Semangkuk Mi Ongklok, Penghalau Dinginnya Udara Wonosobo

Salah satu kota tujuan wisata di Provinsi Jawa tengah yang saat ini sedang naik daun adalah kota Wonosobo. Kota kecil nan sejuk dan asri ini memang punya keindahan alam luar biasa. Wonosobo adalah tempat yang pas banget bagi kita yang sedang jenuh dan sumpek dengan hiruk pikuk kehidupan kota besar. Selain udaranya yang fresh dan adem, suasana kota yang tenang pasti bikin kita betah banget berlama-lama disini. 😉

Ngomongin soal tempat wisata andalan Wonosobo pasti semua udah pada ngerti dong. Selain Dieng Plateu yang terkenal itu, ada juga Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Gunung Sindoro yang dari dulu pengen banget aku daki *eiitss malah curcol heheh. 😛 Yakin banget kalau keindahan Dieng pasti bikin banyak orang mupeng berat (*termasuk akuh) untuk selalu kembali dan kembali lagi ke Wonosobo.

Tapi udah pada tahu belum si kalau ternyata kuliner khas Wonosobo itu nggak kalah endess dengan pemandangannya? Beberapa makanan enak yang harus banget dicoba saat mampir ke Wonosobo adalah  manisan buah Carica, kacang dieng, kripik jamur, dan jamu purwoceng yang cucok buat para lelaki. Dari semua daftar menu diatas, menurutku juaranya adalah … *drum roolll…… Mi Ongklok. 🙂

mi-ongklok1

mi-ongklok2Waduh makanan apa pula itu? Nih ya aku kasih tahu buat yang belum kenal Mi Ongklok *kudet banget sih. 😛 Mi Ongklok adalah kuliner khas dan andalan Wonosobo. Mi Ongklok punya rasa dan penampakan yang beda dari mi lainnya. Selain rasa mi yang enak, kuahnya itu…nendaaang bangettt. Perpaduan gurih dan manis dari bumbu kacangnya itu nggak nemu deh dimana-mana. Nyeruput kuah mi ongklok panas yang gurih, dijamin bakalan bikin badan jadi hangat dan rasa dingin akibat suhu udara kota Wonosobo yang adem bakalan menyingkir seketika. 😉

Pertama kali denger judul makanan ini, yang kebayang adalah sajian mi yang biasa kita temukan di resto bertema Chinese food. Ternyata oh ternyata berbeda sekali saudara-saudara. Setelah mengadakan penyelidikan secara intensif dan mendalam #halaahh, nama Mi Ongklok diambil dari sebuah alat yang digunakan untuk merebus mi yang jadi bahan utama Mi Ongklok ini. Ongklok adalah sebuah keranjang kecil yang terbuat dari bamboo yang akan mempertemukan mi dan kuah untuk pertama kalinya hehehe.

Cara penyajiannya ini nih yang unik banget. Jadi pertama, Mi diletakkan di Ongklok dicampur dengan kol (kubis) dan rajangan daun kucai. Kedua jenis sayuran ini memang jadi komoditas andalan kota Wonosobo yang terletak di dataran tinggi. Setelah itu Mi dicelupkan kedalam kuah yang mendidih berulang-ulang. Nah proses mencelup inilah yang dalam bahasa Wonosobo disebut, di onglok-ongklok. 😉

Setelah prosesi pencelupan beres, mi bertekstur kenyal dan lumayan tebal ini diletakkan di mangkuk saji kemudian di guyur kuah panas. Nah kuahnya ini nih yang juara. Kuah Mi Ongklok punya rasa yang khas banget karena merupakan campuran dari kanji, gula merah, dan ebi. Kebayang kan rasanya gurih dan manisnya…. Hmm…. Slruuuupp. Terakhir taburan bawang goreng melengkapi kesempurnaan Mi Ongklok ini. And voila… jadilah Mi Ongklok. 🙂  Setelah semangkuk Mi Ongklok panas tersedia dengan cantiknya dihadapan kita, jangan langsung nyamber ya karena ada kejutan menanti. Eiits… kasih tahu nggak ya? hehehe….

