Ini Dia 5 Cara Mudah Mendidik dan Mengembangkan Potensi si Kecil yang Aktif

Assalamualaikum Sahabats …Hampir setiap hari aku dibuat terpesona sama baby K. Usia baby K sekarang ini genap 2 tahun dan selalu aja ada tingkah lucu dan menggemaskan setiap harinya. Bisa dibilang baby K termasuk bayi yang super duper aktif. Dia nggak bisa duduk anteng dan sibuk mengeksplor lingkungan sekitarnya. Sempet khawatir juga sih dengan suara sumbang yang bilang, ‘jangan-jangan anakmu hiperaktif?’

Like flowers, every child is special and unique. Sahabats pernah mendengar pepatah tersebut nggak? Setelah punya dua anak, aku baru menyadari banget kalau pepatah di atas benar adanya. Punya 2 anak dengan kelebihannya masing-masing yang mana dari mereka aku belajar begitu banyak hal. Si kakak yang cenderung kalem dan mudah diarahkan, sedangkan si kecil yang super aktif dan seringkali bikin emaknya ini kewalahan.

Baby K itu tipe anak yang rasa penasarannya tinggi, makanya dia suka bereksperimen dan mencoba hal-hal baru. Semua benda yang ada di rumah nggak luput dari rasa penasarannya. Pokoknya blas nggak ada rasa takutnya. Pernah suatu hari baby K lihat papanya naik tangga benerin lampu, dan dengan epicnya dia langsung ngikutin papanya naik tangga tanpa mau dipegang. Baby K juga nggak punya rasa takut dan geli, terbukti sementara emaknya kegelian liat bekicot, dia justru nyamperin bahkan meremas si bekicot tanpa takut. Sumpah deh emaknya ini cuma bisa geleng-geleng kepala liat tingkahnya.

Pas denger wacana hiperaktif sempat kuatir juga sih, tapi emak cerdas segera cari pendapat ahli dari baca buku dan browsing dong. Menurut sebuah artikel yang aku baca, anak aktif mempunyai otak normal tanpa gangguan. Hanya saja anak ini punya energi berlimpah yang membuatnya punya mobilitas tinggi dibanding anak lainnya. Sedangkan anak hiperaktif mengalami gangguan tingkah laku yang disebabkan oleh disfungsi neurolis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. Hiperaktif merupakan gangguan turunan dari ADHD (Attention Defisit Hyperactive Disorder).

Alhamdhulilah meskipun baby K adalah model anak yang nggak bisa diem tapi ketika dia sedang tertarik pada sesuatu dia akan fokus dan asyik dengan hal tersebut. Jelas beda kan sama anak hiperaktif yang sangat susah fokus pada apapun. Nah sekarang masalahnya justru ada di aku nih yang sama sekali belum terbiasa punya anak aktif. Aku jadi punya PR besar gimana caranya menyalurkan energi besar baby K sekaligus memberikan stimulus yang baik supaya tumbuh kembangnya berjalan baik dan positif.

Memang benar kalau tiap anak itu adalah sekolah bagi orangtuanya. Akhirnya kami mulai belajar dari awal lagi. Buka mata, telinga, baca buku, browsing, dan dengar masukan sana- sini. Memang rasanya masih banyak yang harus kami pelajari supaya bisa mengarahkan energi berlebih baby K jadi sesuatu yang positif, tapi so far ada beberapa cara yang kami terapkan untuk mendidik dan mengembangkan potensi baby K, si super duper aktif.

mengembangkan potensi anak aktif
  1. Aktif bermain

Banyak orang berpendapat anak aktif harus dibatasi geraknya, itu justru salah besar. Energinya  yang melimpah justru harus disalurkan dengan baik. Setiap hari baby K selalu punya aktivitas fisik dari seperti eksplorasi di taman rumah sembari mengenal tanaman dan hewan kecil di sekitarnya, mengajak baby K ke taman bermain, memberikan mainan yang bikin dia sibuk seperti balok susun, lempar tangkap bola, sampai ikut sibuk “inspeksi dapur” saat aku lagi masak. Ya memang si rumah jadi nggak pernah beres dan kerjaan makin nambah, yang penting energi berlebihnya tersalurkan secara positif. Toh cara belajar anak itu memang dengan bermain, jadi biarkan si aktif bermain dan belajar sepuasnya. Kalau udah capek dia bakalan tidur dengan tenang dan emak bisa punya waktu me time sebentar.

