Kampung Batik Semarang yang Kini Kembali Bergeliat

Assalamualaikum Sahabats ….

Berbicara soal batik, pasti ingatan kita akan langsung tertuju pada kota batik, Pekalongan, Solo, dan Yogja. Memang ketiga kota di atas identik dengan sentra kerajinan batiknya. Padahal sebenarnya kota Semarang juga punya lho sebuah kampung khusus yang menjadi sentra kerajinan batik has Semarang. Bahkan kampung Batik Semarang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Iyes. Sebagai orang yang sudah lama tinggal di Semarang, aku malu pake banget karena baru mengetahui keberadaan kampung Batik ini tahun lalu. Itupun tidak sengaja saat aku mengunjungi sentra Batik 16, milik bu Umi yang juga penggiat batik di kota Semarang. Dan lebih malu lagi karena baru setahun kemudian akhirnya bisa menginjakkan kaki di kampung batik Semarang yang berlokasi di kawasan Bubakan, Semarang.

 

 

kampung batik semarang

Dari kunjungan ke Studio Batik 16 Semarang itulah aku sempat membaca sejarah mengenai kampung batik Semarang yang berada di kawasan bubakan Semarang. Tradisi membatik di Semarang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram, sayangnya keberadaan sentra batik Semarang sempat dibumihanguskan oleh pihak Jepang hingga tak bersisa. Batik Semarang pun hilang ditelan zaman, sedangkan batik-batik lainnya semakin berkembang. Pamor batik Semarang kemudian memudar dan kian tergerus oleh perkembangan zaman. Hingga akhirnya tahun lalu Pemerintah kota Semarang mulai turun tangan untuk menghidupkan kembali Sentra Batik Semarang yang sudah mati suri selama puluhan tahun.

Pemerintah kota Semarang mulai membenahi kampung batik Semarang dan memberi pelatihan pada pengrajin batik yang sudah turun-temurun hidup di desa ini. Tidak lupa juga, kampung batik Semarang diberi sentuhan kekinian dengan lukisan mural didinding-dindingnya, yang kian membuatnya nampak makin cantik sehingga akhirnya berhasil mengundang wisatawan asing dan domestik berkunjung kemari.

 

kampung batik semarang

 

Where to Go

Baru beberapa bulan lalu akhirnya aku menginjakkan kakiku ini di kampung batik Semarang. Padahal bisa dibilang cukup sering beredar di daerah kota lama karena tempat kerjaku yang lokasinya nggak jauh dari kota lama. Yah namanya rezeki, barulah sempat mampir ke kampung Batik Semarang bulan lalu.

Buat sahabats yang penasaran pengen kemari juga, sekalian aja menjelajahi kota lama Semarang yang kini makin cantik. Setelah puas eksplorasi kota lama, barulah mampir ke kampung batik Semarang yang lokasinya tak jauh dari hotel Aston Semarang. Tepatnya di kawasan Bubakan, Semarang.

kampung batik semarang
beberapa contoh motif batik semarang

 

kampung batik semarang

What to See

Menginjakkan kaki di kampung Batik Semarang, jangan membayangkan kampung Batik Laweyan di Solo atau kampung batik di Pekalongan yang luas ya. Kampung batik Semarang ini ternyata nggak luas, bahkan hanya ada beberapa pengrajin atau toko yang buka di area ini. Bahkan saat aku berkunjung toko-toko tadi cukup sepi, meskipun ada sih satu dua pembeli yang sedang memilih batik incaran. Mungkin karena bukan weekend ya jadi agak sepi. Aku pun sempat mencari baju anak dan tas anak dengan motif batik tapi sayang nggak ada ukuran yang pas buat kak Nadia.

Setelah mampir ke beberapa toko, kami memutuskan untuk langsung menuju ke dinding bermural batik Semarangan yang lagi naik daun di Instagram. Mural ini berjudul “Adeging Kuto Semarang.” Kurang lebihnya mural ini menceritakan asal mula berdirinya kota Semarang yang sejak dulu telah dihuni oleh 3 etnis, yaitu Jawa, Arab, dan China. Sampai saat ini ketiga etnis tersebut masih menjadi penghuni tetap dan terbesar di Semarang. Dan walaupun banyak perbedaan yang cukup mendasar, Alhamdulillah kami hidup rukun dan damai.

 

kampung batik semarang

Kerukunan ini terjaga baik hingga saat ini. Bahkan lestari melalui proses asimilasi dan akulturasi budaya. Dari mulai beberapa kuliner khas Semarang yang merupakan hidangan fushion dari ketiga etnis, acara dhugderan atau acara tahunan khas kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dan tentu saja, keragaman budaya kota Semarang juga tercermin dalam batik Semarangan.