Mi Ongklok ternyata punya pendamping setia yang nggak kalah endess nya, sate sapi. Yup.. semangkuk Mi Ongklok panas dengan lauk sate sapi yang legit, beeeuuuhhh… siapa yang sanggup nolak kalau udah begini?? 😉 Buat yang nggak doyan daging, jangan sedih. Masih ada pendamping lain yang nggak kalah serunya. Apalagi kalau bukan tempe kemul, atau tempe Mendoan bahasa kerennya. 😛  Oya..buat para penggila pedas, boleh juga Mi Ongkloknya dicemplungi cabe rawit biar makin nyooss hahahah. 😉

Sempuran banget deh rasanya, menikmati udara sejuk dan segar kota Wonosobo ditemanni semangkuk Mi Ongklok dan teman-teman. Saking enyaakknya nih, satu mangkok kok rasanya kurang gitu… (*doyan apa rakus sih??) Eh.. tapi ini dialami hampir semua penikmat Mi Ongklok lho. Saking nikmatnya, satu porsi Mi Ongklok rasanya nggak cukup. Belum lagi tempe kemulnya yang endang markondang, nyam…nyaamm…. Untuk sementara mari kita lupakan diet dan nikmati kuliner khas Wonosobo yang satu ini. 😉

mi-ongklok-3

Menu Mi Ongklok memang tersebar di seantero Wonosobo, tapi hanya dua Warung yang recommended banget, menurut penduduk setempat ya.  Salah satunya tempat aku makan ini yang ternyata juga jadi Mi Ongklok favoritnya pak SBY lho. 😉 Silakan merapat ke Mie Ongklok Pak Muhadi yang terletak di jalan A. Yani atau Mie Ongklok Longkrang di jalan Pasukan Ronggolawe.

Kalau soal harga gimana? Macem-macem gitu pasti mahal deh. Nope… salah besar kalau berfikiran Mi Ongklok bakal bikin kantong kita bolong. Seporsi Mi Ongklok nggak nyampe Rp.10.000 lho, murah meriah tapi dijamin puas banget deh. 😉 Mau makan bermangkok-mangkok juga nggak bakalan tekor, paling ukuran celana aja yang rada melar. 😛

pendamping setia mi ongklok
pendamping setia mi ongklok

Pastinya sekarang udah nggak ragu lagi ya liburan ke Wonosobo. Udara yang fresh, kota yang tenang, tempat wisata indah dan makanan enak bertebaran. Ahhh indahnya dunia. 😉

Selamat ulang tahun untuk Kabupaten Wonosobo yang ke 189. Semoga dengan bertambahnya usia kearifan lokal akan selalu lestari dan terjaga. Satu harapanku bagi pemerintah daerah, penduduk setempat, dan semua pengunjung kota Wonosobo tercinta adalah selalu agar menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Happy birthday Wonosobo. 🙂

Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway #HariJadiWonosobo189

giveaway-harijadiwonosobo189

Be Sociable, Share!

31 Replies to “Semangkuk Mi Ongklok, Penghalau Dinginnya Udara Wonosobo”

  1. namanya unik banget,kayaknya endes banget nih dicocol sama tempe kemul khas wonosobo,sluurptt….
    sukses kontesnya ya mbk 🙂

    1. yummy banget deh pokoknya… harus dicoba 🙂

  2. Mie okloknya unik ya,,,penyajiannya juga menurutku,,,aku demen ama satenya tuh,,,maknyus beneran kalo yg satu itu,,,

    1. huumm unik dan endang markondang pastinyaa 😉

  3. hasyeeem tenin, aku malah ngeces ki liat mi dan tempe mendoane. Aku punya beberapa teman dari Wonosobo tapi lum pernah nyobain Mi ongklok. Katanya endess margondess yo? Dulu pernah ke Wnsobo tapi ga sempat nyicipi. Nyesel rek.. Wnsobo masih adem polll ga ya?