2. Batasi penggunaan Gadget

Katanya sih ciri-ciri anak cerdas itu aktif lho, so mestinya sebagai orangtua kita seneng dong punya anak aktif. Capek banget pasti, kadang pengennya nyalain TV supaya baby K duduk anteng di depan TV sementara emak rehat sembari ngopi dan main sosmed. Tapi rupanya terlalu lama terpapar gadget dan TV justru bikin anak mudah gelisah. Selain itu anak yang terlalu banyak nonton TV dan terpapar gadget di siang hari, malamnya akan cenderung rewel dan susah tidur. Selain itu masih banyak efek buruk gadget seperti obesitas, anak cenderung agresif, gangguan pertumbuhan otak, dan lain sebagainya.

PR banget buat kita sebagai orangtua membatasi penggunaan gadget. Menurut ahli untuk anak usia 3 – 5 tahun cukup 1 jam/hari. Baby K bukannya bebas gadget, sesekali tetep ada nonton TV dan main HP, tapi dengan porsi terbatas dan cari tontonan yang edukatif.

lagi asyik makan es krim

3. Nggak Takut Kotor

Kadang suka parno kalau baby K main di luar, ketemu yang kotor-kotor. Takut jadi sakit lah, ntar luka lah, bajunya kotor nambahin kerjaan, tapi ternyata outdoor fun dan kotor-kotoran itu baik untuk menstimulus anak plus membakar kelebihan energi. Sesekali hujan-hujanan, main lumpur dan pasir justru bisa merangsang kreatifitas dan mengurangi stres.

4. Berikan Gizi Seimbang

Selain stimulus dari luar, penting juga stimulus dari dalam. Supaya tumbuh kembang anak aktif bisa maksimal, asupan gizi pun harus diperhatikan. Selain makanan yang bergizi, minum susu juga penting bagi tubuh si kecil. Selain sumber protein, susu juga kaya Kalsium yang baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang. Susu juga kaya lemak dan energi yang membantu perkembangan otak dan penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Kandungan mikronutrien susu juga bagus banget buat proses metabolisme dan kerja enzim di tubuh si kecil.

Lucky for you pa ra emak yang anaknya doyan susu, sementara anak – anakku picky banget soal susu. Si kakak dulu nggak mau sufor, si adek pun sama. Si kakak hanya mau minum UHT itupun nggak banyak. Makanya sejak usia 20 bulan aku langsung ngenalin susu UHT ke baby K. Selain praktis, susu UHT punya gizi yang sama dengan susu lainnya.

indomilk kids full cream
kelebihan susu UHT

FYI, susu UHT (ultra high temperature) adalah susu yang mengalami proses pemanasan pada suhu 135 derajat Celcius selama 1 -2 detik baik sebelum ataupun sesudah pengemasan. Waktu pemanasan yang singkat itu tujuannya untuk membunuh kuman dan bakteri tanpa merusak kandungan gizi pada susu. Jadi bisa dibilang rasa dan aroma susu UHT dengan susu murni.

