Merindu Masjid Quba

Merindu Masjid Quba

Assalamualaikum Sahabats …
Kalau ada satu perjalanan yang paling nggak terlupakan buatku adalah perjalanan umrah. Seperti mimpi bisa menginjakkan kaki di tanah haram dengan duit yang pas-pasan dan hanya berbekal semangat dan sejuta doa. Cita-citanya selama disana pengen mengabadikan banyak moment bahkan berjanji sama diri sendiri kalau perjalanan ini harus diabadikan menjadi sebuah buku panduan umrah. Kenyataannya?

quba2
Bahkan sampai hari ini yang berarti hampir dua tahun lalu perjalanan umrah kami dimulai belum ada satu cerita pun yang muncul di blog ini. Terlalu banyak cerita dan kenangan indah, sayangnya nggak cukup kemampuan untuk menulisnya. Setiap kali mau menuliskan cerita umrah, yang ada mendadak cengeng. Rencana mau ambil banyak foto akhirnya cuma kenangan karena semua anggota tubuh cuma bisa terpesona sambil mewek melihat semua keagungan di rumah Allah.

Tapi ada satu cerita yang kuingat pagi ini saat melihat foto Masjid Quba. Pagi itu, selepas shalat dhuha, rombongan kami diajak untuk mulai tour ziarah. Tujuan pertama pagi itu adalah Masjid Quba. Sebelum berangkat ustadz yang memimpin rombongan kami berpesan supaya kami mengambil wudhu dan berusaha terus dalam keadaan wudhu sampai tiba di Masjid Quba.

quba

Bukan hal yang gampang lho untuk tetap berada dalam keadaan suci sejak dari kamar hotel hingga ke Masjid Quba. Apalagi Masjid Quba terletak beberapa kilometer diluar kota Madinah, tapi pesan pak ustadz terus aku ingat karena ada sebuah pesan dan sunah Rasulullah yang ingin kami lakukan. Rugi banget rasanya sudah sampai Madinah dan tidak menjalankan anjuran Rasulullah ini.

kelupaan kalo masker beum dibuka :P
kelupaan kalo masker beum dibuka πŸ˜›

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lagi-lagi panas menyengat menyapa, begitu kami keluar dari bus. Udara kota Madinah di bulan Juni memang lagi garang-garangnya. Pagi hingga siang hari suhu bisa mencapai 50Β°C. Bahkan aku yang terbiasa dengan suhu panas kota Semarang masih mersa kepayahan disini, meskipun nggak banyak keringat menetes di badan.Begitulah panasnya kota Madinah dan Mekkah. Suhu panas menyengat tapi tak banyak keluar keringat karena memang tingkat kelembabannya rendah. Beda sama panas di Indonesia yang bikin keringat nggak berhenti ngucur.

Dengan kepala yang terus menunduk kami semua keluar dari bus dan segera berjalan masuk ke dalam Masjid Quba. Masjid yang di bangun Rasulullah di awal hijrahnya Beliau ini memang sangat special. Dari luar tidak terlihat special memang desain bangunannya. Hamper semua masjid di Timur Tengah bentuknya seperti itu, putih polos dan bentuknya persegi. Tapi dari sisi histroris dan keutamaan yang disampaikan Rasulullah dalam sebuah Hadist Beliau lah yang membuat Masjid ini tak pernah sepi jamaah. Pun diluar jam shalat 5 waktu.

ruangan jamaan laki2 di masjid Quba
ruangan jamaan laki2 di masjid Quba

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di bagian tempat shalat perempuan, hampir tidak ada tempat shalat tersisa, padahal pak ustadz sudah berpesan kami nggak punya banyak waktu di masjid ini. Jemaah silih berganti masuk dan antrian pun semakin panjang. Aku melihat seorang perempuan berwajah Arab baru saja selesai shalat, aku maju mendekati hendak menggantikan posisinya. Aku menggandeng seorang ibu sesama rombongan yang usianya sudah sepuh, sayang aku sudah lupa nama beliau. Beliau berangkat umrah bersama anak lelakinya, tapi anaknya tadi menitipkan sang ibu bersamaku karena memang posisi tempat shalat perempuan dan lelaki terpisah.

Setelah perempuan Arab itu pergi, aku persilahkan ibu yang bersamaku untuk shalat duluan. Beliau kan sudah sepuh, nggak kuat berdiri lama. Aku berdiri di belakang si ibu membawakan tasnya sambil menunggu beliau menyelesaikan shalat. Tiba-tiba dari belakanga da yang menepuk bahuku. Aku menoleh. Seorang perempuan cantik (yang mungkin dari Pakistan) mempersilakan aku shalat di sebelahnya sambil tersenyum ramah. Tempat yang sedari tadi penuh tiba-tiba menyisakan ruang untukku. Aku meyambut tawarannya sambil tersenyum dan segera bersiap shalat.

halaman luar yg ramai jamaah
halaman luar yg ramai jamaah

Shalat dua rakaat seperti anjuran Rasulullah dan di sujud terakhir aku sempat menyampaikan beberapa harapanku. Aku ingat betul salah satunya.

β€œYa Allah jika Engkau berkenan, berikanlah kami satu lagi keturunan. Karuniai aku anak yang shaleh yang akan jadi permataku dunia dan akhirat. Berikan padaku satu keturunan lagi di waktu yang menurutmu terbaik karena yang terbaik menurut Mu pastilah terbaik untukku.”