    Jadi pengen ke sana lagi. Semoga menang ya kontesnya 🙂

    1. mulane to..kapan main ke Semarang? kami ada rencana ke Wonosobo lagi..nanti kita barengan 🙂

  4. aku rgu bisa makan mienya, tapiiii tempenyaaaaa ooooh…..

    1. alergi udang kah mbak? tempenya mengundang banget ya 😛

  5. kalau ada bumbu kacangnya berarti kental kuahnya, ya

    1. huum mak, apalagi pake kanji kan jadi nyemek nyemek gitu deh

  6. Salah waktu berkunjung, bikin lapeeeer lagi 😀
    Wajib datang ke sini ah, apalagi sudah di Yogya.
    Dulu, kalau mudik ke Yogya, lewat Bumiayu, suka mampir dan makan mie nyemek Bu Seto, maknyus juga 🙂

    1. heheheh… kalo gitu pulang mudik nanti lewat Wonosobo ya, sekalian mampir ke Longkrang

  7. Mendoane juaraaa…. Klo mi nya aq krg selera krna agak mblenek bg ku… Tp tmn n adik2ku pada sukaaa… Sukses di kontes ini yaaa

    1. huum mbak..liar mendoannya aku jg ngiler nih 😉

  8. pagi2 dibulan puasa disuguhin mie ongklok koq rasa2nya pingin … hhaha (ngemut sendok)
    betewe..bisa request ga mbak kalo ga suka sate sapi diganti sate kambing ?

    1. lumrahnya si di warung mi ongklok adanya sate sapi mas, kalo pengen sate kambing bawa sendiri ajah heheh 😛

  9. Pingin mi onkloookkk euy.. slurph

    1. ayo kapan traveling ke Wonosobo?

  10. Favorit saya ini, Mba. Longkrang! 😀

    1. Wah sama dong, toss dulu yuk 😉

  11. Hidayah Sulistiyowati says: Reply

    Hiyaaa…kangen berat sama mi ongklok! Mudah-mudahan liburan ini jadi ke Wonosobo dan lumerin mulut dengan mi ongklok hehehe

    1. ajakin aku dong mbak kalo ke Wonosobo 😉

  12. Mie Ongklok dicampur Purwaceng makin mantap rasanya buat para pria 😀

    1. hihihi…. 😛

  13. Di Limbangan, Garut sedang dingin karena berhujan mulu. Jadi lapar baca ini. Padahal saum, hehe.
    Pengen ke Wonosobo, ah. Kalau bikin mie ongklok pasti beda dengan yang asli.

  14. Huampun…mi ongklok ini berhasil membuat saya ngiler malam ini, mbak…

    Ini cerita tentang Wonosobo, Dieng…hmmm jadi gak sabar untuk segera sampai disana. Kebetulan saya sudah firm untuk menghadiri Dieng Culture Festival akhir Agustus ini. Mi ongklok, sate sapi, purwaceng…sudah saya masukan ke list untuk jadi kuliner yang harus saya nikmati disana…

    Salam,

    1. waaahhh… saya juga pengen banget mas ikutan Dieng Cultural Festival, tapi nggak kebagian tiket lagi hiks 🙁

  15. kemarin sempat ke Wonosobo tapi ngga mencicipi mie Ongklok, keburu tutup :(((

    Next time pingin banget ke Wonosobo dan jalan-jalan ke Dieng :))

    1. aku juga pengen kesana lagi mak, pengen liat sunrise di Dieng, yuk bareng 😉

  16. Sumpah yaaaa, pengen banget cobain mie ongklok nya. Dari dulu selalu dipromosiin sama temen SMA ku yg asli WOnosobo, tapi sampai sekarang (udah 8 taon) masih belum kesampaian juga :(((((((

  17. Mi ongklok….penasaran bgt sama rasanya nih. Tiap kali lihat liputan di tipi kok ngiler ces ces an malah mbak.

Leave a Reply