa :).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.