Aku perhatikan susu UHT favorit baby K adalah #IndomilkUHTKidsFullCream. Dalam sehari dia bisa menghabiskan 2 -3 kotak lho. Ini susu UHT varian terbarunya Indomilk yang memang dibuat khusus untuk anak sebagai makanan tambahan selepas ASI. Selain kandungannya yang lengkap (lemak, karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B1, vitamin D, kalsium, dan fosfor), susu Indomilk UHT Kids Full Cream juga bebas gula dan garam. Tau dong kalau bayi dan balita belum terlalu membutuhkan gula dan garam. Selain karena memang belum bisa mencerna kebutuhan akan keduanya pun masih sangat terbatas. Kelebihan gula dan garam justru jadi sumber penyakit buat anak-anak.

abis main di luar minum indomilk kids full cream dulu dong

Kebetulan baby K kan aktif banget jadi ribet banget kalo kemana-mana harus nenteng termos, botol, susu, dan printilan lainnya, makanya pilihan susu UHT udah bener dan pas banget buat baby K. Rasanya enak, kandungan gizi lengkap, dan bisa diminum kapan aja. Misal baby K lagi main di Playground biasanya aku kasih selingan #IndomilkUHTKidsFullCream untuk memenuhi asupan gizinya. Baby K bisa tetap bergerak aktif dan emak nggak kuatir kalo baby K kekurangan gizi.

5. Kembangkan Potensi dan Bakatnya

Emang balita udah bisa ketahuan bakatnya? Udah dong. Perhatikan aja hal apa yang membuatnya bisa happy dan berlama-lama fokus, that’s it. Tinggal kita kembangkan aja dengan telaten. In baby’s K case sementara ini dia suka banget main air. Baby K paling suka berenang dan nggak takut untuk mengeksplor air. Meskipun belum aku ikutkan les karena masih terlalu kecil, tapi baby K rajin aku ajak renang untuk mengenalkan air dan mengasah keberaniannya. Baby K happy, energi tersalurkan dengan baik plus dapet rangsangan fisik juga.

Nah selepas renang atau aktivitas apapun kasih #IndomilkUHTKidsFullCream lagi supaya asupan gizi tetap terjaga, anak tetap aktif, sehat, dan ceria. Anak aktif itu bukannya ngeselin atau harus “dijinakkan,” justru anak #AktifituSehat.

Ibu memang sekolah pertama anaknya, makanya jangan bosen belajar ya Sahabats. Aku nggak kuatir dan sedih lagi punya anak aktif karena ternyata banyak banget kelebihan anak aktif, semoga kami bisa memberikan stimulus yang baik buat baby K. Dan untuk urusan gizi dan persusuan buat baby K udah aku pasrahkan ke #IndomilkUHTKidsFullCream yang kaya manfaat, bebas gul/gar, plus praktis. Oya, Sahabats yang anaknya aktif dan doyan Indomilk UHT Kids Full Cream ikutan blog competition mereview UHT Kids Full Cream yuks. Ceritakan aja pengalaman keseharian si kecil bersama UHT Kids Full Cream plus reviewnya, siapa tau bisa menangin hadiah jutaan Rupiah.

Karena anak cerdas dan #aktifitusehat dan perlu stimulus dari dalam dan luar tubuh.


Be Sociable, Share!

7 Replies to “Ini Dia 5 Cara Mudah Mendidik dan Mengembangkan Potensi si Kecil yang Aktif”

  1. Hahaha makan es krimnya lezat banget, ya, Dek?
    Meski aktif tapi senenga dan capek ya mbak hehehe

  2. Kalau Rumi Bumi suka UHT Indomilk yang cokelat. Enak dan sehat, sekarang udah pada gede enggak lagi. PR yang palaing berat tuh batasi penggunaan gawai untuk anak, duh semua ortu ngalamin nih. Thx tipsnya Mun.

  3. Bener tuh gula garam buat org dewasa aja perlu dibatasi, apalagi anak2 😊

  4. Aku lagi detox wifi du rumah juga mbak, biar anak-anak pun optimal berkembangnya.

  5. Wah senangnya kalau si kecil aktif dan sehat selalu ya

  6. Aiih…gemeeees lihat foto2 Baby K .. sehat selalu ya nak…

  7. Aku galfok ama senyum Baby K, adek kiyuuut. Susu UHT emang paling praktis, apalagi kalo untuk bekal di jalan ya

Leave a Reply