Pengalaman Mengikuti Writing Challenge di Blog

Assalamualaikum Sahabats ….

Membangun kebiasaan menulis bagiku bukan perkara yang mudah. Meskipun sudah mengaku sebagai seorang blogger dan penulis selama bertahun-tahun, nyatanya untuk bisa rutin menulis dan posting artikel butuh konsistensi dan effort yang lumayan berat. Berikut adalah pengalamanku melatih diri untuk konsisten menulis.

Sejak dulu aku memang suka menulis. Tapi nggak sekalipun terbersit untuk jadi penulis profesional mungkin karena nggak pede ya. BIsa berada di titik ini, menjadi blogger dan sudah melahirkan beberapa buku solo dan antologi adalah sesuatu yang nggak pernah terbayangkan namun sangat aku syukuri.

Perjalanan panjang membentuk aku jadi seorang blogger. Dari awal yang nggak ngerti apa sampai sekarang yang masiiiiiihh harus terus belajar. Belum banyak pencapaianku di dunia ngeblog. Satu yang aku syukuri, bisa bertahan sekian lama di tengah dinamika dunia perbloggingan yang luar biasa dan kesibukan di dunia nyata adalah sebuah pencapaian yang bikin aku bangga sama diri sendiri.

PR Seorang Penulis Itu Ternyata Banyaaak

Ternyata menjadi penulis itu nggak gampang lho Sahabats. Menulis itu bukan hanya sekedar duduk di depan laptop dan menghasilkan beberapa kata. Sebelum menulis kita butuh reserach yang mendalam mengenai tema tulisan kita, kata kunci, banyak membaca, membangun mood, dan masih banyak PR lainnya.

Nah kadang PR nya ini yang butuh waktu dan effort untuk diselesaikan. Apalagi aku bukan tipe orang yang bisa nulis pokoknya asal jadi. Aku selalu harus mikir dulu tema apa yang pas dan menyesuaikan dengan niche blog Momtraveler.com.

Berdasarkan riset sederhana yang sudah aku lakukan terhadap pembaca setia blog ini, mereka yang berkunjung ke Momtraveler.com adalah orang yang memang membutuhkan insights seputar traveling atau cerita dan pengalaman seputar parenting. Merajut kata demi kata yang meninggalkan kesan dan mendatangkan hikmah bagi pembaca itu nggak gampang.

Caraku Membangun Kebiasaan Menulis

Kesibukan di dunia nyata seringkali jadi alasan buatku untuk menunda nulis. Belum lagi mood yang up and down, mau buka laptop aja luar biasa malesnya. Padahal kalau udah memaksakan diri buka laptop dan nulis, duduk bentar aja bisa jadi 1 artikel.

Repot emang ya kalo nurutin setan bernama males. Harus ada senjata yang bisa dipakai untuk menghempas rasa malas sekaligus bisa menanamkan konsisten dalam diri supaya semangat dan bisa rutin menulis.

Karena aku mencintai dunia kepenulisan dan pengen terus menghasilkan karya aku putuskan untuk bikin strategi. Akhirnya aku melakukan beberapa cara nih Sahabats untuk “memaksa diri” bisa menghasilkan sesuatu yang berguna lewat tulisanku.

Pasang Target yang Realistis

Realistis di sini bagiku adalah masuk akal. Target yang jelas bisa aku raih. Bukan karena liat pencapaian orang terus jadi maksain diri. So first thing first, aku pasang target dulu. Kira-kira target apa yang mau aku raih dari menulis. Honestly aku hanya ingin bisa rutin update organic blogpost. Sesekali kalau ada kesempatan menulis antologi yang sesuai tema boleh juga ikut, selama temanya kusuka.

Berdasarkan goals di atas aku pasang target sebulan harus bisa menghasilkan 2 organic blogpost perbulan. Target itu masih masuk akal buatku. At least aku harus bisa mencari 2 tema tulisan yang sesuai niche dan bikin tulisan berbobot yang dicari oleh pembaca blogku.

Bukan Sekedar Meluangkan Waktu Tapi Bikin Jadwal yang Pasti

Kalau meluangkan waktu biasanya aku jadi mencari alasan. Ah ada agenda yang lebih penting. Ntar dulu deh masih pengen lanjut nontn atau baca buku. Nah dengan adanya jadwal yang fix aku jadi memaksakan diri menuntaskan jadwa tersebut.

Supaya nggak lupa aku tulis di jurnal, sekalian bikin reminder di smartphone supaya jangan sampai deadline nulis kelewat. Memang adakalanya kita harus tegas sama diri sendiri dalam rangka terbangun konsistensi diri. Semoga pelan-pelan jadwal dan target yang kubuat bisa meningkat ya Sahabats.

Tentukan Tema yang Kamu Sukai

Normaly segala sesuatu yang dikerjakan atas nama cinta akan jadi lebih mudah. Begitu pun ketika menulis. Aku prefer menulis tema yang kukuasai dan sesuai niche. Selain nggak jadi beban, ketika proses pun hati bahagia.

Kalau pas ada stok ide traveling pasti aku dahulukan bikin draft tulisan. Atau tetiba ada ide nulis terkait parenting langsung eksekusi. At least tulis dulu di jurnal jadi pas jadwalnya nulis udah ada stok ide.

Ikutan Writing Challenge Untuk Memicu Diri

Honestly dulu aku nggak pernah mau ikutan writing challenge. Balik lagi karena mungkin belum terbentuk konsistensi dalam diri ya. Jadi ada aja alesannya. Dari tema yang melenceng jauh dari niche, nggak sempet, lupa, mager, wes mbuh apalagi stok alesannya.

Tapi semenjak aku sadar bahwa konsistensi itu harus dibangun dan memang pengen kembali rutin nulis bismilah deh aku coba ikut writing challenge. Kumulai dari 1 week one post yang digagas oeh komunitas blogger Gandjel Rel yang aku ikuti.

3 tema pertama alhamdhulilah lancar. Bisa posting sesuai tema yang diberikan tepat waktu. Meskipun kadang temanya susah dan jauh dari niche, tapi aku berusaha tetap mengaitkan sama nicheku. Butuh kerja ekstra tapi bisa juga kok ternyata. #tepukdada

Mulai memasuki minggu keempat, setoran mulai mepet. Bukan karena mepet jadwal tapi karena pas di kampus lagi Ujian Tengah Semester dan bapak harus mondok di Rumah Sakit. Again karena aku sudah berkomitmen untuk konsisten nulis, disela jagain bapak di RS aku sempatkan nulis. Pokoknya curi waktu demi menyelesaikan target.

Sempet setoran 1 week one post mepeet banget DL bahkan ada juga yang telat tapi alhamdhulilah 8 ronde aku berhasil menyelesaikan. Ternyata kalau ada niat semuanya pasti bisa ya Sahabats.Insyaallah kalau ada ronde lanjutan aku bakaan ikutan lagi. Bisa yuk!!

Ciptakan Mood

Dulu aku sukanya nunggu mod nulis datang. Kalau lagi males ya udah dibiarkan aja berlarut-larut. Sampai pada suatu hari aku membaca sebuah artikel kalau rasa males itu jangan dibiarkan. Harus dilawan sekuat tenaga, dengan segala cara.

Bener juga sih mau sampai kapan memelihara rasa males? Kita yang harus berusaha keluar dari perasaan malas atau hal negatif apapun yang kita rasakan. We are what we think. Kalau kita yakin bisa pasti bisa. Terbukti kan, ikutan challenge nulis berhasil selesai sampai finish. 🙂

Oya untuk menciptakan mood aku mulai jadwal nulis dengan beberapa ritual sederhana. Pertama mandi dulu supaya bada dan pikiran fresh. Next siapkan kopi dan camilan. Duduk manis di ruang kerja atau spot favorit.

Supaya lebih fokus aku nggak buka social media dulu dan lebih memilih menyalakan musik jazz atau genre musik apapun yang bikin semangat dan hati bahagia.

Yah meskipun progress ku masih lambat tapi aku berusaha nggak membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Ada yang pesat kemajuannya, ada yang bertahap. Yang jelas aku menikmati proses menulis dan semua suka dukanya.

Slow but sure konsistensi dalam menulis mulai terbentuk. Aku berhasil membangun kebiasaan menulis dengan cara sederhana dan tetap bisa menghasilkan tulisan yang insyaallah bermanfaat. Doakan aku tetap semangat dan konsisten nulis ya Sahabats.

Kalau Sahabats punya tips apa nih untuk membangun kebiasaan menulis? Atau membangun kebiasaan positif? Share dong di kolom komentar supaya aku jadi leih termotivasi.

4 Replies to “Pengalaman Mengikuti Writing Challenge di Blog”

  1. Memang deh hobi menulis itu, termasuk ngeblog, bisa menenangkan hati dan aktualisasi diri. Sebaiknya memang dijadwalkan ya jadi ga asal kapan nulisnya atau sesuai mood. Dengan adanya target, biasanya artikel2 blog bakalan banyak dan berkualitas. Pasti banyak pengunjungnya nih mbak. Keren banget!

  2. Iya memang harus dipaksakan ya untuk terbiasa menulis itu, karena kita suka menunda dan akhirnya momennya lewat. Kagum sama Rahmi tuh ngga hanya sekadar pengen, akhirnya dia nulis di KBM dan konsisten serta produktif hingga sekarang

  3. aku awal-awal ngeblog semangat 45 ikutan challenge
    tapi makin ke sini makin letooyy cyin haha
    kayak udah capek duluan
    bener sih emang mood ini yang menentukan dan yang pastinya memang harus dijadwalkan. bukannya nggak sempat tapi disempatkan
    semoga aku bisa ikutan challenge ngeblog rutin

  4. Nah ini ni haha.. pengen punya motivasi untuk lebih banyak menulis lagi. Blogpostnya pas banget untukku yang sempet writers block terus jadi mager nulis di tahun ’22. Bener banget mbak, kebiasaan menulis itu harus diciptakan dan bagaimana membuat lingkungan yang mendukung untuk menulis dan berkreasi 😄

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.