Oya sahabats mural inilah yang jadi daya tarik tersendiri dari kampung batik Semarang. Banyak turis mancanegara dan domestik, terutama anak muda berselfie ria di depan mural andalan kampung batik ini.

Muralnya memang kece dan instagramable banget sih. Pilihan warna-warna cerah khaa batik pesisir menjadi latar belakang kisah berdirinya kota Semarang. Cantik dan menarik banget, sayang kalau  nggak diabadikan dalam foto. Aku dan baby K juga nggak mau ketinggalan lah pepotoan disini. Selain mural utama ini, banyak juga tembok rumah warga sekitar yang dilukis dengan motif khas batik Semarangan dengan warna yang cerah ceria. Sambil menikmati mural-murql cantik tadi, kita juga bisa mempelajari seluk beluk dan sejarah batik Semarang.

 

kampung batik semarang

 

Motif Batik Semarang

Mungkin banyak yang belum tahu ya seperti apa sih motif khas batik Semarangan? Seperti apa sih corak dan warnanya? Yang jelas beda dengan batik Yogya yang cenderung berwarna coklat, batik Semarangan punya aneka ragam warna, khas batik pesisir. Coraknya pun beragam dari mulai motif tugu muda, gereja Blenduk, motif pohon asem, motif lumpia, bahkan motif bandeng presto pun ada. Hahahhaha…. Pasti nggak kebayang kan? Supaya nggak penasaran harus deh mampir sendiri ke kampung batik Semarang untuk melihat secara langsung proses kreatif pembuatan batik. Selain belanja batik khaa Semarang yang  punya notif tiada duanya, kalau sahabats beruntung bisa juga ikutan belajar membatik, sayangnya kemarin aku nggak sempet ikut belajar bikin batik. Bawa bayi sih ribet jadinya. Kapan-kapan harus bakik lagi nih buat belajar membatik.

 

kampung batik semarang

Jadi generasi milenial bukan berarti melupakan akar budaya kita. Justru kita lah yang paling berkepentingan untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur, tak terkecuali seni batik yang keindahannya sudah diakui dunia. Harus bangga dong pakai batik ya. 🙂

So next time sahabats berkunjung ke Semarang atau ada teman yang nanya tempat asyik di Semarang, jangan lupa mampir ke kampung batik Semarang ya.

Happy Traveling. 🙂

 

 

 

 

 

Be Sociable, Share!

12 Replies to “Kampung Batik Semarang yang Kini Kembali Bergeliat”

  1. Aku pengen ke kampung batik lagi jadinya. Beberapa waktu lalu, cuma sebentar nggak sempat keliling kampungnya.

  2. Iya nih pingin banget ke sana karena saya suka motif2nya 🙂

  3. Belum pernah ke kampung batik, next weekend maybe 😊

  4. Baby K udah jalan2 ke Kampung Batik yaa, sama deh ama budhe, hihii. Makin cantik kampungnya dan jadi ada destinasi wisata baru juga di Semarang

  5. Pengen banget ke kampung batik.. Blm pernah kesana.

  6. Waduh kalah sama baby K nih akuu. Suda setua gaban lom pernah kesana. Wkwkwk. Apik y mbak muna. Naksir lukisan di temboknya euy. Btw salahbsatu motif batik semarang keknya aku punya deh. Yg ada di jarik buat gendong anakku. Hihihi. Cakep tp emang. Ah makin cinta ma indonesia dgn keragaman budayanya ya. Tetutama kl dah liat batik2nya begini

  7. Aku belum pernah niihh ke kampung batik. Ntar klo pas Kak Vivi pulang mau ajak ke sini aaahh…

  8. Makin bagus ya Kampung Batik Semarang. Bagus deh! Semoga makin menunjang pariwisata smrg 😊😊

    Baby K! Gemeeeshh! 😘😘

  9. Mnrtku batik semarang gak kalah dengan batik dari daerah lain. Cuma memang kurang dikenal saja, kalah pamor dengan batik-batik lainnya.
    Mengenai kampung batik, senang melihatnya kembali mengeliat. Bahkan bisa jadi alternatif untuk dikunjungi jika singgah di Semarang.

  10. Udah pernah ke sana dan pengen balik lagi. Pengen ngajak bocah belajar membatik di sana euyy…

  11. Ada motif klasik juga ya. Batik tiap daerah biasanya memiliki ciri khas sendiri.. Tapi ada sih motif-motif yang mirip karena mendapat pengaruh dari daerah lain.

    1. Iya kalo motof klasik pasti ada ya di daerah manapun

Leave a Reply