Sampai detik ini aku selalu yakin Allah mendengarkan semua doaku, baik ketika aku disana, di rumah Allah ataupun disini. Dan waktu yang terbaik itu memang hak prerogative Allah. Karena itu sejak aku kembali dari umrah, tidak pernahs edikitpun aku menyangsikan Allah akan mengabulkan doaku itu. Masalah kapan waktunya, itu akan jadi kejutan untuk kami bertiga

Dan waktu itupun akhirnya datang
4 tahun berusaha memberikan Nadia adik. Ada masa optimis dan banyak masa pesimis, sampai akhirnya bisa berada di posisi netral. Bersikap lebih ikhlas menghadapi uijan ini. Saking pasrahnya sampai terlupa kalau bulan ini tamu bulanan datang terlambat, bahkan sangat terlambat. Awalnya malas beli tespack takut kecewa aja sih, tapi tetiba teringat doa itu. Waktu yang terbaik menurut Allah.
Dan waktu itu pun akhirnya datang. 2 strip. Tanda +
Waktu yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Terima kasih Allah. Terima kasih Allah

20160309_054250[1]

Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba & shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umrah. [HR. ibnumajah No.1402].

Be Sociable, Share!

43 thoughts on “Merindu Masjid Quba

  1. Subhanalloh mbak muna, wah lagi hamil sekamat ya, semoga diriku segera menyusul, saya pun sama ketika umrah mau ditulis keburu kamera dan handycamnya ilang hehe, foto2 ada sisa yang udah dimasukin fb hee, sama saya merasakan hal yang sama doa2 yang dipanjatkan depan Ka’bah, di mesjid Nabawi dan Quba juga mesjid apung, mesjid taneem diijabah Allah berurut dari belakang ke depan semoga ketularan hamilnya Amien, cuma bedanya saya menanti buah hati 7taun belum dikasih 1 pun hii

  2. Alhamdulillah… selamat mbaa.. penantian yg panjang yaa… Barakallah mba munaa.. smoga sehat dan selamat sampe waktunya melahirkan nanti

  3. Selamat atas kehamilannya mbak Muna, semoga selalu sehat dan apabila sudah waktunya akan melahirkan dengan lancar dan selamat, aamiin πŸ™‚

    Semoga saya segera menyusul umrahnya meskipun baru bermodal niat saja πŸ™‚

  4. Masya Allah, sungguh besar nikmat yang telah kita terima ya, jadi ingat perjalanan haji dua tahun lalu, merinding nih mbak. Alhamdulillah, semoga sehat Muna dan calon adik Nadia. Semoga lancar persalinannya ya.

    Ini banyak banget foto masjid Quba, aku ngambil fotonya cuma dikit, terlalu terpesona dengan keagungannya.

  5. Masya Allah… selamat yaa Mba Muna atas kehamilan keduanya. Semoga lancar dan sehat selalu. AAmiin.
    Saya ikut seneng banget waktu kemarin Mbak Muna cerita πŸ™‚

  6. Alhamdulillah akhirnya penantiannya berbuah manis ya mba. Selamat menikmati hari-hari kehamilan ke-2 nya ya, ikut senengπŸ˜€. Insya Allah aku dan suami ingin menunaikan ibadah umrah juga tahun ini, mudah2an niat yg sempet terkendala beberapa kali ini bisa tercapai… Aamiin☺.

  7. Semoga aku juga bisa kesana suatu hari nanti…bersama orang-orang terkasihku.
    Sekali lagi selamaaat…akhirnya kakak Nadia mau punya adek…semoga lancar hingga melahirkan nanti ya *hug..hug πŸ˜€

  8. Masjid Qubanya agung banget. Pasti tertunduk haru terus kalau masuk ke sini. Dan selamat ya Mbak, akhirnya Nadia punya adik. Ikut menggenapi kebahagiaan keluarga Mbak Muna..Siap-siap ngidam ya πŸ™‚

  9. Berkunjung ke dua Tanah Suci memang selalu menjadi kerinduan. Pada saat sdh pergi ke sana, kerinduan itu bukannya hilang, malah jadi kayak ketagihan Mak. Saya pun pengen menuliskan kisah perjalanan haji mandiri (karena budget pas2an), tapi sampai sekarang belum satupun tulisan yang saya buat. xixi. Mengingatnya selalu membuat mata saya berkaca, dan hati berdesir penuh keinginan untuk berkunjung lagi ke sana. Membaca tulisan mesjid Quba ini pun membuat saya kembali berkaca-kaca.

  10. Aduh nggak bayangin mbak panasnya sampe 50 derajad. Btw, saya ikut merinding bacanya, selamat yaaaa, semoga Mbak Muna dan calon jabang bayi selalu sehat dan lancar hingga persalinan nanti.
    Wah, Nadya pasti seneng ya mau punya adek. Bakal ada yang manggil Mbak nanti.

  11. Saya juga dulu umrah selalu berdoa agar hamil anak kedua di akhir tahun 2013 dengan jenis kelamin perempuan, dan alhamdulillah di kabulkan Allah.. Allah maha baik. semoga lancar kehamilannya ya mba dan sehat terus sampai persalinan nanti… aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *