Isolasi Mandiri di Rumah, Begini Tata Caranya

Assalamualaikum Sahabats ….

Bila kurva penyebaran kasus Covid 19 di beberapa negara kini mulai melandai, beda halnya dengan di negara kita. Jumlah pasien Covid 19 di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap harinya. Dalam usaha menekan laju penyebaran Covid 19 pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah dan melakukan isolasi mandiri bagi mereka yang memiliki gejala Covid 19.

Mengingat pola penularan Covid 19 adalah diantara kerumunan maka isolasi mandiri dapat menjadi kunci untuk menanggulangi penularan Covid 19. Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Covid-19, Ahmad Yurianto mengatakan bahwa esensi utama dalam pelaksanaan isolasi mandiri adalah memisahkan orang yang berpotensi sebagai sumber penyebar virus kepada orang-orang di sekitarnya.

pic from shutterstock

Meskipun pemerintah telah menghimbau masyarakat supaya todak mudik tahun ini, sepertinya masih banyak orang yang nekad mudik. Seperti hari ini aja waktu aku keluar untuk membeli sembako, jalanan di kota Semarang mulai ramai lagi. bahkan beberapa mobil plat B sudah mulai mendominasi. Sejujurnya aku parno nih Sahabats karena kita sedang melawan musuh yang tak kasat mata bahkan pengidap Covid pun kini banyak yang tanpa gejala. So kuncinya memang mendisiplinkan diri untuk terus jaga jarak, rajin cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah, dan tetap beraktivitas dari rumah.

Menghadapi pemudik yang mulai berdatangan di kota, ada baiknya kita tahu tata cara isolasi mandiri agar bisa membantu mengedukasi orang-orang di sekitar kita. Ada beberapa kriteria orang yang wajib menjalankan isolasi mandiri, diantaranya:

  • Memiliki salah satu dari gejala COVID-19 yang ringan, seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan yang bisa diatasi di rumah, dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit paru yang kronis
  • Tinggal dengan orang yang memiliki gejala COVID-19
  • Telah menjalani rapid test COVID-19 dan hasilnya positif, namun tidak mengalami gejala atau jika hasil rapid test COVID-19 negatif dan menunggu pemeriksaan lanjutan
  • Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah yang endemis COVID-19 (baik di dalam maupun di luar negeri) dalam 14 hari terakhir

Protokol Isolasi Mandiri

Bila Sahabats termasuk dari kriteria yang sudah aku sebutkan di atas maka penting untuk segera melakukan isolasi mandiri. Pada masa pandemi ini kita tidak boleh bersikap egois dan harus saling melindungi. Bila Sahabats memiliki gejala atau kontak erat dengan orang yang memiliki gejala, Sahabats harus bertanggung jawab untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, setidaknya selama 14 hari. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Sahabats lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah:

  1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas pakai di tempat yang ditentukan. Sebelum dibuang sebaiknya masker digunting dulu Sahabats untuk menghindari penyalahgunaan.
  2. Jika sakit (ada gejala demam, flu, dan batuk), tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.
  3. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien COVID-19.
  4. Selama di rumah, bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak satu meter dari anggota keluarga. Kalau memungkinkan gunakan kamar mandi yang juga terpisah dengan anggota keluarga lainnya.
  5. Lakukan pengecekan suhu harian, amati batuk, dan sesak napas setiap hari.
  6. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan lakukan etika batuk dan bersin.
  7. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan disinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (kurang lebih 15-30 menit).
  8. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Harus Sahabat ingat ya kalau isolasi diri ini adalah isolasi fisik, bukan isolasi sosial. Makanya jangan kemudian kita jadi mengucilkan orang yang mengisolasi diri. Isolasi diri merupakan pembatasan gerak dan jarak diri secara fisik terhadap orang lain di sekitarnya, dengan minimal jarak aman jangkauan dua meter. Lakukan isolasi mandiri ini selama 14 hari ya Sahabats karena itu adalah masa inkubasi virus Corona.

Rapid Test Gratis di Halodoc

Menjelang lebaran mungkin akan ada gelombak para pemudik yang datang ke lingkungan rumah Sahabats. Ada baiknya kita lebih berhati-hati dan waspada ya Sahabats. Ingat untuk selalu jaga jarak dan rajin cuci tangan. Anjurkan kerabat yang baru datang dari zona merah untuk segera melakukan isolasi mandiri. Apabila dirasa perlu ada baiknya juga melakukan rapid test.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar virus Corona. Namun yang harus kita waspadai adalah pembentukan antibodi ini memerlukan waktu sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Test virus Corona yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Bagi Sahabats yang berdomisili di Jakarta dan Surabaya bisa coba melakukan rapid test via online di Halodoc. Untuk mendapatkan kode kupon rapid test di Halodoc, ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan sebagai berikut:

  1. Unduh aplikasi Pulse di Google Play atau App Store.
  2. Lakukan Registrasi di aplikasi Pulse.
  3. Pilih banner Free Rapid Test ini untuk mendapatkan kode voucher.
  4. Pilih Lanjutkan dan Sahabats akan diarahkan ke aplikasi Halodoc.
  5. Setelah masuk ke aplikasi Halodoc, kamu akan diarahkan untuk memilih Lokasi Rapid Test lalu pilih lokasi sesuai keinginan.
  6. Sahabats akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan. 
  7. Jika sudah mengunggahnya, lanjut ke tahap pembayaran. Pilih kode kupon sebagai metode pembayaran.
  8. Ketika berhasil, Sahabats akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan.

FYI ya Sahabats penggunaan kode kupon ini berlaku satu kali untuk satu pengguna selama periode program 28 April – 31 Mei 2020 dan selama persediaan masih ada.

Apa yang Harus Dilakukan saat Melakukan Rapid Test?

Sebelum pergi ke lokasi tes untuk melakukan rapid test, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Pastikan datang tepat waktu berdasarkan jadwal yang telah dikonfirmasi (hindari datang terlalu awal). Jika memungkinkan, mintalah orang terdekat untuk menemani Sahabats pergi ke lokasi tes.
  2. Pastikan kamu selalu mengenakan masker selama perjalanan maupun saat sudah sampai di lokasi tes.
  3. Sesampai di lokasi tes, akan ada pemeriksaan KTP (Kartu Keluarga untuk yang di bawah umur) dan SMS konfirmasi di Pos 1 oleh petugas. Pastikan membawa smartphone yang Sahabats gunakan untuk melakukan booking. Tes hanya berlaku bagi 1 (satu) pasien sesuai dengan KTP yang telah didaftarkan.
  4. Prosedur pengambilan sampel darah dan penamaan test kit akan dilakukan di Pos 2. 

Setelah melakukan tes, sebaiknya Sahabats segera meninggalkan fasilitas tes. Tidak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone satu hari setelahnya. Tinggal berdoa aja untuk hasil yang terbaik ya Sahabats.

Sembari menunggu dapatkan informasi valid seputar Covid 19 dan masalah kesehatan lainnya di Halodoc. Cuuzz downlaod aplikasinya sekarang ya. Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita semua dari Covid 19 ya Sahabats. Stay at home, stay healthy, stay positive, and stay happy. 🙂

freepic.com

15 Replies to “Isolasi Mandiri di Rumah, Begini Tata Caranya”

  1. Sayang rapid test via halodoc baru bisa dilakukan di 2 kota itu ya? Padahal praktis sekali ya.. Trims infonya, Muna

  2. Terbantu banget pastinya ya Masyarakat Surabaya dan Jakarta dgn free rapid test ini… Semoga bisa dimanfaatkan dgn baik… Soal isolasi mandiri masih banyak yg blm tahu kudu gimana ya, jd hrs disosialisasikan juga buat ke depannya juga ga ada stigma negatif

  3. Saya jadi parnoan sekarang mbak. Flu dikit atau batuk dikit langsung buru-buru minum obat dan tiduran. Padahal dulu paling malas minum obat kecuali kalau flu/batuknya udah parah hehe.

    Positifnya jadi rajin minum madu dan minuman herbal buat meningkatkan imun tubuh.

    Syukurlah saat ini sudah ada rapid test gratis dari halodoc, semoga masyarakat bisa memanfaatkan hal ini dengan baik 😊😍

  4. Wah iya sekrg covid tu g selalu ada gejalanya y mb..hrs waspada menghindari tempat2 umum klu tidak perlu..wah asyik bs rapid test d halodoc y

    1. Di kampung-kampung sini banyak juga Mbak yang mudik. Lha banyak yang kerja jadi buruh, di sana nggak kerja, bingung mau makan apa.

      Eh, pas pulang malah dikasih rezeki sama Pak Lurah. Pas dikarantina, sehari dapat jatah 30 ribu dan beras 1/2kg. Walau bosen, mereka ya, tetap semangat.

  5. Lulu Khodijah says: Reply

    Isolasi mandiri bisa dilakukan kalau tertib. Protokol ini sejujurnya yg buat aku memutuskan nggak mudik, mbak. Krn merasa kayaknya ga bisa jaga jarak sm org rumah. Alhasil tetep stay di perantauan deh 😅

  6. Wah sekarang di Surabaya dan Jakarta, udah bisa dapat rapid test secara free ya.
    Cukup install Halodoc dan salin kode voucher nya, semoga banyak yang bisa mendapatkan fasilitas ini. Tapi tetap berharap diberikan kesehatan, isolasi mandiri di rumah juga, ngga perlu keluar rumah kalo gak penting banget

  7. Langkah baik dari Halodoc, menyediakan proses Rapid Test online.
    Semoga langkah ini bisa mendukung upaya pemutusan penularan si C19.

    Semangat sehat bareng ^^

  8. Coba Jateng bisa ya jadi banyak yang bisa diketahui kena atau tidak apalagi pasien tanpa gejala, seram banget kalau berkeliaran terus dan menularkan

  9. pas banget mba suami nnti renacana mau ke smg kalau kondisi dah mulai mereda tp buat jaga-jaga ttep harus rapid test juga, ternyta pakai aplikasi Halodoc bisa ya menginfoin lokasi rapid test jd nggk susah cari informasi

  10. Wah Ada layanan rapid test Gratis ya dari Halo Doc. Sayang baru ada di 2 Kota ya? Mungkin karena 2 Kota itu yang banyak jumlahnya ya.

    Sejak covid menyerang, batuk pilek Demam dikit langsung bingung sendiri, isi kepala rasanya jangan jangan.. jangan jangan. Duh duh.. padahal semakin Kita paranoid semakin imun tubuh jadi melemah yaa

    1. Masih awam ttg prosedur Rapid test. Untung ada artikel.komplit ini. Jd makin tau hrs gmn langkah2nya. Semoga tdk sampe kena covid ya mbak

  11. Fitra Juwita says: Reply

    banyak yang belum paham tentang protokol isolasi mandiri 14 hari ini mbak, kadang kalo denger ada penduduk yang kedatangan keluarga dari luar terus gak sadar diri ini untuk melakukan isolasi mandiri, kita yang menyaksikan ikut gregettt banget mb meskipun mereka berbekal rapid test.

  12. Ada kejadian nih teman sekolahku yang pulang dari Jakarta di masa ramai-ramainya awal pandemi. Dia sampai tinggal di paviliun rumahnya, dadah dadah sama anaknya dari balik kaca. Ikut sedih melihatnya, tapi salut dengan keteguhan hatinya untuk menjalani isolasi mandiri. Bukti sayang beneran dengan keluarga ya.

  13. Wah semoga bisa sampai ke sini ya untuk rapid test gratisnya. Dan semoga hasilnya kita semua sehat-sehat saja. Aamiin yra

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.