Tips Traveling Aman di Era New Normal

Assalamualaikum Sahabats …

Siapa yang udah kangen traveling, hayo ngacung? 3 bulan lebih mengikuti anjuran untuk stay at home, pasti ada rasa rindu untuk menjelajah lagi. Kaki yang sudah mulai gatal dan mata yang rindu memandang keindahan alam jadi bikin makin nggak tahan untuk segera kembali menjejak ke dunia luar. New normal …. here I come.

Meskipun angka penyebaran Covid 19 di Indonesia masih tinggi dan belum ada tanda-tanda penurunan kasus, pemerintah udah pede aja mau menerapkan new normal life. Jujur aja nih Sahabats, aku udah lelah jiwa raga mengikuti dan update berita seputar Covid 19. Hanya bisa tetap waspada dan melakukan semua protokol kesehatan yang sudah dianjurkan Dokter Reisa Broto Asmoro, sang dokter cantik yang juga sekaligus bertindak sebagai juru bicara satuan gugus tugas penanganan Covid 19 di Indonesia.

Kita semua sudah tahu betapa dampak dari Covid 19 ini menghantam hampir semua sektor kehidupan manusia, tak terkecuali sektor pariwisata. Ketika pemerintah sudah mantab menerapkan new normal di Indonesia maka sektor pariwisata pun bersiap membuka diri. Kita-kita yang sudah rindu untuk traveling pasti seneng dong dan nggak sabar pengen keluar rumah.

Eits tapi tidak semudah itu Alfonzo! Dunia memang sudah mulai memasuki new normal era, tapi bukan berarti kewaspadaan kita menurun ya. Apalagi penyebaran Covid 19 di Indonesia sendiri masih cukup tinggi. Ada beberapa hal yang harus kita terapkan dengan disiplin tinggi karena pandemi COVID-19 belum benar-benar berakhir. Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Berikut ini adalah tips traveling aman di era new normal:

1. Sehat adalah Kunci Utama

Sebelum Sahabats memutuskan untuk traveling di era new normal ini, hal paling penting yang harus disiapkan adalah kondisi tubuh. Sebelum liburan dimulai pastikan tubuh dalam keadaan sehat. Kalau memang dirasa perlu, boleh juga Sahabats melakukan Rapid test atau test Swab secara mandiri karena di beberapa kota tujuan wisata memang mensyaratkan pendatang membawa hasil test sebagai bukti negatif Covid 19.

2. Cari Tau Berita Ter-update Seputar Penerapan New Normal di Kota Tujuan

As we know penerapan aturan new normal di provinsi dan kota bisa berbeda-beda. Untuk wilayah yang masih zona merah mungkin memberlakukan jam malam atau membatasi akses keluar masuk warga. So be resourceful ya Sahabats. Cari tau informasi sedetail mungkin tentang peraturan di kota setempat termasuk juga cari tahu tempat wisata mana saja yang sudah mulai dibuka untuk umum.

3. Pilih Destinasi Wisata Domestik

Mengingat pandemi Covid 19 ini masih terus berlanjut, kewaspadaan tetap harus dijaga ya Sahabats. Melakukan perjalanan jauh ke negeri orang pasti menimbulkan resiko yang besar. Sebaiknya memang step by step dulu deh. Cari destinasi wisata terdekat atau explore wisata di Indonesia dulu ya sambil kita memastikan bahwa negara-negara lain sudah membuka tempat wisata dan dinyatakan bebas Covid 19.

4. Membeli Tiket dan Check in via Online

Untuk menghindari kerumunan, sebaiknya Sahabats melakukan semua reservasi via online, lebih simple juga kan? Cek juga aturan transportasi umum yang Sahabats pilih selama era new normal ini. Untuk hotel pun berlaku sama. Check in via online dan patuhi semua aturan yang sudah ditetapkan pihak hotel demi kebaikan bersama.

5. Gunakan Masker dan Bawa Hygene Kit Sendiri

Selalu ingat untuk menggunakan masker di mana pun berada ya Sahabats, apalagi di tempat umum. Meskipun dalam kondisi sehat, bisa saja Sahabats menjadi ‘carrier’ dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Masker digunakan untuk mengurangi risiko tertular COVID-19. Selain menggunakan masker, di era new normal ini ada “senjata” yang nggak boleh sampai terlupakan. Sahabats harus selalu punya hygiene kit di tas yang berisi hand sanitizer, disinfektan spray, tisu basah, tisu kering, sabun cair, hingga masker cadangan.

6. Bawa Alat Makan Sendiri

Salah satu prilaku traveling penting di era new normal ini adalah mulai bawa alat makan sendiri. Buat yang nggak terbiasa pasti merasa ribet banget, tapi demi kesehatan bawa peralatan makan sendiri nggak akan terasa berat kok. Sekalian berkontribusi menjaga lingkungan juga kan. Sekarang saatnya untuk bawa alat makan ramah lingkungan yang terbuat dari kayu, bambu, atau stainless. Oya setelah digunakan jangan lupa cuci bersih semua peralatan makan kita ya Sahabats.

7. Terapkan Social Distancing

Ketika Sahabats pergi ke tempat wisata atau tempat makan yang penuh sesak, baiknya balik badan dan cari tempat lain aja. Jangan ambil risiko. Tempat itu nggak akan ke mana-mana kok Sahabats, insyaallah lain waktu bisa didatangi lagi. Kesehatan dan keselamatan Sahabats dan keluarga harus dijadikan prioritas nomer satu.

Last but definitely not the least, jangan terburu-buru dan jangan kalap macam kucing yang baru lepas dari kandang ya Sahabats. Masa new normal bukan berarti kita semua langsung bisa bebas berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan. Bahkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin adalah cara terbaik untuk menghindari penularan Covid 19. Kita harus ingat betul bahwa Pandemi Covid 19 belum benar-benar berakhir. Cermati dan perhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Selalu jaga kesehatan ya Sahabats. Happy traveling.

15 Replies to “Tips Traveling Aman di Era New Normal”

  1. Iya bener bgt ya mbak ..new normal tidak berarti kita bisa bebas berkeliaran ya plg aman klu mau traveling beli tiket via online aja ya

  2. Sekarang kalau mau travelling harus bawa peralatan tambahan ya, terus tetap berusaha jaga jarak sama pengunjung lainnya ya

  3. Setuju banget, new normal bukan berarti nggak waspada malah menurutku harus dua kali lipat waspada karena kita nggak pernah tau orang yang berjumpa dengan kita saat bepergian itu, ada gejala atau tidak.

  4. Walaupun dalam keadaan new normal dan mall serta tempat wisata sudah dibuka, aku belum berani keluar rumah mbak.. Belum berani juga ajak anak-anak hehe. Kadang aja mereka muter2 aja tapi gak turun. Tetep sih pakai masker dan bawa HS.

  5. Akuuuu… Sdh kangen banget piknik nih. Tapi sekangen-kangennya aku, masih tetap menahan diri. Masih blm berani traveling lagi nih.. Tapi thx untuk tisnya ya.. penting kutahu saat nanti akhirnya traveling lagi.

  6. Kalau sebelum pandemi saya merasa tidak bisa piknik sendirian tapi sewaktu pandemi saya merasa banyak yang menemani, hehe. Bercanda ya mbak.

    Intinya memang dalam kondisi new normal ini kita tetap harus waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan meremehkan aturan yaa. Semoga masyarakat bisa menaati dan pandemi ini bisa segera pergi. Aamiin.

  7. Lulu Khodijah says: Reply

    Harus mau prepare lebih ya mbak sekarang kalo mau traveling. Hmm baiknya sih ditahan dulu travelingnya. Atau cukup jalan2 keliling kota naik mobil dulu. Hehe

  8. Asli pengen jalan-jalan, pengen main ke Semarang atau Jogja Solo gitu. Cuma suami belum mau, disuruh unggu kondisi benar-benar aman…

  9. Iya, situasinya mengkhawatirkan sekali Mina, kita sudah jadi negara tertinggi penderita Corona di Asia Tenggara, jadi pikniknya di kota sendiri dulu kali ya, kalau beda kota kudu ada surat keterangan bebas Corona huhu

  10. Aku belum kepikiran piknik kemana-mana masih takut semoga situasi bisa segera kembali normal amin

  11. Udah pengen traveling, tapi takut kalau ga bisa physical distancing. Akhirnya piknik tipis tipsnya keluar rumah naik kendaraan, ngukur jalan aja, terus pulang. Udah lumayan terhibur hehehe

  12. Aku masih galau berani gak ya traveling dengan transportasi umum. Mungkin kalo akhirnya harus keluar kota untuk traveling, memilih road trip dulu

  13. new normal jadi lebih merepotkan, tapi demi keamanan harus dilakukan. Harus lebih selektif kalau mau keluar rumah apa lagi ke luar kota.

  14. Pengin ke bandungan, ngadem atau camping itu asyik kayaknya ya. Tapi kok masih begini kondisinya. Punya penyakit bawaan kadang superparno. Semoga sehat semua ya Nda, itu yang utama. Termasuk sehat kantongnya hehe.

  15. jalan-jalan tetp lanjut dan tubuh tetap sehat. stay safe and stay healthy guyss 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.