Mengenang Masa Lalu di HOC Semarang

Assalamualaikum Sahabats …

Sahabats suka nggak sama tempat yang mengusung tema vintage? Furniture kayu dan segala hal berbau old style yang ngangenin? Kalau sahabats penggemar tema satu ini dan kebetulan lagi ada di Semarang, mampir deh ke HOC Cafe yang ada di kawasan Undip bawah.

Cafe ala-ala vintage rasanya memang lagi happening ya Sahabats. Tema vintage somehow memang cathcy, nggak mboseni dan harus diakui cukup Instagramable sih, so nggak heran juga kalau para pemilik cafe banyak memilih vintage untuk melengkapi cafenya dengan tema vintage ini.Salah satu cafe baru di Semarang yang mengusung tema vintage adalah HOC Semarang. Menempati sebuah gedung bisa dibilang cukup baru tapi didesain sedemikian rupa sehingga nampak kesan dan suasana vintage nan syahdu.

Awalnya nebak-nebak juga HOC itu singkatan apa sih, ternyata menurut kata salah seorang waiter-nya HOC adalah singkatan dari Hayam Wuruk Old Cafe. Penggunaan kata Hayam Wuruk diambil dari nama jalan tempat cafe ini berdiri. Kenpa diberi judul Old? My wild guess pasti ada hubungannya dengan tema vintage yang coba diangkat oleh sang pemilik. Kalau boleh aku bilang sih, sang pemilik HOC ini cukup detail menjabarkan tema vintage dalam semua sisi cafe ini. Dari gedung dengan model ala jaman Kolonial, interior, dan menu yang ditawarkan.

HOC cafe semarang

Di lantai dasar ada tempat parkir yang lebih cocok buat sepeda motor sih karena memang nggak terlalu luas. Buat yang bawa mobil mau nggak mau memang harus parkir di bahu jalan yah. Untuk masuk ke area cafe kita akan menaiki beberapa anak tangga dan kemudian disambut dengan pintu khas ala kolonial. Terasnya dipenuhi meja dan kursi kayu dengan bingkai besi warna hitam. Area ini mungkin buat smokers area ya, kalau siang panas mungkinlebih enak nongkrong diluar pas sore atau malam.

Begitu pintu cafe terbuka which is also non smokers area, aroma vintage langsung menjalar sampai ke tulang sumsum. Dari mulai furniture sampai hiasan dindingnya mewakili banget tema yang diusung. My favorit corner adalah di pojokan lantai 1, disana diletakkan sebuah sofa kuno yang mirip banget sama sofa di rumah nenekku dulu, dan makin terasa vintage lagi karena di bagian pojoknya ada lemari kayu berisi puluhan kaset jadul. Iya kaset, udah berapa lama coba kamu nggak liat benda satu ini??

HOC Cafe Semarang

Deretan kaset itu langsung membawa memori kala aku masih Abege, lagi demen banget dengerin musik balad ala-ala Mr.Big dan Bon Jovi. Duuhh… Ketauan deh aku angkatan berapa yak hahahha…. Dan yang bikin romantisme masa lalu ini makin yahud adalah alunan musik yang nggak kalah jadulnya. Nilai 9 deh buat nuansa vintage-nya yang berhasil membuatku terlempar ke masa-masa indah dimana kaset jadi barang yang sungguh berharga hehehe.

Oya me time kali ini aku ditemani seorang teman yang lagi menyelesaikan studi S2 nya di Unair Surabaya. Kebetulan masih liburan dan kami janjian ketemu disini. Bisa dibilang perkenalan kami nggak disengaja, tapi aku bersyukur kenal ama mbak satu ini (yang memang nggak mau disebut namanya hehe). Dari kenalan karena urusan kerjaan dan obrolan kami yang selalu nyambung dan klik akhirnya berlanjut jadi temen akrab.

HOC Cafe semarang

Sambil ngobrol ngalor-ngidul seputar S2 dan kota Surabaya yang lagi aku kangenin banget, kami sempet ambil beberapa foto di dalam HOC ini. Sukak banget sama detail interior desainnya. Asyik lah pokoknya jadi background foto. di lantai 2 pun nggak kalah vintage sama lantai 1. Meskipun nggak terlalu lebar sih areanya, tapi tetep asyik buat nongkrong, apalagi ama gebetan. soalnya remang-remang gitu. ehh….

HOC Cafe semarang

 

HOC Cafe semarang

Let’s Get to the Menu

Namanya juga cafe ya, all sort of coffee are here. You name it lah, espresso, americano, capuccino, dan beberapa jenis kopi Indonesia bisa jadi teman ngobrol yang asyik. Siang itu pilihan aku jatuh di matcha frapee sih, soalnya pas lagi nggak pengen ngopi aja. My lunchmate nyobain taro latte yang menurutku lumayan enak sih.

Kami ketemuan saat jam makan siang, so menu snack seperti chicken wings, French fries, dan aneka roti bakar kami skip aja, laper bo. Ada pilihan yang menarik untuk menu utamanya Sahabats. Dari mulai Asian food, Western food, dan menu khas Indonesia macam nasi goreng juga ada lho. Tinggal disesuaikan selera Sahabats aja. meskipun laper tapi siang itu nggak pengen makan nasi, so aku pilih menu Western. Judulnya Chicken Maryland dengan veggie salad dan dressingnya aku pilih blackpaper. Dear friend lebih memilih menu Indonesia, Salad Solo yang dari penampakannya keliatan seger banget.

HOC Cafe semarang
Selat solo

 

HOC Cafe semarang
Chicken Maryland

Soal harga sih menurutku affordable banget, cocok lah buat kantong mahasiswa yang memang jadi target market utama buat mereka. Rasa makanannya lumayan lah. Aku sih lebih suka salad solonya daripada chicken Maryland yang aku pesen.

Will I come back again? Yes, I will. Jatuh cinta banget sama detail vintage-nya yang bikin betah berlama-lama disana. Pengen juga nyobain kopi dan menu lainnya disana. Kalau sahabats kebetulan lagi di Semarang, boleh lah mampir kemari buat ngopi sembari bernostalgia dengan masa lalu.

HOC Cafe semarang
Teras

 

HOC Cafe semarang

 

HOC (Hayam Wuruk Old Cafe) Semarang

jl. Hayam Wuruk no.44

Semarang

 

 

Be Sociable, Share!

4 Replies to “Mengenang Masa Lalu di HOC Semarang”

  1. Waah….baru tahu ada kafe vintage sebagus ini di Semarang. Kapan2 nongki cantik disana, yuuk

  2. Suka bgt sama yg serba vintage. Itu rak mugnya lucu deh 😀

  3. Aku malah kesini cuma pesen minum aja, karena abis makan dari Semarang atas. Next time kesini lagi, mupeng selat solo ihh. Enak yaa kayaknya kalo lihat penampakannya

  4. Wah kafenya apik men ya Muna suka suasananya..

Leave a Reply