Menyusuri Jejak Sejarah di Surabaya: Monumen Kapal Selam

Menyusuri Jejak Sejarah di Surabaya: Monumen Kapal Selam

Sebagai kota yang mempunyai peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Surabaya memiliki sisi keunikannya sendiri. Banyak jejak peninggalan sejarah yang bisa ditemukan dengan mudah di kota ini. Seperti salah satu monument penting ini yang berada di jantung kota Surabaya. Monumen Kapal Selam atau lebih dikenal warga setempat dengan Monkasel adalah sebuah salah satu bukti dari kejayaan TNI AL di masa silam.

Berbeda dengan kebanyakan museum atau monument yang terlihat angker dan sepi Monumen Kapal Selam selalu di penuhi pengunjung terutama saat weekend. Sesaat setelah menginjakkan kaki di Monkasel mata ini langsung terbius dengan pemandangan sebuah kapal besar yang berdiri kokoh di depan sana. Ini bukan kapal replica atau kapal mainan lho ya, ini kapal selam asli. Kapal yang memang sengaja ditempatkan di tengah kota dan dialihfungsikan menjadi sebuah monument.

Submarine_Monument_Surabaya

Bayangkan antusias anak-anak ketika melihat kapal selam dengan mata kepala mereka sendiri. Benda yang biasa hanya bisa dilihat dari buku, sekarang ada di depan mata, bisa disentuh, bahkan dimasuki. Nadia yang perempuan aja antusias dan semangat sekali menjelajahi setiap sudut Monkasel apalagi kalau anak cowok. Hiks… jadi berharap lagi nih (*eehhh malah curcol). πŸ˜›

inside-the-subMonkasel ini ternyata monument kapal selam terbesar se Asia lho, mantaabb. πŸ˜‰ Kapal Selam yang letaknya bersebelahan dengan Kalimas, Surabaya ini bernama Β KRI Pasopati 410, tipe SS Whiskey Class. Kapal ini dibuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal Selam ini pernah memiliki peranan penting dalam sejarah maritime Indonesia sejak awal kedatangannya dalam Angkatan Laut sejak tanggal 29 Januari 1962. Dahulu kapal ini bertugas menghancurkan garis musuh (anti-shipping), pengawasan dan melakukan penggerebekan secara diam-diam. KRI Pasopati 410 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan saat Operasi Trikora.

Kapal Selam dengan panjang 76,6 meter dan lebar 6,30 m ini rupanya masih terlihat sangat baik baik dari dalam maupun luarnya. Di bagian dalam kapal terdapat beberapa ruangan, seperti ruangan komandan, ruang kerja, ruang makan, dan pusat komando. Salah satu persenjataan yang pastinya bikin anak lelaki dan bapaknya heboh adalah torpedo. Beneran asli lho torpedo dengan 4 propeller dan beberapa alat nafigasi yang keren.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ahoooyyy Shipmates.. said Kapten Nadia πŸ˜‰

Diluar Monkasel juga ada kolam renang lho, tapi karena cuaca Surabaya yang panas membara sebaiknya jangan berenang disana deh. Pulang dijamin gosong!! πŸ˜› Monkasel adalah salah satu tempat wisata keluarga yang asyik, selain dapat memperkenalkan anak-anak pada moda transportasi air, orang tua bisa sekaligus mengajarkan sejaran maritime Indonesia.

Tertarik mengunjungi Monumel Kapal Selam?? Aku tunggu di Surabaya yah. πŸ˜‰ All aboard….. (*teriak gaya Jake and the Neverland Pirates). πŸ™‚

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Be Sociable, Share!

42 thoughts on “Menyusuri Jejak Sejarah di Surabaya: Monumen Kapal Selam

  1. hehehehehehehe…belum pernah,padahal pas ngajar di malang hampir tiap bulan jln2 ke Sidoarjo n surabaya,tp kok yo nemen ya ngak kesini hahahaha

    eh,nadia cubby bangettt pipinyaaaa,,emaknya cantik kayak yg komet *byor*

  2. Saya sudah pernah masuk di dalamnya juga
    Harusnya di Surabaya juga membangun Museum TNI ya agar masyarakat tahu peran TBI dari masa ke masa.
    Terima kasih reportasenya
    Salam hangat dari Surabaya

  3. dulu waktu masih kecil sering banget kesini mbak, tapi skrg udah nggak pernah malah udah lupa bagian dalamnya gimana hehehe…. makasih mbak udah ngingetin masa kecil *berasa tua* πŸ˜€

  4. akhirnya terpampang juga foto-fotonya di sini. Saya pernah ke sana tapi hanya lewat depannya doang jalan-jalan, gak berani masuk. Hari kerja pas jam kerja saya malah jalan-jalan, otomatis sepi itu monkasel, masalahnya saya gak tahu itu ternyata boleh dimasuki, boleh dikunjungi hahahaha

  5. kapal selam? gurih apa endak kayak yg lenjer? halaahh… panganaaaann wae πŸ˜€

    Aku belum pernah ke sana. Bila ada keberuntungan aku bertandang ke Jawa Timur, aku kudu mbokterke mrono ya Dekmun πŸ˜‰

  6. Ini menarik banget monumen kapal selamnya, Mbak.
    Bener deh, saya jadi kepengen jalan-jalan ke Surabaya nih.
    Gak tahu kapan, Bagi saya ini campuran antara ngeplan cuti sama nabung buat akomodasi…

    Salam dari saya di Bekasi, Mbak.

  7. Ini kan yang di dekat delta plaza itu ya ?
    di dekat gubeng kalau tidak salah …

    Saya pernah lewat didepannya … tetapi belum pernah masuk …
    pengin jalan kesana juga nih …

    salam saya Mbak Muna

    (7/3 : 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *